Home Nasional Metropolitan Ahok Ungkit Kasus Sisminbakum, PPKI Meradang

Ahok Ungkit Kasus Sisminbakum, PPKI Meradang

0
SHARE
Basuki Tjahaja Purnama dan Ridwan Kamil bertukar pandangan dalam menata kota (foto/Twitter)

POROS – Setahun menjelang dilaksanakannya pemilihan umum kepala daerah Provinsi DKI jakarta suhu politik di DKI Jakarta terus menghangat. Gubernur DKI Jakarta yang juga calon petahana Basuki Tjahaja Purnama mengungkit kasus Sisminbakum yang pernah menyeret Yusril Ihza Mahendra pada tahun 2010 silam.

Mantan politikus Partai Golkar menilai Yusril sebagai figur mumpuni lantaran ia pernah menjabat sebagai Menteri, Ketua Umum partai Bulan Bintang (PBB), calon Presiden pada pemilu tahun 2014 silam dan berhasil lolos saat akan ditangkap Kejaksaan Agung.

“Kan saya sudah bilang dia orang hebat, pernah capres, pernah ketum partai, menteri, pernah mau ditangkap jaksa saja bisa berhasil,” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Pemuda Penegak Konstitusi Indonesia (PPKI) Syamsul Rizal Hasdy mengaku geram dengan pernyataan yang disampaikan mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Bagi Syamsul pernyataan Ahok sama saja dengan kampanye hitam (Black Campaign) yang menyudutkan Yusril Ihza Mahendra.

“Bertarung secara ide dan gagasan saja, tidak harus membuat black campain. Itu namanya tidak gentelmen dan tidak cerdas,” kata Syamsul kepad redaksi Selasa malam.

Syamsul yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) meminta kepada Ahok jangan asal bicara dan bersikap arogan. Jika Ahok terus melakukan kampanye hitam yang menyudutkan Yusril Ihza Mahendra, pihaknya mengancam akan melakukan perlawanan.

“Ingat saudara Ahok, Indonesia adalah negara hukum dan beradab. Jaga sikap anda jangan arogan,”cetus Syamsul.

Masih kata Syamsul dalam kasus Sisminbakum, ia mengatakan bahwa Yusril Ihza Mahendra tidak bersalah. Hal yang terjadi adalah kasus tersebut dipolitisir oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Jadi Prof Yusril membela dirinya dari sebuah diskriminasi hukum,” tandas Syamsul.

Diberitakan sebelumnya Yusril menjelaskan bahwa Pelaksana Tugas Jaksa Agung Darmono saat itu tidak pernah memerintahkan jajaran dibawahnya untuk menangkap dirinya. Yusril menegaskan bahwa dirinya berjuang menggunakan jalur hukum dalam menghadapi kasus tersebut dan tidak pernah lari apalagi kabur.

“Saya akhirnya bebas dari status tersangka karena Mahkamah Agung membebaskan semua orang yang didakwa lebih dulu dari saya. Semuanya normal dan biasa-biasa saja,” ujar Yusril

Untuk diketahui dalam kasus Sisminbakum Yusril pernah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) pada tahun 2010 silam. Kejaksaan Agung sendiri dua kali memanggil Yusril, namun Yusril tidak bisa hadir dengan alasan sakit.

Belakangan Yusril menempuh jalur hukum dan dinyatakan tidak bersalah dalam kasus tersebut, sehingga status tersangka yang sempat disematkan kepada dirinya batal demi hukum.

Komentar Anda