Home Nasional Daerah KPK MIRIP KANDANG BABI dan DIKONTROL OLEH KONGLOMERAT ASENG UNTUK LINDUNGI KEJAHATAN...

KPK MIRIP KANDANG BABI dan DIKONTROL OLEH KONGLOMERAT ASENG UNTUK LINDUNGI KEJAHATAN BLBI!

0
SHARE

OLEH Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)

Bila KPK serius menuntaskan kasus BLBI, maka ribuan triliun uang negara yang dirampok oleh konglomerat aseng dapat disita dan dipergunakan bagi kesejahteraan TNI, Polri, PNS dan rakyat.

Tapi yang terjadi justru KPK mirip kandang babi yang dikontrol sepenuhnya oleh konglomerat aseng untuk menangkap para pejabat pribumi dengan kasus KKN kelas teri.

Lembaga Oxfam menyebutkan harta total empat konglomerat aseng di Indonesia sebesar 25 miliar dolar AS, setara dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin.

Indonesia masuk dalam enam besar negara dengan tingkat kesenjangan ekonomi tertinggi di dunia. Pada tahun 2016, satu persen orang terkaya memiliki hampir setengah (49 persen) dari total kekayaan populasi.

Hanya dalam satu hari, konglomerat aseng bisa mendapatkan bunga deposito dari kekayaannya, lebih dari seribu kali daripada dana yang dihabiskan penduduk Indonesia termiskin untuk kebutuhan dasar sepanjang tahun.

Jumlah uang yang diperoleh setiap tahun dari kekayaan itu bahkan akan cukup untuk mengangkat lebih dari 20 juta orang Indonesia keluar dari jurang kemiskinan. (sumber kantor berita Deutsche Welle/DW).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap bahwa ada US$ 250 miliar atau Rp 3.250 triliun kekayaan orang-orang sangat kaya asal Indonesia yang ditempatkan di luar negeri.

Dari jumlah tersebut, terdapat US$ 200 miliar atau Rp 2.600 triliun yang disimpan di Singapura, di mana US$ 50 miliar atau Rp 650 triliun disimpan dalam bentuk non-investable asset dalam bentuk real estat.

Sedangkan US$ 150 miliar atau Rp 1.950 triliun diinvestasikan dalam bentuk investable asset, seperti deposito, saham, dan surat berharga.

“Itu belum termasuk dana yang disimpan di negara lainnya, seperti Hong Kong, Makau, Labuan, Luksemburg, Swiss, dan negara tax haven lainnya, termasuk Panama,” kata Sri Mulyani.

–3 April 2017–

Komentar Anda

LEAVE A REPLY