Home Nasional Hukum HRS Garis Komando Ummat Islam Indonesia

HRS Garis Komando Ummat Islam Indonesia

0
SHARE

POROSNEWS – Peran ulama menegakkan islam dalam bidang politik sangat ditakuti penjajah maupun komunis saat dulu karena terbukti menyatukan rakyat Indonesia mengusir penjajah.

Setelah kemerdekaan hak umat islam dalam piagam Jakarta langsung dicabut kemudian terjadi doktrinisasi besar-besaran “politik itu kotor” sehingga terbentuk konklusi ulama tidak boleh punya peran dalam politik.

Bahkan Muh Natsir pernah berkata islam beribadah di biarkan, islam berekonomi di awasi dan islam berpolitik dicabut hingga akar-akarnya.

Kita maklumi saja jika langkah politik GNPF MUI ke istana menyebabkan kontroversi baik dikalangan umat islam maupun pendukung status quo karena sejak kemerdekaan Indonesia para ulama terpinggirkan dalam perpolitikan Indonesia Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, Presidium Alumni 212 ataupun gerakan islam dan ormas islam lain merupakan wadah perjuangan baru kembali belajar mengambil peran dan langkah politik untuk kemaslahatan umat.

Tidak menjadi masalah jika berbeda dalam menyikapi politik rezim status quo. Yang perlu dicermati dan ditaati umat islam bukanlah sebuah wadah perjuangan tapi tongkat garis komando berada ditangan siapa?

Saat ini tongkat komando pemimpin perjuangan islam bukan pada GNPF atau Presidium Alumni 212 tapi berada di tangan imam besar Habib Rizieq Shihab (HRS).

HRS lah penggerak umat islam bersatu melepaskan diri dari perbedaan yang telah mendarah daging sejak dulu diantara NU, Muhammadiyah maupun kalangan aswaja, Wahabi dan syiah. Beliaupun satu-satunya ulama yang saat ini terbukti tetap konsisten dijalur perjuangan dengan tegas menolak dana 1 T dari pihak status quo hingga berakibat fitnah wanita dan berujung ancaman pembunuhan “sniper” dirumah beliau.

Tidak ada satupun ulama maupun habib dari gerakan manapun yang tertimpa ujian dan cobaan seperti beliau, Apapun perbedaan langkah politik yang terjadi diantara wadah gerakan perjuangan kita kembali melihat sikap, respon HRS sebagai simbol gerakan islam dan taat patuh HRS untuk mencegah perpecahan umat. Beliau simbol kebangkitan dan kemenangan masa depan umat islam Indonesia.

OLEH dr Ivan Albar

Komentar Anda

LEAVE A REPLY