Home Nasional Hukum Jaksa Cari Strategi untuk Kebenaran tapi Tidak Gembirakan Hak Nama Baik Amien...

Jaksa Cari Strategi untuk Kebenaran tapi Tidak Gembirakan Hak Nama Baik Amien Rais

0
SHARE

POROSNEWS – Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Hukum, Faisal menyebut problem mendasar strategi penuntutan terkait aliran dana yang menyebut nama Amien Raiss ada dua hal. Pertama arena persidangan justru menjadi tempat pengembangan kasus yang berpotensi menihilkan asas praduga tak bersalah.

“Kira kira upaya ini, bisa disebut strategi mencari kebenaran dengan tidak menggembirakan hak nama baik seseorang,” yang tertuliss di akun Facebook (fanpage) resmi milik PP Pemuda Muhammadiyah, Ahad (4/6/2017).

Kedua, ia mengatakan harapan dengan menyebut nama, jaksa dapat dengan mudah melakukan kroscek secara terbuka dipersidangan, biasanya mengkonfrontir keterangan satu dengan lainnya.

“Sejatinya, upaya ini lebih dilakukan pada level penyidikan, arena persidangan bukan pada tempat yang ideal menemukan delik.”

Subtansi tuntutan jaksa yang menyangkut nama AR menurut dia hanyalah sebatas terdapat aliran dana dari yayasan sahabatnya Soetrisno Bachir (SB) yang karena alasan bantuan atau donasi untuk kepentingan agenda sosial keagamaan AR. Dana yg diberikan hanya berupa bantuan sukarela tanpa motif jahat.

“Apalagi terdakwa Siti Fadilah Supari menampik jika AR dikait kaitkan dengan kasusnya.”

Kesimpulan dini yang dapat diambil bahwa AR bukan pihak yang dapat dikategorikan sebagai pelaku tindak pidana. Meskipun kami sangat mengerti upaya jaksa seperti ingin mencari delik dalam pengembangan fakta dipersidangan, tetapi langkah itu dilakukan tanpa prinsip kehati-hatian. Sedikit ketidakcermatan dapat merusak nama baik seseorang.

“Khalayak umum di luar sana mengerti. Jika AR sejauh ini dalam tuntutan jaksa Tidak Sama sekali dikonstruksikan sebagaimana kategori pelaku pidana sebagai yang turut melakukan (medepleger), membantu melakukan (medeplichtige), membujuk melakukan (uitlokking). Hak Jaksa untuk menyebut nama siapapun, tapi bukan dengan motif justru dapat merendahkan tuntutannya karena cenderung spekulatif bahkan beropini.” RI

Komentar Anda

LEAVE A REPLY