Home Nasional Hukum Mengapa Saya Tidak Ikut Ditangkap Bersama para Aktivis 212?

Mengapa Saya Tidak Ikut Ditangkap Bersama para Aktivis 212?

0
SHARE

Banyak yang menghubungi saya, menanyakan mengapa saya tidak ikut ditangkap bersama para aktivis yang lain pada tanggal 2 Desember 2016 yang lalu.

Saya jelaskan bahwa perjuangan saya bersama para purnawirawan TNI dan para tokoh yang lain (sengaja saya tidak menyebut nama mereka, karena saya bertekad biarlah saya sendiri yang mengambil resiko sebagai akibat perjuangan saya ini), adalah ke arah perubahan sistem kenegaraan, yang pintu masuknya adalah kembali ke UUD 1945 asli pra empat kali amandemen.

Sebab menurut keyakinan saya, dan saya kira sejalan dengan banyak kalangan, justru UUD 1945 hasil amandemen empat kali, yang telah melakukan makar terhadap negara. Karena itu harus dikembalikan melalui diselenggarakannya Sidang Istimewa MPR.

Jadi kalau ini jadi dasar tudingan makar, saya kira sangat absurd. Karena ini merupakan gagasan dan tawaran terbuka kepada seluruh elemen masyarakat, bersifat terbuka dan tidak ada hal yang rahasia dan sembunyi-sembunyi.

Justru dengan ditahannya beberapa tokoh yang punya keyakinan sama, bisa bisa ini malah membuka kotak pandora, sehingga wacana kembali ke UUD 1945 akan menemukan momentumnya untuk diketahui dan disosialisikan secara lebih meluas ke segenap lapisan masyarakat.

Tentunya dengan segala konsekwensi politik dan hukumnya pula.
UUD 1945 asli merupakan karya besar para “founding fathers”, sementara UUD 2002 merupakan tiruan dari UUD 45 yang asli, buatan para pemangku kepentingan asing melalui kaki tangannya yang duduk di MPR periode 1999-2002.

Setelah terjadinya amandemen terhadap UUD’45 yang asli, sejak itu saya berkeyakinan berdasar data dan fakta bahwa rakyat sudah kehilangan kedaulatannya, tidak ada jalan lain bagi rakyat selain merebut kembali kedaulatannya,

salam patriot proklamasi,

dr.Zulkifli S. Ekomei

Komentar Anda

LEAVE A REPLY