Home DUNIA Kisah 212, Roti dan Tukang Patri

Kisah 212, Roti dan Tukang Patri

0
SHARE
Abdul Hamid 76 tahun Tukang Patri di Jakrta Selatan/Medita-porosnews.com

 

Kecrek Tukang Patri di Jakrta Selatan/Medita-porosnews.com
Kecrek Tukang Patri di Jakrta Selatan/Medita-porosnews.com
Alat Tukang Patri di Jakrta Selatan/Medita-porosnews.com
Alat Tukang Patri di Jakrta Selatan/Medita-porosnews.com

Kisah 212, Roti dan Tukang Patri

Oleh Aendra MEDITA | Pemimpin Redaksi media Online POROSNEWS.COM 

Jumat siang 912 seminggu setelah Jumat 212, saya dari Kantor di Kawasan TB Simatupang melintas ke arah Kemang menuju Kebayoran Baru karena akan meeting. Jalan yang dilewati adalah Ampera Raya. Namun sebelum lewat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terlewati kira-kira 200 meter sebelum gedung Medco saya melihat ada tukang Patri. lalu saya berhenti karena ini bagi saya menarik. Seorang sepuh lebih tepatnya kakek tapi masih gagah. Saya pun memutuskan menepi dan mencoba bertanya lebih dalam. Akhirnya didapat kejelasan soal tukang patri ini. Inilah kisahnya:

Saya masih ingat di tahun 1980-an saat saya masih di Bandung, tukang Patri yang saya kenal adalah Mang Uju. Suara ‘kecrek-kecrek’ yang khas saat itu melintas di kawasan Cicadas Girang tempat kampung saya masa kecil. Tukang Patri melintas di sekitar rumah dan suara khas kecrek – kecrek yang terbuat dari plat-plat seng itu dimainkan dengan mengayun. Asoy Geboy mang Uju itu berjalan dan menjadi ke-khasan tersendiri.

Jika suara itu bernbunyi maka tak salah itu mang Uju tukang patri keliling itu lewat. Jasa Tukang Patri adalah menambal peralatan dapur yang bocor, mulai dari panci, penggorengan dan peralatan dapur dan dak rumah enyambung sengnya yang bocor. Namun kini Tukang Patri kini sunyi, pun demikian nyaris punah profesi tukang patri bahkan sudah tak seksi lagi. Karena barang-barang dapur banyak dari plastik dan dak penyambung pun dari karet plastik.

Hal tersebut diungkapkan Hamid tukang patri yang saya temui kawasan Ampera itu. Nama lengkapnya Abdul Hamid usia 76 tahun. Ia puluhan tahun di Jakarta. Jadi tukang patri karena meneruskan jejak bapaknya. Sejak tahun 1970 alatnya yang dipakai ini adalah warisan hingga kini masi digunakan. “Puluhan tahun di Jakarta saya meneruskan Bapak usaha patri ini,”katanya sembari melemar senyum malu karena giginya yang sudah ompong.

Kakek beranak 6 ini dan memiliki 10 cucu ini aslinya dari Kuningan Jawa Barat. Ia akui bahwa kini sduah berat usaha matri, karena sudah tak lagi banyak yang mengunakan jasanya. “Saya banyak diam mangkal sudah sepi,” tuturHamid.

Kisah Hamid ini mungkin hendaknya dilirik oleh para kandidat Cagub yang kini sedang ramai kampanye. karena meski dia asli Kuningan namun sudah menjadi warga Jakarta sejak 1970 dan ini bentuk menarik kiranya sebagai wujud dorong usaha kecil yang sedang digaungkan. Tapi apa mungkin para cagub melihat ini?

Saya melihat “mungkin” Hamidlah tinggal satu-satunya di Jakarta yang masih berkeliling menjajakan jasa patrinya. Penghasilan jasa patri ini sangatlah minim, tidak membuat hidup layak apalagi hidup di Jakarta, namun Hamid selalu bersyukur itulah yang nampak saya tangkap dari obrolannya.

“Kadang saya hanya dapat Rp 15.000, kadang juga Rp 20.000. Ya, saya syukuri. bahkan ada yang cuma lihat saya kasian mereka kasih beras, atau kasih uang begitu saja tanpa ada apa-apa,” kisahnya.

