Home Nasional Hukum Didi Supriyanto Optimis Baharuddin-La Pili Menangkan Kembali Pilkada Muna

Didi Supriyanto Optimis Baharuddin-La Pili Menangkan Kembali Pilkada Muna

0
SHARE

POROS – Meski mengaku kecewa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sengketa PHP kada Kabupaten Muna, kuasa hukum pasangan calon Baharuddin-La Pili, Didi Supriyanto mengaku akan tetap menjalankan amar putusan MK, sebab putusan tersebut sifatnya final dan mengikat.

“Akan tetap kita jalankan dan laksanakan,” katanya di gedung MK, Kamis (25/2/2016)

Didi melanjutkan selisih 33 suara yang dimenangkan pasangan calon Baharuddin-La Pilli adalah murni dan bukan hasil rekayasa. Ia menilai keputusan MK yang memerintahkan KPU Kabupaten Muna melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) tidak fair lantaran MK mengabaikan fakta-fakta dalam persidangan yang sudah disampaikan timnya.

Menurutnya dalam persidanganya sudah diungkap adanya dua pemilih yang mengaku memilih dua kali. Ia menilai kejadian tersebut bisa terjadi karena lemahnya pengawasan pihak penyelenggara pemilu. Akibatnya tentu saja merugikan pasangan calon yang sudah ditetapkan sebagai pemenang oleh KPUD setempat.

Meskipun demikian, Didi mengaku pasca terbitnya amar putusan MK pasangan calon Baharuddin-La Pili sudah melakukan konsolidasi untuk menghadapi PSU yang paling lambat diselenggarakan dalam tempo satu bulan tersebut.

“Dan mudah-mudahan ketika di ulang kami tetap menang. Kami tetap optimis,” demikian Didi.

Untuk diketahui Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan keputusan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PKP) Kada Kabupaten Muna, Provinsi SUlawesi Tenggara. Ketua MK Arief Hidayat dalam amar putusannya mengatakan bahwa eksepsi dari pasangan Baharuddin-La Pilli tidak berdasar.

Majelis dalam amar putusannya memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di tiga tempat pemungutan suara (TPS). MK berpendapat PSU dilakukan karena di ketiga TPS tersebut terbukti terdapat kecurangan berdasarkan keterangan saksi-saksi pihak pemohon yaitu pasangan Rusman Emba-Malik Ditu.

“Memerintahkan kepada KPUD Muna untuk melaksanakan pemilihan suara ulang di 3 TPS paling lama 30 hari kerja setelah dipacakan keputusan ini,” kata Arief saat membacakan amar putusannya.

Adapun ketiga TPS yang harus melaksanakan PSU adalah TPS 4 di Kelurahan Raha 1, TPS 4 di Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu dan TPS 1 Desa Marono, Kecamatan Marobo. Selain itu MK juga meminta kepada KPU Sulawesi Tenggara, KPU Kabupaten Muna, Bawaslu Sulawesi Tenggara, Panwaslu Kabupaten Muna untuk melaksanakan supervisi dan melaporkan paling lambat 7 hari kerja setelah pelaksanaan rekapitulasi PSU.

Untuk menjaga iklim keamanan selama PSU, MK juga meminta kepada Polda Sulawesi Tenggara, Polres Kabupaten Muna untuk melakukan pengamanan terhitung sejak PSU dilaksanakan hingga rekapitulasi PSU yang dilaporkan kepada MK. Adapun sidang sengketa di MK bermula dari gugatan pasangan calon Rusman Emba-Malik Ditu yang keberatan dengan keputuan KPUD setempat.

KPUD setempat sendiri memutuskan pasangan Baharuddin-La Pilli sebagai pemenang dengan raihan suara sebanyak 47.476. Sebaliknya raihan suara pasangan Rusman Emba-Malik Ditu hanya terpaut 33 suara dari pasangan calon yang dinyatakan menang oleh KPUD setempat.

Komentar Anda