Home Nasional Hukum SBY: Ini Sebuah Kejahatan, Dan Istana Pastikan Tak Ada Penyadapan

SBY: Ini Sebuah Kejahatan, Dan Istana Pastikan Tak Ada Penyadapan

0
SHARE

Nampaknya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono buka suara atas  tudingan dirinya di balik fatwa penistaan agama yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia(MUI) terhadap Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

SBY merespons pernyataan Ahok beserta kuasa hukumnya yang menuduh Ma’ruf Amin diminta SBY dalam menerbitkan fatwa itu.

“Berangkat dari pernyataan pihak Pak Ahok yang memegang bukti atau transkrip atau apa pun yang menyangkut antara percakapan saya dan Pak Ma’ruf, saya nilai itu adalah sebuah kejahatan karena itu adalah penyadapan ilegal,” ujar SBY dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat, Rabu (1/2/2017).

Presiden keenam Republik Indonesia itu pun meminta hukum segera ditegakkan. Dia memastikan dirinya tidak berada di kubu mana pun. Dia berada di kubu penegak hukum yang bisa memberi keadilan.

Namun, SBY memberikan peringatan jika penyadapan justru dilakukan penegak hukum. SBY juga mengakui adanya percakapan dirinya dengan Ma’ruf Amin pada 7 Oktober lalu. Ketika itu, Agus-Sylvi baru saja menemui sejumlah petinggi MUI, termasuk Ma’ruf.

Para petinggi MUI ini mengira SBY ikut bersama rombongan Agus-Sylvi. Namun, SBY tidak hadir. Setelah pertemuan itu, terjadilah percakapan antara SBY dan Ma’ruf hanya untuk berkabar.

SBY memastikan percakapannya itu tak terkait dengan kasus yang sedang dihadapi Ahok.

“Sebagai mantan presiden yang dapat pengamanan Paspampres begitu mudahnya disadap, bagaimana dengan saudara-saudara kita yang lain. Rakyat yang lain, politisi yang lain. Sangat mungkin mereka alami nasib yang sama dengan yang saya alami. Negara kita seperti rimba raya,” papar SBY.

Ditempat terpisah Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung memastikan tidak ada penyadapan perbincangan telefon antara Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin.

Aksi dugaan penyadapan itu bergulir usai kesaksian KH Ma’ruf Amin dalam sidang penistaan agama yang ‎mendakwakan gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bahkan, KH Ma’ruf Amin dianggap memberikan keterangan palsu.

“‎Yang jelas bahwa tidak pernah ada permintaan atau instruksi penyadapan kepada beliau (SBY), karena ini juga bagian penghormatan kepada p‎residen-presiden yang ada,” kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/2/2017) dilansir okezone.

Pramono juga menanggapi keinginan Presiden ke-6 RI itu yang ingin bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, SBY menyebut adanya pihak-pihak yang melarang dirinya bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

“Ya nanti kan Pak Presiden Jokowi juga pasti membaca, mendengar dengan hal tersebut. Ya akan segera kami laporkan pada beliau,” tandasnya.|RD/DBS

Komentar Anda

LEAVE A REPLY