Hami menambahkan bahwa dirinya tak minta-minta. “Saya bukan pengemis kini malah saya sedang sakit asam urat jadi banyak mangkal saja kalau harus berputar jauh sampai Cilandak jauh,” katanya.

Hamid tinggal di Pekayon dekat Pejaten jauh juga kalau dilihat dia ada di Ampera dekat ke TB Simatupang.”Kalau biasa sih sampai Cilandak mampu jalan, kini sudah tak kuat,” tambahnya. Tantangan hidup dan persaingan keras di Kota Metropolitan membuat hidup dan pekerjaan adalah sebuah kekuatan yang harus dipegang.

Lantas apa hubungan dengan 212 dan juga soal Roti? Saya melihat ada korelasi, dimana saat Jakarta  Aksi Super Damai 212 pak Hamid tetap saja konsisten jadi tukang patri. Sementara ada sebuah perusahaan roti terbesar di Indonesia ‘ceroboh’ bikin penyataan klarifikasi seakan menuduh AKksi 212 anti NKRI. Entah bagaimana strategi komunikasinmya, sehingga blunder itu muncul dan menjadikan viral panjang.

Catat Aksi super damai 212 adalah aksi fenomena dunia. Semua berlangsung alamiah berdasarkan kesadaran dan keinginan publik. Memimjam istilah pakar kmunkasi Dian Umar bahwa dia mengakatan “Saya kira belum ada konsultan PR yang sekaliber dunia sekalipun yang mampu menciptakan event akbar ini dengan efek viral yang luar biasa serta melibatkan partisipasi publik yang fenomenal. Dan lebih dari itu anggaran, makanan, minuman, fasilitas kesehatan dan logistik lainnya murni dari sumbangan publik yang secara sadar dan ikhlas menyumbang.” tulis Dian Umar dalam timeline FBnya.

Sementara perusahaan Roti itu curi adegan dan bikin klarifikasi seolah dia paling NKRI. Saya hadir meliput di depan panggung, untuk masuk ke area panggung sana saya harus melewati panjang sekali, kendaraan saya masuk dari jam 09 dan parkir di depan Kantor Antara. Saya jalan dan mencoba tembus di area saja Monas paling depan. Bukan hal mudah menembus depan panggung dan niat saya adalah ikut Jumatan dengan para ummat jutaan itu dan menyaksikan siapa saja yang memberikan tauziah. Sepenjang akses masuk panggung saya haru melihat semua menawarkan makanan minuman, kurma, lontong, nasi bungkus, dll gratis. Sekali lagi gratis dan tanpa segan mereka memberikan ini tak terhenti-henti seanjang jalan menuju Panggung.

Usia saya kini kepala 4 tahun saya sering bikin event tapi ini event luar biasa, ada kekuatan besar dari yang kuasa, semua tenang dan kuat akan aksi damai tanpa cela ini. Rumput di jaga, yang akan wudhu saling bantu dengan air dalam kemasan, dan juga selama waktu pagi sampaiwaktu jumatan cukup lama, jika ada yang batal wudhunya akhirnya mereka wudhu dengan air hujan yang diberikan Allah jelang shalat jumatan, sangat dahsyat…!!! Saya takjub dan saya sangat merasakan ini hal baru dan tak akan terulang.

Saya bersyukur hadir disana dalam pikiran kecil saya ini sejarah. Saat disana hanya berkata lirih saya kelak kalau ditanya sama cucu saya, Kakek dimana saat ada penista agama dan ummat yang jutaan itu ngumpul? Saya hanya akan jawab “Kakek ada di riuh ummat cucuku, selain meliput Kakek ikut dengan tauziah para ulama, ustad habaid dan bahkan presiden yang memberikan penutup untuk pulang, kerena kakek ada didepan panggung.” Itulah kelak jawaban saya yang semoga saya minta panjang umur sehat dan semua ummat yang hadir juga diberikan karunia rahmat dan segala limpahan oleh Allah Azza wa Jalla

Kembali ke tuduhan pengusah Roti ada kesan tanpa komunikasi yang baik dalam berikan bantahan bahwa roti bukan pedukung aksi 212, ya sah saja. Tapi umat telah beli loh bukan maling. Ummat beli cash dan dibagikan. Jika Anda menuduh usahanya pedukung NKRI dan seolah menuduh bahwa aksi 212 seakan tidak dukung NKRI itu sangat absurd. Dan salah.

Dalam sejumlah tauziahnya jelas ada ustad Arifin Ilham, Aa Gym, wakil ketua Hidayat, Nurwahid, Kapolri ada disana, ulama lain Habiab dll, jelas mereka adalah NKRI.

Kanapa harusnya bikin pernyataan yang tidak benar. Aksis 212 tak ada satupun menolak NKRI, atau menolak Pancasila, dan semua dukung dan bela pancasila dengan klebihnkaan. Urusan aksi 212 adalah menuntut segera penista agama itu diadili. Perusahan roti jangan Gede Rasa alias ge er sebaiknya Anda harusnya bersyukur karena dibeli banyak ummat. Bersyukurlah seperti pak Hamid tukang patri diatas yang saya kisahkan.

Seorang Habib Riziq yang selama ini banyak dicemooh, dihina oleh sebagian publik bahkan dikriminalisasi oleh pihak tertentu, nyatanya Allah begitu meninggikan derajatnya saat ini di aksi 212 suka atau tidak suka Riziq adalah bintang saat ini untuk islam. Presiden dan Wapres pun berkenan hadir di acara Aksi Super Damai 212 ini, secara tidak langsung beliau-beliau ini mengakui kepemimpinan Imam Besar FPI ini dan para ulama lainnya, meski dalam keahirnanya hanya sekadar ikut shalat jumat. Dan mereka inilah yang tidak didatangi oleh presiden aska 411. “Hallo……” begitu kata AaGym  jika sedang dakwah….mengingatkan.

Ini juga kita mengingatkan Aksi 212 adalah respon kuat Warga di pinggir jalan memberikan dukungan berupa doa, makanan hingga obat-obatan untuk peserta aksi super damai 212 asal Ciamis yang berjalan kaki menuju Jakarta dan ini sejarah besar ummat Ciamis yang kuat, bukan sekadar Ciamis dikenal dengan Tahu bulatnya saja yang brandingnya sangat kuat di publik mana-mana. “Tahu bulat digreng diatas mbil 500an” salut saya untuk Ciamis makin menjadi dan sejarah telah mencatat orang-orang Ciamis Betisnya kuat-kuat, bahkan mengulang lebih dari sejarah tentara Siliwangi yang jalan dari Jogjakarta lewat desa Buah Dua Sumedang.

Kembali ke roti jika ada gerobak yang tertempel logo perusahan Roti itu juga terdapat kertas yang ditempelkan bertuliskan “Gratis untuk Mujahid” itu sebuah hal yang sangat ikhlas. Namun sehari setelah Aksi 212, pihak perusahan Roti langsung mengeluarkan pernyataan melalui laman web nya yang mengejutkan dan tak elok.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa aksi bagi-bagi roti gratis tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan manajemen perusahaan.

Begini isi pengumuman tersebut:

PENGUMUMAN
Jakarta – Sehubungan dengan beredarnya informasi mengenai adanya pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle) pada Aksi Super Damai 212, dengan ini kami sampaikan bahwa:

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. selaku produsen produk Sari Roti memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas terlaksananya Aksi Super Damai 212 yang berjalan dengan lancar dan tertib pada tanggal 2 Desember 2016.

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia.

Dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada diluar kebijakan dan tanpa seijin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dengan ini PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. menyampaikan bahwa:

Produk Sari Roti tersebut adalah produk yang dibeli oleh salah seorang Konsumen melalui salah satu Agen yang berlokasi diJakarta.

Pihak Pembeli meminta agar produk tersebut dapat diantarkan ke area pintu masuk Monas dan dipasangkan tulisan “gratis” tanpa pengetahuan dan perijinan dari pihak PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Demikian informasi ini kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman diberbagai pihak. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. berkomitmen untuk selalu menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, serta tidak terlibat dalam semua aktivitas kegiatan politik.

