Home EKONOMI Kritik Pemerintah Akun FB Prof Ariel Heryanto Ramai Ditaburi Komentar  

Kritik Pemerintah Akun FB Prof Ariel Heryanto Ramai Ditaburi Komentar  

0
SHARE

POROSNEWS – Ada yang menarik di media sosial Facebook akun Ariel Heryanto pada 22 July 2017 menuliskan statusnya yang mungkio ini sebenarnya sebuah kritikan membangun Tulisan itu di posting Pukul 12:12pm isinya sebagai berikut:

 Dalam tulisan itu juga dilampirkan foto  Jokowi dengan Tulisan Headlinenya.

Jokowi: Saya sudah katakan Tembak ditemapt saja.

Sampai tulisan ini diturunkan ada sekitar

6 yang  shares atau berbagi.  Namun yang mmeberika komentar lumayan banyak. Dan inilah yang menarik.Komentar pro kontra mengisi timeline Prof dari Professor Monash University ini. Maklum follower pemikir dan tokoh yang dulunya anti orde Baru ini memiliki 12,872 Follower.

 

Komentar pro kontra itu beragam misalnya  dari akun FB
Irham Zuhri Muhammad Masih ada yg belum, yaitu membungkam orang2 yg meng kritik.
Wong yg jelas2 menghina saja dibiarkan, apalagi yg mengkritik.
Atau jangan2 sebenernya pak Ariel kepengen Jokowi menjadi Soeharto 2.0 
Handaka B Mukarta Kesannya kok menyamakan Jokowi sm Soeharto ya. Cuma berdiri di menara Gading..
Irawan Saptono Iya, yang belum dilakukan dan pasti tidak akan dilakukan Jokowi: mencabut paspor Prof Dr Ariel Heryanto.
Dan untuk ini Ariel menjawabnya santai: 
Ariel Heryanto Soeharto juga enggak. Aku kan anak manis produk Orde Baru, hehehe
Lalu dibalas lagi akun
Irawan Saptono Iya, walau dulu pernah dijadikan saksi di PN Salatiga untuk kasus Kalender Tanah untuk Rakyat yang sangat menghina Soeharto dan Tien Soeharto karya Mas Yayak Yatmaka terdakwanya J Anto dan Mathius Hosang. Waktu itu saya antar lho Mas, pengadilan dijaga tentara dan polisi, jalan depan pengadilan ditutup dan satu panser tentara diparkir di jalan.
Mathius Hosang Wah, aku malah enggak tau itu mas Irawan Saptono. Aku yakin j. J Anto enggak tau kejadian itu. Ternyata teman-teman juga mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan….tapi heroik pada zamannya. Kalo sekarang kita melawan teror dan kebiadapan yang luar biasa terhadap kemanusiaan.
Irawan Saptono Iya. Aku ingat aku, Yanuar, Mas Ariel Heryanto dan Bu Rara jalan kaki dari Pertigaan ABC seperti para jagoan dalam film-film Hongkong itu, ke arah pengadilan. Pengadilan berlangsung tanpa kehadiranmu dan Bun.
Mathius Hosang Wow begitu ya.
Akun yang lain menulis
Harun Kurnianto klo dr generasi muda yg pro soeharto itu biasanya anak2 purnawirawam abri…bs dimaklumi krn ortu mrk mendapat suport secara tidak langsung di zaman orba
Vida Semito Pak harun kami adl anak suharto. dua om saya disekolahkan dn jd sarjana olh suharto setelah mbah kakung sy yg prajurit AD mati wkt operasi pembebasan irian barat…tp saya, ibu & kk perempuan sy yg pnh jd kader PDI di era orba tdk pnh bersetuju dg 32 th kediktatoran & represifme suharto. Bahkan kk sy aktif mjd kader PDI Mega hy u mjd lawan status kuo Golkarnya Suharto pdhl keluarga kami tdk tertarik dg politik sekalipun & itu dibuktikan stlh orba lengser, kk perempuan sy keluar dr PDI dn tdk mau aktif lg di organisasi politik manapun.

Sygnya pd th 98 sy msh SMA jd sy tdk bs menyumbang apapun pd wkt itu. Hingga detik inipun sy tdk ingin terulang lg represifme era orba. Bagi sy cukup adl cukup.

 Akun Mohammad Arya Gandhi Al-Fatih Karena saya anak tentara dr zaman orba, maka saya fine saja om kalau ada tembak ditempat, toh yg ditembak kan “para bandar narkoba”, tp itu kata om joko di media hahaha bukan kata saya.
 Sementara aku lainnya menulis  seperti mengendangi
 Surya Anaya Larang hak asasi warga dalam keberagaman seksual (LGBT) sudah … apalagi, hayooooo …
Su Gi Bentar lagi PETRUS Prof….😂
ada akun yang juga menuliskan No coment dari Ramdhana A. Halim No comment, masih mencermati?
Pun dari
 Rahmad Sukatendel Sarkasme yang elegant pak prof…
Ada juga yang mengkritisi Professor Ariel ini dengan menulis:
Ketut Triyasa Kalau ada yang ganggu kedaulatan dan kehormatamu apa kau tetep diam saja
Ardy Widyarso Yg mau digebug bukan korban PKI-65 Prof… kalau PKI muncul lagi ! Sebab ada aturan tap mprs nya…
Timothy J. Daun Jaman sudah berubah
Dan sejumlah tulisan lainnya yang tentunya tidak redaksi bahas.
Nampaknya kisah ini tak akan selesai disini. Diskusi ini bagusnya di buat forum khusus, memaknai status Ariel Heryanto agar tidak salah tafsir. Namun demikian Redaksi menilai itu sebuah kewajaran dalam sebuah media soscial yang ranahnya tak terbendung kritikan ini pastinya ada yang suka ada yang tidak suka.  Jadi tulisan Ariel Heryanto dalam status FBnya adalah sebuah ruang apresiasi, dan ini mestinya dibuka matanya ada ruang krtik yang bisa membangun dengan cara itulah bernegara menata tatanan bangsa lebih baik dan bahkan beradab. |AE/RED/JKST

Komentar Anda

LEAVE A REPLY