Home Nasional Daerah DUA KETERANGAN PERTEMUAN GNPF MUI DAN JOKOWI

DUA KETERANGAN PERTEMUAN GNPF MUI DAN JOKOWI

0
SHARE

POROSNEWS – INILAH DUA KETERANGAN PERTEMUAN GNPF MUI DAN JOKOWI. Kami memuat secara utuh dua-duanya. Silakan disimak mana secara cerdas dan bijak.

Keterangan Pers GNPF MUI:

PERTEMUAN GNPF MUI DENGAN PRESIDEN JOKOWI

Siang ini pukul 12.40 Pimpinan GNPF MUI dan perwakilan Tim Advokasi GNPF MUI diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Pertemuan sebenarnya dijadwalkan pukul 11.30, namun tertunda berhubung Presiden pada jam yang sama tengah bersilaturahmi di rumah Ibu Megawati.

Pertemuan tertutup dengan Jokowi yang didampingi Menkopolhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Menag Lukman Hakim ini merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya antara GNPF MUI dengan Pemerintah yang diwakili Menkopolhukam Wiranto dan Wapres Jusuf Kala dalam seminggu ini.

Dalam pertemuan tersebut, GNPF MUI yang dipimpin langsung oleh Ketua GNPF Ust Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan terlebih dahulu situasi kekinian dalam hubungan antara Pemerintah dengan Ulama, khususnya pada masa Pilgub DKI Jakarta dan pasca Pilgub dirasakan ada kesenjangan komunikasi (yang cukup kuat), masing-masing dengan persepsinya sendiri-sendiri.
Padahal yg dilakukan oleh Ulama yg tergabung dalam GNPF hanyalah bermaksud menyampaikan pendapatnya secara damai, tidak anarkis apalagi mengarah ke makar, dalam koridor demokrasi.

Pimpinan GNPF yang lain menyampaikan adanya suasana paradoksal, pada satu sisi Pemerintah berpendapat tidak melakukan kebijakan yg bersifat menyudutkan umat Islam, tapi di pihak lain GNPF menangkap perasaan umat Islam yang merasa dibenturkan dengan Pancasila, dengan NKRI, dan dengan Kebhinekaan. Tentulah hal ini tidak menguntungkan bagi Pemerintah dalam menjalankan program2nya dan bagi ulama dan umat dalam menjalankan dakwahnya.

GNPF mengharapkan dari pertemuan ini dapat dibangun saling pengertian yang lebih baik di masa depan. Tidak lupa disampaikan ucapan salam dari Habib Rizieq Shihab selaku Ketua Dewan Pembina GNPF yang tengah berada di Arab Saudi.

Presiden menyampaikan rasa senang dapat bertemu pimpinan GNPF MUI, serta menegaskan tidak ada maksud utk tidak mau menerima ulama yang tergabung dalam GNPF MUI, semua itu hanyalah mis komunikasi semata. Jokowi menyatakan, dalam beberapa kali pertemuan dengam ulama, tidak pernah memerintahkan untuk mencoret ulama yang tergabung dalam GNPF MUI.

Jokowi mengulang kembali pernyataannya selama ini bahwa dirinya betul2 menahan diri dari mengintervensi kasus Ahok. “Dan kenyataannya kemudian kan terbukti bersalah (dalam persidangan)”.

Selain masalah dalam negeri, Jokowi juga menjelaskan tentang upayanya melakukan keseimbangan di bidang ekonomi dengan membuka hubungan intensif ke Cina dan negara2 Timur Tengah termasuk Turki, karena tidak mau tergantung pada negara Barat.

Demi membangun hubungan lebih lanjut dengan GNPF, Jokowi menyampaikan telah memerintahkan Menkopolhukam (yang duduk disamping beliau) untuk melanjutkan komunikasi untuk menyelesaikan persoalan2 yang terjadi di lapangan, seraya mengharapkan akan lebih intensif lagi pertemuan GNPF dengan beliau di waktu yang akan datang.

Pertemuan berlangsung sekitar 30 menit dan ditutup dengan sesi foto bersama.

M. Luthfie Hakim
Plt. Sekretaris GNPF MUI.

KETERANGAN Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
⁠⁠⁠Presiden Menerima Perwakilan GNPF MUI
Presiden Joko Widodo pada Minggu, 25 Juni 2017, menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) di Istana Merdeka.
Pertemuan yang diselenggarakan beberapa lama setelah kegiatan open house berakhir tersebut merupakan permintaan dari pihak GNPF MUI yang disampaikan dan dikoordinasikan melalui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
“Pada saat open house tadi saya dihubungi oleh Pak Menteri Agama bahwa ini Pak Bachtiar Nasir dan kawan-kawan ingin menghadap Pak Presiden. Tadi Pak Presiden kami laporkan dan beliau mengatakan, ‘Ya, ini kan open house. Siapa saja kita tunggu,'” Menteri Sekretaris Negara Pratikno menerangkan kepada jurnalis. Dalam pertemuan itu, selain Pratikno, Kepala Negara juga didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Sementara dari pihak GNPF MUI, turut hadir bersama Bachtiar Nasir ialah Kapitra Ampera, Yusuf Marta, Muhammad Lutfi Hakim, Habib Muchsin, Zaitun Rasmin, dan Denny. Pratikno menyampaikan bahwa tidak ada pembahasan khusus yang dilakukan antara Presiden dan GNPF MUI.
Pertemuan itu murni dilakukan untuk silaturahmi semata. “Intinya tidak ada acara yang diperbincangkan, hanya silaturahmi saja,” ucapnya. Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan bahwa GNPF MUI menyampaikan apresiasi mengenai apa yang dilakukan pemerintah selama ini.
Mereka juga menyatakan mendukung kebijakan pemerintah. “Mereka juga mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah, pembangunan bangsa ini, dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pak Presiden, serta meminta untuk punya akses komunikasi. Yang disampaikan Presiden, ‘Mari kita buka komunikasi.’ Itu saja,” ia menjelaskan. Sementara itu usai pertemuan kepada jurnalis, Bachtiar Nasir mengatakan bahwa kunjungannya bertemu Presiden untuk bersilaturahmi.
“Alhamdullilah tadi kami diterima Presiden dalam rangka silaturahim halal-bihalal, hari raya dan bagi kami ini kesempatan dalam rangka momen halal bihalal,” ucap Nasir.
Nasir mengakui bahwa Presiden Joko Widodo mengemban amanat yang cukup berat dan selalu berusaha menjalankan setiap program-programnya dengan berbagai macam cara pandang. “Ada yang suka dan tidak suka, kemudian bagaimana presiden juga harus konsisten dalam program yang dijalankannya. Dan presiden mengatakan ‘saya harus berani mengambil risiko itu’,” kata Nasir.
Nasir juga memuji upaya Presiden Jokowi dalam keberpihakan untuk ekonomi kerakyatan. “Hal yang cukup bagus adalah bagaimana kita dengar sekian belas juta hektar tanah diperuntukkan untuk masyarakat,” ujar Nasir.
Jakarta, 25 Juni 2017
Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Bey Machmudin

Komentar Anda

LEAVE A REPLY