Home EKONOMI Adu Kubu di Pertamina Memanas

Adu Kubu di Pertamina Memanas

0
SHARE

Geger yang menerpa Perusahaan milik Negara Pertamina Jumat pekan lalu dengan pencopotan dua pimpinan puncaknya, rupanya belum berakhir. Imbas perkubuan antara Dirut Dwi Sutjipto dan Wakil Dirut Ahmad Bambang masih ada dan menghambat kinerja perusahaan minyak terbesar di Indonesia tersebut.

Salah satu imbas perkubuan itu, menurut sumber GATRA di Pertamina terjadi di direktorat baru yang diduduki Rachmad Hardadi. Mantan Direktur Pengolahan ini ditunjuk menjadi Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia pada Desember 2016 lalu tak lama setelah penambahan Wakil direktur utama yang diisi oleh Ahmad Bambang (Abe).

Menurut sumber GATRAnews, sampai sekarang bagian Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia belum berjalan normal karena persoalan sumber daya manusia (SDM) dan struktur yang belum lengkap. “Organisasinya masih sementara,” katanya kepada GATRAnews (07/02).Sumber tersebut mengungkap bahwa Direktur SDM, Teknologi dan Informasi Pertamina, Dwi Wahyu Daryoto sengaja menghambat kinerja di bagian Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia. “Bagian SDM itu Daryoto, geng dari Abe. Hardadi kubu DS (Dwi Sutjipto),” ujarnya.

Selain persoalan SDM, struktur yang dipimpin Rachmad Hardadi itu juga belum terbentuk. Akibatnya, sambung sumber tersebut, bagian Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia tidak bisa bekerja optimal. “Padahal sudah bulan kapan dibentuk,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Daryoto membantah menghambat kinerja Hardadi. Menurutnya, saat ini bagian SDM Pertamina sedang mempersiapkan proses pencarian SDM untuk mengisi struktur di bagian Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.

“Sebetulnya itu kan mega proyek. Jadi harus kita cari orang yang berkompeten dulu. Nanti saya cari dulu dari internal. Kalau nggak ada, saya cari experience hire dari luar. Karena projeknya besar-besar. Itu saja persoalannya,” katanya.

Daryoto mengatakan nantinya, direktur Mega Proyek akan membawahi 3 project coordinator, yaitu koordinator Balikpapan, Tuban dan Cilacap. “Projek koordinator di bawah Hardadi, setara dengan SVP (Senior Vice President),” katanya.

Sebelumnya, kementerian BUMN melalui usulan dewan komisaris telah memecat Dwi Sutjipto sebagai Direktur Utama dan Ahmad Bambang sebagai Wakil Direktur Utama Pertamina. Konflik antara Abe dan Dwi menyebabkan kondisi Board of Director (BoD) Pertamina terbelah. |GTR

Komentar Anda

LEAVE A REPLY