Home Nasional Hukum MAN OF THE YEAR 2016 VERSI MUSTI DAN KOMTAK

MAN OF THE YEAR 2016 VERSI MUSTI DAN KOMTAK

0
SHARE

Pengantar Redaksi

Tulisan di bawah ini adalah tulisan menarik dan sangat objektif menurut kami di redaksi. Penulisnya adalah Agnes Marcellina. Tulisan MAN OF THE YEAR 2016 VERSI MUSTI DAN KOMTAK adalah yang kedua yang bagi Agnes Marcellina cukup menghebohkan karena jadi viral. Sebelumnya dia menulis soal 212. Kami lampirkan dibawah tulis ini tulisannya. Silakan simak dan selamat membaca

***

Saya diundang oleh KOMTAK ( Komunitas Tionghoa Anti Korupsi ) dan MUSTI (Muslim Tionghoa Indonesia ) untuk menghadiri acara pemberian award kepada Habib Rizieq di pesantren Agrocultural di Mega Mendung, 29 Desember 2016.

Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, walaupun harus menghadapi macet menuju lokasi akhirnya saya bisa bertatap muka langsung dengan Habib Rizieq, orang yang saat ini sedang banyak dibicarakan di seantero negeri ini . Pertemuan kemarin adalah baru yang pertama kali saya melihat Habib Rizieq tetapi sejak beliau melakukan AKSI BELA ISLAM akhirnya saya sering membuka youtube untuk berusaha mengenal, mencari tahu siapakah dia dan memahami apa yang menjadi landasan cara berpikir ataupun gerakan yang dilakukan bersama dengan FPI yang dipimpinnya.

Sebelumnya saya hanya mengetahui bahwa FPI identik dengan kekerasan, Habib Rizieq adalah seorang yang fanatik, munafik dan berbagai label yang diberikan oleh mereka yang tidak menyukainya bahkan membencinya. Saat mendengar ceramah-ceramahnya, saya pun masih belum bisa mengambil kesimpulan secara keseluruhan orang seperti apakah sebenarnya beliau ini.

Saat bertemu kemarin secara langsung, bertatap muka, mendengar kata sambutan, akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa Habib Rizieq adalah seorang yang sangat cerdas, gaya bahasanya lugas, jelas, tegas. Beliau adalah seorang orator yang hebat, betul betul pembicara yang bagus karena saya sering sekali melihat orang orang penceramah yang penampilannya buruk sekali. Dengan gaya bicara seperti itu, rasanya memang pantas kalau Habib Rizieq dihormati, didengar, dan memiliki kharisma di depan umatnya dan anggota organisasi yang dipimpinnya. Beliau juga ramah, para santri yang saya temui juga ramah, tidak ada yang berpenampilan angker atau seram, semuanya santun.

Anda yang tidak suka, sampai disini mungkin mencibir, tidak apa apa… saya sudah biasa diperlakukan seperti itu tetapi saya tidak perduli karena saya menulis bukan untuk menyenangkan siapapun tetapi saya menulis karena hati nurani. Saya tidak bisa ikut ikutan membenci siapapun kalau hati nurani saya mengatakan tidak.

Apa yang saya dengar dari sambutan Habib Rizieq kemarin adalah tidak benar bahwa FPI adalah ormas fasis dan rasis. FPI akan berada di front terdepan untuk ikut menjaga NKRI dan penegakan hukum. FPI tidak akan toleran terhadap pengalihan ideologi negara selain UUD 45 dan Pancasila. Indonesia boleh saja menjalin hubungan ekonomi dengan China tetapi bukan berarti mengalihkan ideologi komunis ke Indonesia atau mendirikan negara lain di dalam negara kita. Indonesia boleh saja menjalin hubungan dengan Amerika atau negara apapun untuk kesejahteraan rakyat tetapi bukan berarti mengalihkan ideologi liberal dan kapitalis tanpa batas atau juga ideologi bebas kebablasan yang akan merusak generasi muda dengan gaya hidup hedonisme, sex bebas dan narkoba.

