Home Nasional 17 Tahun Menanti, Akhirnya 425 Petani Batang Dapat Sertifikat

17 Tahun Menanti, Akhirnya 425 Petani Batang Dapat Sertifikat

0
SHARE
Menteri ATR/BPN, Ferry Mursyidan Baldan (Antara Foto)

POROS – Ratusan petani di desa Tumbrek, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah tidak kuasa menahah rasa bahagia bercampur haru, sebagian dari mereka bersorak riang gembira. Betapa tidak setelah 17 tahun berjuang akhirnya mereka mendapatkan hak milik tanah yang awalnya menjadi hak guna usaha PT. Perkebunan Tratak.

Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan secara resmi pada Kamis (11/2/2016) membagikan 425 sertifikat hak milik kepada petani di desa Tumbrek, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Dalam amanatnya dihadapan 425 petani Menteri Ferry memintaa maaf karena proses pemberian sertifikat berjalan agak lambat. Ferry juga meminta kepada para petani agar memanfaatkan tanah yang sudah diberikan pemerintah untuk meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan mereka.

“Dengan adanya sertifikat ini tidak ada yang bisa mengusir atau mengganggu bapak ibu sekalian,” kata Menteri Ferry di lokasi.

Politikus Partai NasDem melanjutkan pemerintah tidak mengulur-ulur pemberian sertifikat kepada para ratusan petani di Batang. Pihaknya berupaya mencarikan solusi terbaik tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Dalam kesempatan tersebut Ferry juga menjelaskan pemberian sertifikat adalah salah satu program reformasi agraria yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Ferry menambahkan jika tanah program agraria tersebut selama 10 tahun tidak boleh dijual dengan alasan apapun.

“Sertifikatnya tidak boleh dijual dalam alasan apapun. Kalau mau dijual kita (negara) yang ambil,” cetus Ferry.

Di tepi lain, Tumiyem (44) salah seorang petani yang menerima sertifikat tanah tersebut mengaku senang. Ia mengaku akan menggunakan tanah tersebut dengan maksimal untuk meningkatkan taraf hidupnya.

“Alhamdulillah,” katanya sambil menitikkan air mata bahagia.

Untuk diketahui dalam rangka Reforma Agraria, luas tanah yang dibagikan tersebut adalah 75,6 hektar pada 425 bidang. Ratusan petani berhak menggarapp besaran tanah tersebut dengan jaminan negara. Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Batang Yoyok Rio Sudibyo dan segenap jajaran Muspida setempat.

Selain memberikan sertifikat kepada 425 petani,dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Batang, Kantor Pertanahan Kabupaten Batang, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, PT Rimba Partikel Indonesia dan Kelompok Tani “Omah Tani” Tumbrep tentang Pengembangan Tanaman Industri pada Lokasi Reforma Agraria di Desa Tumbrep Kecamatan Bandar Kabupaten Batang dalam rangka Pemberian Akses Reformasi.

Komentar Anda