Sontak Pernyataan pihak Roti inipun kembali viral. Banyak yang menyayangkan sikap tersebut aneh juga sehingga ada gerakan anti beli roti itu dan kalau perlu jadi ganti nama menjadi sorry roti pun populernya hashtag #BoikotSariRoti setelah kemunculan press release resmi keberatan produknya di bagikan kepada massa aksi 212, padahal produk tersebut sudah dibeli oleh konsumen memang untuk dibagikan gratis kepada peserta aksi.

Berikut salah satu tulisan viral tentang himbauannya :
Kepada Seluruh pendukung Aksi Super Damai 212 khususnya donatur makanan atau minuman di Aksi Super Damai 212

Assalaamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh.

Sehubungan dengan terbitnya pres rilis dari perusahaan produsen SARI ROTI yang diborong oleh seseorang pembeli yang ingin sedekah makanan di Monas pada moment Aksi Super Damai 212 lalu, maka dengan ini saya himbau agar menghapus foto-foto yang memuat gambar gerobak dengan brand SARI ROTI.

Taipan pemilik perusahaan SARI ROTI tidak berkenan produknya dipublikasi seolah perusahaan produsen SARI ROTI mendukung Aksi 212.

Ke depan, semua pendukung Aksi Super Damai 212 dan Aksi Bela Islam lainnya, sebaiknya tahu apa yang harus kita lakukan demi izzah Islam yang kita perjuangkan.

Demikian, semoga menjadikan perhatian kita semua.

Mohon disebarluaskan kepada seluruh peserta dan pendukung ABI 212 di mana pun berada.

 

 

Sontak Netizen secara serentak sampaikan : Bye Sari Roti !!

Akibat itu siapa yang rugi?

Kawan Hendrajit menulis di timeline FB “The Muslim people power di Indonesia, sejatinya merupakan modalitas sosial bangsa atau yang sering disebut para pakar sebagai social capital. Betapa tidak. Baru diboikot beberapa hari aja sari roti sahamnya sudah anjlok 10 point.”

Ini juga beredar siapa saja dibelakang perusahaan roti itu.

Wendy Yap

Presiden Direktur & CEO

 

Warga Negara Indonesia. Menjabat sebagai Presiden Direktur & CEO PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk. sejak 1998. Meraih gelar Bachelor of Commerce dari University of Melbourne, Australia. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT Suryamas Duta Makmur, Tbk., Presiden Direktur PT Wendy Citrarasa, Alternate Director Kerry Trading Hong Kong, President Wemith Corporation California, Amerika Serikat dan Presiden Prima Development Company, Amerika Serikat. Merupakan Direktur Bonlight Investments Limited, salah satu pemegang saham Perseroan.

 

Indrayana

Direktur

 

Warga Negara Indonesia. Menjabat sebagai Direktur Kepatuhan PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk. sejak 2010. Meraih gelar Sarjana dalam Bidang Teknologi Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor dan Master of Business Administration dari Central Institute of Management Jakarta. Saat ini menjabat pula sebagai Business Development Grup Salim. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Marketing Director PT Samsung Electronics Indonesia, Regional Director Electrolux Asia, General Manager PT Philips Electronics Indonesia, Executive Director PT Top Jaya Sarana Utama Indonesia, Sales Marketing Manager PT Total Thread Indonesia, Marketing Manager Consumer Goods & Cosmetics PT Tempo Scan Pacific dan bagian produksi di Verkade Biskuit PT Makindo Perdana.

 

Kaneyoshi Morita

Direktur

 

Warga Negara Jepang. Menjabat sebagai Direktur Pengembangan Produk dan Teknologi PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk. sejak tahun 2010. Lulus dari Departemen Ekonomi, College of Economics, Aoyama Gakuin University. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Senior Managing Director, Managing Director, Director, General Manager dan Manager Pasco Shikishima Corporation, serta staf The Fuji Bank Ltd. Merupakan Direktur Pasco Shikishima Corporation salah satu pemegang saham Perseroan.

 

Seiji Kusunoki

Direktur

 

Warga Negara Jepang. Menjabat sebagai Direktur Pembelian PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk. sejak tahun 2015. Lulus dari Tohoku University. Saat ini menjabat sebagai Direktur dan General Manager di PT Sojitz Indonesia. Sebelumnya menduduki berbagai posisi penting.

