Home Nasional Metropolitan Sosok Ideal Cagub Jakarta Menurut Akbar Tandjung

Sosok Ideal Cagub Jakarta Menurut Akbar Tandjung

0
Politikus Senior Golkar Akbar Tandjung (PorosNews Foto/Bahaudin Marcopolo)

POROS – Pemilihan Umum Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta baru akan dihelat pada Februari 2017 mendatang. Meski baru akan digelar satu tahun ke depan, namun dinamika perpolitikan menuju kursi Jakarta satu sudah demikian ramai.

Nama-nama tokoh politik nasional dan sejumlah daerah di tanah air masuk dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Sejumlah nama yang sudah beredar luas dalam bursa calon gubernur (cagub) DKI Jakarta sebut saja, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra (YIM), calon petahana yang juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, pengusaha muda Sandiaga Uno.

Selain itu sejumlah selebriti tanah air juga ikut meraikan bursa pilgub DKI Jakarta, sebut saja Ahmad Dhani yang digadang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kemudian Desy Ratnasari dan Eko Patrio dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Dinamika perpolitikan Jakarta yang sudah bergerak begitu cepat banyak menyita perhatian banyak orang, tidak terkecuali Politikus besar tanah air Akbar Tandjung.

Dijumpai PorosNews.com di sela-sela kesibukannya di kantornya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 1999-2004 menilai dinamika perpolitikan di DKI Jakarta cukup bagus.

Dikatakan cukup bagus karena banyak muncul nama-nama besar dalam ajang kontestasi menuju Jakarta Satu. Namun demikian Akbar menyerahkan sepenuhnya kepada warga ibukota untuk memilih siapa pemimpinnya.

“Pandangan saya sosok yang bisa pimpin Jakarta adalah mereka yang sudah paham betul melihat sisi majemuk di Jakarta. Figur tersebut juga harus paham dalam membangun kota,” kata Akbar.

Pria kelahiran Sibolga, Sumatera Utara pada 14 Agustus 1945 melanjutkan popularitas yang dimiliki bakal calon gubernur adalah salah satu modal untuk bisa tampil dalam ajang perpolitikan di jakarta. Namun demikian untuk memimpin Jakarta modal popularitas saja tidak cukup. Modal lain yang harus dimiliki calon kepala daerah adalah visi-misi dalam menata dan membangun Jakarta.

Visi dan misi itu menurutnya begitu penting sebab Jakarta bukan hanya sebatas Provinsi saja melainkan sebagai ibukota Indonesia. Visi-misi yang dimaksud adalah langkah strategis dan konkret dalam mengurai berbagai problematika Jakarta, baik di bidang infrastruktur maupun masalah sosial-masyarakat dan ekonomi.

“Siapa orangnya? Silahkan anda nilai sendiri. Yang jelas orang tersebut harus memiliki pemahaman dalam membangun Jakarta dan menjaga kemajemukan,” tandas Akbar.

Komentar Anda