Home Nasional Daerah Gus Sholah: Muktamar NU 1999: Melarang Pilih Pemimpin Non Muslim

Gus Sholah: Muktamar NU 1999: Melarang Pilih Pemimpin Non Muslim

0
SHARE

P0R0SNEWS – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuiren Jombang, Jawa Timur, KH Solahuddin Wahid mengungkap hasil Muktamar Nahdlatul Ulama 1999 silam terkait kepemimpinan non muslim.

Kyai yang akarab disapa Gus Sholah ini adalah adik dari KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), mentan Ketua Umum PBNU dan Presiden RI ke-3. Gus Sholah berbeda pendapat dengan Gus Dur soal dalam konteks kepemimpinan yang bukan muslim.

Kendati berbada pendapat dengan Gus Dur, Gus Sholah mengaku sayang kepada kakaknya. Melalui akun twitternya @gus_sholah mencuit “saya sayang pada GD karena dia kaka saya. Tp krn pndpt GD bisa dianggap sbg pndpt organisasi NU, sy twit kptsn muktmar NU 1999,” cuitnya.

“Itu pendapat GD pribadi. Mukmar NU 1999: melarang memilih pemimpin non muslim kecuali dlm situasi darurat,” cuitnya lagi.

Gus Sholah juga memposting Hukum Memilih pejabat dari Kalangan Non Muslim – Keputusan Mukmar NU. Ini adalah keputusan Bahtsul Masa’il Al-Wadqi’iyah Muktamar XXX NU di PP Lirboyo Kediri Jawa Timut pada tanggal 21 s/d 27 November 1999.

A. Pertanyaan

Bagaimana hukum orang Islam menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non Islam?

B. Jawaban

Orang Islam tidak boleh menguasakan urusan kenergaraan kepada orang non Islam kecuali dalam keadaan darutat.

Keputusan hasil Muktamar NU 1999, itu sengaja diposting oleh Gus Sholah untuk menjawab pertanyaan seorang netizen dengan akun coblos nomor 2@haloJakarta yang mencuit pernyataan Gus Dur “Memilih gubernur tidak ada urusannya dengan agama, karena dia ngurus pemerintahan,” cuit akun itu.

Lantas, apakah keputusan Muktamar NU 1999 itu, akan berlaku bagi warga NU di seluruh daerah, tak terkecuali di DKI Jakarta yang bakal menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 15 Februari 2017 mendatang? Hanya warga NU yang memiliki hak suara yang tahu. (PubN/AN/red)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY