Home EKONOMI KETIKA PERS ASING BARAT DAN PERS ANTEK-NYA DI INDONESIA MENEKAN ISLAM

KETIKA PERS ASING BARAT DAN PERS ANTEK-NYA DI INDONESIA MENEKAN ISLAM

0
SHARE

POROSNEWS – PERS ASING BARAT DAN PERS ANTEK2 NYA DI INDONESIA YG MENEKAN INDONESIA ATAS KASUS AHOK SAAT INI, ADALAH BENTUK PHOBIA MEREKA AKAN KEBANGKITAN ISLAM.

MEREKA KETAKUTAN AKAN MAKIN KOKOHNYA PERSATUAN ISLAM YANG PELAHAN DAPAT MENGAKIBATKAN HILANGNYA LADANG ‘JAJAHAN EKONOMI’ YG SELAMA INI MEREKA NIKMATI.

KOKOHNYA ISLAM DI INDONESIA DAPAT MENGAKIBATKAN NEGARA TIDAK BERKIBLAT KE BARAT LAGI.

ALASAN HAM DAN SENTIMEN ETNIS HANYALAH KAMUFLASE. KARENA MEREKA TAHU PERSIS BAHWA SELAMA INI JUSTRU ETNIS CHINA YG MENGUASAI EKONOMI INDONESIA.

KETAKUTAN BARAT DAN LEMBAGA INTERNASIONAL TSB, PERSIS SAMA DENGAN PROPAGANDA MEREKA PADA THN 1945-46 KETIKA INDONESIA MEMPROKLAMIRKAN KEMERDEKAAN.
PERS DAN PEMERINTAH BARAT BAHU-MEMBAHU MELEMAHKAN KEMERDEKAAN INDONESIA DAN KEBANGKITAN ISLAM.

Berikut kutipan dari ‘Indonesia Pusaka:’

Dukungan Mesir

Di Mesir, sejak diketahui sebuah negeri Muslim bernama Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya, Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM), organisasi Islam yang dipimpin Syaikh Hasan Al-Banna, tanpa kenal lelah terus menerus memperlihatkan dukungannya.

Selain menggalang opini umum lewat pemberitaan media yang memberikan kesempatan luas kepada para mahasiswa Indonesia untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran lokal miliknya, berbagai acara tabligh akbar dan demonstrasi pun digelar.

Para pemuda dan pelajar Mesir, juga kepanduan Ikhwan, dengan caranya sendiri berkali-kali mendemo Kedutaan Belanda di Kairo.

Tidak hanya dengan slogan dan spanduk, aksi pembakaran, pelemparan batu, dan teriakan-teriakan permusuhan terhadap Belanda kerap mereka lakukan.

Kondisi ini membuat Kedutaan Belanda di Kairo kewalahan. Mereka dengan tergesa mencopot lambang negaranya dari dinding Kedutaan. Mereka juga menurunkan bendera merah-putih-biru yang biasa berkibar di puncak gedung, agar tidak mudah dikenali pada demonstran.

Kuatnya dukungan rakyat Mesir atas kemerdekaan RI membuat pemerintah Mesir mengakui kedaulatan pemerintah RI atas Indonesia pada 22 Maret 1946. Dengan begitu Mesir tercatat sebagai negara pertama yang mengakui proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Setelah itu menyusul Syria, Iraq, Lebanon, Yaman, Saudi Arabia dan Afghanistan. Selain negara-negara tersebut, Liga Arab juga berperan penting dalam Pengakuan RI.

Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab tanggal 18 November 1946 menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat.

Alasan Liga Arab memberikan dukungan kepada Indonesia merdeka didasarkan pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan.

Melihat fenomena itu, majalah TIME pada 25 Januari 1946 dengan nada minornya menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia dan Dunia Arab.

“Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”

dari FB Tjahja Gunawan

Komentar Anda

LEAVE A REPLY