Home BUDAYA Gebyar Sahabat 3R

Gebyar Sahabat 3R

0
SHARE

Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman kota Tangerang Selatan ( DKPP Tangsel ) pada Senin ( 07/11/2106 ) mengadakan kegiatan Gebyar Sahabat 3R.

Kata sahabat dalam acara ini bermakna Sampah Bisa Bermanfaat, dan penggunaan 3R merupakan singkatan jargon yang sudah dikenal masyarakat yaitu reduce – reuse – recycle. Gebyar Sahabat 3R rutin diadakan tiap tahun sejak 2014 dengan khalayak sasaran yang berbeda. namun punya maksud dan tujuan yang serupa atas dasar mengenalkan pada masyarakat bahwa sampah jangan dijadikan masalah namun harus dilihat dalam sudut pandang menjadi tanggung jawab kita bersama dan dapat bermanfaat.

Tahun 2016 ini DKPP Tangsel mengundang sekitar 210 Kepala Sekolah Dasar di Tangsel yang diharapkan dapat terinspirasi pesan-pesan dalam kegiatan ini serta mampu menjadi motor penggerak di sekolah masing-masing karena Sekolah Dasar adalah salah satu pintu awal pembentukan karakter anak yang diharapkan mampu menjadi landasan perubahan berarti membentuk generasi bebas sampah.

Dua buah lagu bertema cinta alam menyambut kehadiran para Undangan dan Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany beserta jajarannya. Dan acara dibuka dengan sambutan M Taher Rochmadi, Kepala Dinas DKPP Tangsel selaku pemangku hajat yang memberikan penekanan pada makna Ikhlas Cerdas Kelola Sampah yang menjadi payung pesan acara. Tidak ada pribadi yang berkarakter tanpa dilandasi fondasi ikhlas.

Suasana Kandank Jurank Doank ( KJD) lokasi pilihan Gebyar Sahabat 3R #ketiga yang asri dengan tatanan dan sentuhan dekor pernak pernik daur ulang yang kreatif di sudut-sudut lokasi berkesan menyatu dengan alam semakin meriah ketika Dik Doank ~ seorang musisi yang juga penggiat kreatifitas barang bekas, inspirator dan motivator yang lebih senang disebut Sahabat Semesta menambahkan makna ikhlas dalam kehidupan sehari-hari. Gayanya yang tidak menggurui ke sejumlah Para Pendidik yang hadir pada pagi itu cair dengan sambutan antusias hadirin.

Bicara ikhlas adalah bicara kemurnian dan kebersihan diri. Mampu kita membersihkan diri maka otomatis kita akan menjaga kebersihan dan keseimbangan alam. Semua harus bermula dari diri sendiri terlebih dahulu, membereskan hati dan perilaku diri. Pembekalan pagi itu dilengkapi dengan pesan Airin Rachmi Diany yang menekankan pada perubahan perilaku yang dimaksud adalah perubahan yang dimulai oleh Kepala Sekolah terlebih dahulu selaku sosok pimpinan di Sekolah sebelum mengajak Guru dan anak didik berubah menjadi agen perubahan.

Dan pengembangan serta inovasi di masing-masing Sekolah juga harus dilakukan. Sekolah harus mampu menyusun program-program kebersihan termasuk lomba-lomba terkait kebersihan yang tujuannya dapat memicu anak didik lebih kenal makna kebersihan dan semakin mencintai lingkungan. Kepala Dinas Pendidikan kota Tangerang Selatan ( Dindik Tangsel ), Drs. Mathodah S, M.Si yang juga hadir dan mendukung kegiatan ini menyampaikan bahwa selama ini Dindik Tangsel juga sudah menjalankan konsep Sekolah Berwawasan Lingkungan Hidup (SBLH).

Karenanya materi yang disampaikan pada Gebyar Sahabat 3R #ketiga ini sangat tepat dan sejalan dengan konsep SBLH. Seorang Kepala Sekolah pun juga menyampaikan testimoninya atas program sekolah bersih sehat yang selama ini sudah dijalankannya.

Untuk meningkatkan kapabilitas yang sudah ada dihadirkan beberapa orang narasumber yang merupakan praktisi dan aktifis lingkungan hidup serta kelola sampah. Hadirin diperkenalkan dengan cara kelola sampah organik dan anorganik. Materi pertama bagaimana mengelola sampah organik basah dengan menggunakan tabung biokomposter yang menghasilkan pupuk cair kemudian disinergikan dengan materi kedua; konsep urban farming dengan pemanfaatan kompos sampah organik dari ampas proses biokomposter tersebut.

Materi ketiga adalah kelola sampah yang termasuk anorganik dengan metode mendirikan Bank Sampah, dilanjutkan dengan materi terakhir bagaimana mengelola sampah-sampah anorganik yang tidak tertampung di Bank Sampah dapat dimanfaatkan untuk kerajinan daur ulang. Diperkenalkan juga beberapa Praktisi kerajinan daur ulang dengan berbagai proses, metode dan cara.

Ada kerajinan dari kemasan makanan, minuman, botol bekas, pulpen bekas, kain perca, dll didaur ulang menjadi tas, dompet, hiasan, robot-robotan, tank, mobil-mobilan ; onderdil mobil dan motor dapat dikreasikan menjadi lampu antik menarik dan semuanya dapat dijual dengan nilai relatif tinggi.

Teknik lain dalam mendaur ulang plastik bekas seperti tas kresek, kantong sampah diubah menjadi hand bag tanpa orang sadari bahwa bahan dasar sebenarnya adalah plastik bekas. Teknik ini disebut proses fused plastic. Tentu teknik dan contoh serta pembekalan kerajinan daur ulang yang diberikan tidak kesemuanya dapat diterapkan langsung di tingkatan usia Sekolah Dasar. Namun tujuan pertemuan ini adalah menginspirasi Kepala Sekolah sehingga memiliki gambaran menyusun program yang sesuai untuk diterapkan di masingmasing sekolah.

Acara diakhiri dengan pesan-pesan dan inspirasi sesuai tema Ikhlas Cerdas Kelola Sampah yang disampaikan dalam bentuk edutainment oleh Dik Doank dan Band Kandank Jurank Doank, dibagikan juga beberapa doorprize menarik, selain barang-barang kerajinan daur ulang, tabung biokomposter, doorprize utama adalah blender, smartphone, sepeda lipat, sepeda gunung dan sepeda listrik.

Lagu Rumah Kita karya God Bless dinyanyikan bersama-sama dengan gubahan potongan liriknya , “ ….. lebih baik di sini, di Tangerang Selatan ….. “ diiringi hujan rintik menutup Temu Bareng Kepsek SD Tangsel ini tepat pukul 14.00 dengan harapan pertemuan ini mendapat berkah dan bermanfaat bagi seluruh yang hadir.*** |FA

Komentar Anda

LEAVE A REPLY