 

Chin Yuen Loke

Direktur Independen

 

Warga Negara Singapura. Menjabat sebagai Direktur Independen PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk. sejak tahun 2010. Meraih gelar Barchelor of Arts di Bidang Ekonomi dari University of Western Ontario. Jabatan senior sebelumnya termasuk Presiden Canexcel International Pte. Ltd., Direktur Credit Suisse Private Banking, dan Senior Manager Standard Chartered Bank.

Lantas apa yang bisa kita ambil dari kisah dan Hikmah yang patut dari kasus ini?

Pertama mungkin pak Hamid yang tukang patri itu jarang makan roti, dan ada baiknya jika kita sumbang roti. Lalu 212 adalah keiklahasan beli roti dan dibagikan, tanpi ada urusan merk disana, dan komunikasi buruk roti dalam ilmu marketing komunikasi adalah sangat amat fatal, –gini-gini saya pernah jadi konsultan PR di sebuah perusaan besar PR di tanah air — jika ada Award marketing mungkin ini patut dikasih Award strategi komunikasi terge-er tahun 2016. Karena katanya para pedagang yang menjajakan kini banyak yang ngeluh dagangan tak laku akibat dari press rilis itu. Bahkan beredar kini WA Banyak Pengusaha Roti yang Beragama Islam. berikut ini di daerah di Indonesia dan Jabodetabek. 1. Zabidhi Cake & Roti, Serpong 2. Roti Sofia milik Mba Yuyun Sofia
3. Zaitun Roti, Surabaya, 4. Aroma Bakery, Medan, 5. Tsabita Cake & Bakery, Jalu Solo, 6. Homemade Bread, milik Mba Jasmine Naila Syifa. 7. Wulan’s Kitchen, Kuala Lumpur milik Teh Wulan Karlina. 8. Super Roti Cake & Bakery, Semarang milik Mba Ismi Nur Yati, 9. Bread Castle, Insya Allah Halal dan Thoyyib. Jl Caman Raya,
Jatibening bekasi dan Gedung kementrian lingkungan hidup, 10. Ajib Roti, 10. Al Rusdak Bakery, 11. Sarah Roti milik Mba Husna Dini, 12. Roti Bakery milik Mba Dewi Syuryantini Roslim, Parung.13. Gardie Roti Maryami 14. Roti Rizky 15. Roti Ritchie 16. Roti Cake & Bakery, Mama Eza Abdullah, Depok 17. Alif’s Bakery, Mba Asih Tia di ngayogyakarto. 18. Quemama Bakery 19. Ala Abata Bakery 20. Lezzati Cake & Snack milik Mba Vida Robiah Al Adawiyah, Solo 21. Kuekeni Cake & Bakery di Cimanggis. 22. Bunda Razka’s Cake 21. Vita Cake 22. Vini Cakery And-Chocolate, Bontang. 23. Bangau Pastry, Palembang 24. Green Bakery dan Alfian Bakery, Sukatani, Tapos-Depok. 25. Kampung Roti, Pasteur Bandung 26. Dapur Kue, Mba Shinta Diana 27. Roti Barliana, Bukit Duri Jakarta Selatan. 28. Roti Lazis, Batam & Cibubur 29. Fatimah Bakery, Roti Siip Jember. 30. Manaree BreadCake, Jakarta 31. Rumah Roti. Makasar 32. Toko Roti Kartini Jl Rancabolang No 38B, Bandung 33. Dapur Wista 34. Cinnamon Dapur Siwi 35. Bolu tape dkk "Dapur Medan 36. Roti Hilyah, Ambon 37. Khasanah Sari Bakery, Bekasi 38. Jannah Cake, Depok 39. Zulfa Bakery, Bandung 40. Galih Bakery, Ciledug.

Usaha Roti memang seksi jadi jangan salah memberi arti sebelum beri keterangan tanpa bukti yang pasti, padahal jika dilihat secara murni itu gratis tanpa biaya promosi. Bisa jadi ini bagian dari CSR tanpa subsidi…hehehe.

Jangan seperi ini akibatnya salah dan nanti bangun reputasi sulit meninggi. Dan bagusnya kita bersama-sama bersatu untuk negeri bukan malah mencaci. Salam damai dari Alumni 212. Heup!!!!

Bagikan jika ini bermanfaat!

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY