Home Nasional Hukum Sidang Pelecehan Siswi SMPN 3 Manggarai Dilanjutkan, Pengamat Minta Pelaku Dihukum

Sidang Pelecehan Siswi SMPN 3 Manggarai Dilanjutkan, Pengamat Minta Pelaku Dihukum

0
Foto : Istimewa
POROS – Sidang kasus pelecehan seksual terhadap siswi SMP Negeri 3 Manggarai, Jakarta Selatan berinisial NPT oleh guru Bahasa Inggris Edi Rosadi alias ER (56), Selasa (21/6) hari ini, kembali dilanjutkan.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini  mengagendakan mendengarkan keterangan saksi.

Kasus yang terjadi pada Maret 2016 lalu itu sempat menghebohkan masyarakat lantaran melibatkan seorang tenaga pendidik sebagai pelakunya. Ironisnya, perbuatan bejad pelaku bukan hanya dialami oleh  NPT, namun juga dialami oleh murid-murid lainnya.

ER ditangkap oleh aparat Polres Jaksel karena dituduh telah mencabuli muridnya itu beberapa kali. Perbuatan bejat pelaku itu terjadi pada Juli tahun lalu atau pada saat NPT duduk di bangku kelas 2. “Ini kejadian sudah yang keempat kalinya menimpa korban,” kata Kanit IV Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jaksel AKP Nunu Suparmi.

Orang tua korban, Syamsi mengatakan, akibat perbuatan yang dilakukan ER, anak kesayangannya hingga kini masih mengalami trauma berat. Anaknya kerap mengigau tengah malam.

Dihubungi terpisah, pengamat pendidikan Lies Sugeng meminta agar para pelaku kejahatan seksual dihukum seberat-beratnya. Apalagi saat ini Presiden Jokowi telah menyusun Perppu tentang Kebiri agar membuat jera para pelaku kejahatan seksual.

Ia beralasan apa yang telah dilakukan oleh pelaku telah merengut masa depan korban. “Apalagi korbannya masih dibawah umur. Pasti ini akan terus membekas sampai dia dewasa,” katanya.

Lies yang juga menjabat Ketua Umum Perhimpunan Orang Tua Murid Indonesia (POMI) ini berharap kepada orang tua para korban kejahatan seksual agar berperan aktif memulihkan trauma psikis anaknya,

“Saya rasa peran orang tua bisa lebih memberikan perhatian kepada anak-anaknya yang telah menjadi korban kejahatan seksual,” pungkasnya.

Sementara Ketua Umum DPP Jaringan Advokat Republik Indonesia (JARI) Krisna Murti mendesak kepada DPR agar segera mensahkan Perppu Kebiri menjadi Undang-undang. Hal itu diperlukan agar memberikan efek jera terhadap para pelaku kejahatan seksual.

“Saya prihatin terhadap apa yang menimpa NPT. Untuk itu kami mendesak kepada DPR agar segera mensahkan Perppu Kebiri agar memberikan efek jera terhadap para pelaku kejahatan seksual,” pungkasnya. -sd/rn

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.