Home EKONOMI Ratusan Petani Batang Rebutan Selfie Bareng Menteri Ferry

Ratusan Petani Batang Rebutan Selfie Bareng Menteri Ferry

0
SHARE
Menteri ATR/BPN Selfie bersama ratusan petani Batang (Foto; Istimewa)

POROS – Ratusan petani di desa Tumbrek, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah tidak kuasa menahah rasa bahagia bercampur haru, sebagian dari mereka bersorak riang gembira. Betapa tidak setelah 17 tahun berjuang akhirnya 425 petani mendapatkan hak milik tanah yang awalnya menjadi hak guna usaha PT Perkebunan Tratak. Mereka bisa menggunakan tanah tersebut atas jaminan negara.

Ratusan petani tersebut meluapkan ekspresinya dengan berbagai cara. Ada yang sujud syukur dan mengucapkan terima kasih kepada Allah Swt serta Republik Indonesia.Kemudian ada juga yang memeluj hangat Menteri ATR/BPN Ferry Mursydan Baldan. Bahkan sebagain dari mereka mengajak foto selfie bersama dengan politikus Partai NasDem tersebut.

“Saya harap sertifikat ini bisa meningkatkan taraf kehidupan bapak dan ibu sekalian,” kata menteri Ferry yang di elu-elukan ratusan petani Batang,Kamis (11/2/2016).

Alumnus FISP Universitas Padjajaran (Unpad) melanjutkan pemerintah tidak mengulur-ulur waktu terkait pemberian sertifikat kepada para ratusan petani di Batang. Rentang waktu yang cukup lama tersebut digunakan pemerintah untuk mencarikan solusi terbaik tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Dalam kesempatan tersebut Ferry juga menjelaskan pemberian sertifikat adalah salah satu program reformasi agraria yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Ferry menambahkan jika tanah program agraria tersebut selama 10 tahun tidak boleh dijual dengan alasan apapun.

“Sertifikatnya tidak boleh dijual dalam alasan apapun. Kalau mau dijual kita (negara) yang ambil,” cetus Ferry.

Masih kata Ferry, selain di Batang, reforma agraria bukan hanya dilakukan di Batang, kini pihaknya tengah menyiapkan kebijakan serupa di beberapa daerah di tanah air. Setidaknya Kementerian ATR/BPN sedang menyiapkan program reforma di 6 wilayah, yaitu di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tiga di Provinsi Jawa Barat, Garut, Ciamis dan Cianjur, satu di Kalimantan Tengah, Palangkaraya dan satu di Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Semoga program ini bisa cepat terlaksana,” tandas Ferry.

Di sudut lain Gubernur Jawa Tengah yang juga politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo mengapresiasi kebijakan pemerintah Joko Widodo – Jusuf Kalla yang diwakiliki Kementerian ATR/BPN.

Secara khusus Ganjar meminta peran jajaran aparat Kabupaten Batang agar mengawasi penggunaan tanah di desa tersebut. Menurutnya pengawasan perlu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan tanah, sehingga tujuan pemerintah meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warga negaranya bisa tercapai.

“Jangan sampai ada tanah yang dijual,” cetus Ganjar.

Untuk diketahui dalam rangka Reforma Agraria, luas tanah yang dibagikan tersebut adalah 75,6 hektar pada 425 bidang. Ratusan petani berhak menggarapp besaran tanah tersebut dengan jaminan negara. Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Batang Yoyok Rio Sudibyo dan segenap jajaran Muspida setempat.

Selain memberikan sertifikat kepada 425 petani,dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Batang, Kantor Pertanahan Kabupaten Batang, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, PT Rimba Partikel Indonesia dan Kelompok Tani “Omah Tani” Tumbrep tentang Pengembangan Tanaman Industri pada Lokasi Reforma Agraria di Desa Tumbrep Kecamatan Bandar Kabupaten Batang dalam rangka Pemberian Akses Reformasi.

Komentar Anda