Untuk hal ini saya sepakat 100% dengan apa yang disampaikan oleh Habib Rizieq. Mengenai ceramah ceramah lain yang bersifat agama, saya tidak akan mengomentari hal tersebut karena bukan kompetensi saya untuk berkomentar.

Sebagai penutup tulisan ini saya ingin mengajak sahabat sahabat saya umat Kristen :

“Kalau anda menerima pesan yang menjelekan Islam, hapus saja! Jangan meneruskan pesan itu, jangan berperan serta dalam stereotype, jangan tenggelam dalam ketakutan dan jangan hanyut dengan perasaan. Jangan focus pada sekelompok ekstrimis yang melakukan kekerasan. Focuslah pada ratusan juta muslim di dunia yang cinta damai, yang prioritas dan perhatiannya lebih pada keluarga, tidak berbeda dengan kita. Adalah tugas kita untuk berbagi pesan kasih, harapan dan damai. Tapi mari kita lakukan itu secara mulia dengan rasa hormat dan diatas segalanya kerendahan hati. Allah memberi kita sebagai perorangan, sebagai bangsa, sebagai umat Kristen, kerendahan hati dalam tugas ini”

Salam Indonesia Raya,
Agnes Marcellina

Berikut tulisannya yang dikutip dari postingan di facebook Agnes Marcellina yang juga sempat viral

212

Pada tanggal 212 malam setelah aksi damai pagi sampai siang hari selesai, saya berkumpul bersama dengan Lius Sungkharisma, Eddie Kusuma, Agung Mozin, Hardi Aan membahas kejadian hari itu sambil minum kopi. Bersama dengan kawan-kawan  ini pembicaraan kami nyambung karena kami satu aliran dalam menyikapi masalah-masalah yang terjadi akhir-akhir ini.

Aksi damai 212 memang kejadian yang sangat luar biasa, menorehkan sejarah aksi demo terbesar yang dihadiri jutaan umat dari seluruh Indonesia yang datang ke Jakarta dengan satu tujuan yaitu tegakkan hukum agar keutuhan NKRI terjaga. Aksi demo tersebut direalisasikan dalam bentuk doa bersama, super damai, tidak ada kerusuhan apa pun dan ini membuktikan bahwa umat Islam Indonesia adalah umat yang cinta damai.  Suka tidak suka, Habib Rizieq menjadi bintang saat itu karena beliau bisa membuktikan janjinya bahwa umat akan melakukan aksi yang super damai.

Saya berterima kasih kepada pak Lius dan pak Eddie  yang hadir ditengah umat Islam yang mewakili sebagian orang Tionghoa bahwa kami tidak membenarkan tindakan Ahok yang menistakan agama ataupun kebijakan-kebijakan yang tidak po rakyat seperti penggusuran ataupun kebijakan kebijakan yang memperkaya sekelompok orang yang sudah sering kita dengar yaitu 9 naga tetapi istilah pak Lius adalah 9 cacing dan istilah pak Agung adalah 9 kadal.

Terima kasih kepada umat Islam Indonesia yang sudah berjuang untuk mempertahankan apa yang tidak boleh terjadi di negeri ini, yang dilakukan dengan cara cara damai sehingga mengangkat harkat dan martabat umat Islam Indonesia di mata dunia.

Sekali lagi kami tegaskan bahwa masalah yang sedang kita hadapi bukanlah masalah kebhinekaan atau pun agama tetapi masalah besar yang mungkin tidak dipahami oleh sebagian besar orang bahwa memang ada super power yang sedang ingin menguasai Indonesia. Percayalah bahwa kalau negeri ini tidak dikawal oleh umatnya maka Indonesia akan tercerai berai di kemudian hari, Indonesia akan dikuasai oleh bangsa asing dan pada akhirnya cita cita kemerdekaan bangsa yaitu mensejahterakan bangsa dengan adil dan makmur tidak akan pernah tercapai. BERSATULAH….

Salam Indonesia Raya,
Agnes Marcellina.

www.porosnews.com

Komentar Anda

LEAVE A REPLY