Home Nasional Daerah SBY-Prabowo Sepakat jadi Penyimbang dan Koreksi bagi Pemerintah

SBY-Prabowo Sepakat jadi Penyimbang dan Koreksi bagi Pemerintah

0

Setelah melakukan pembicaraan secara tertutup selama kurang lebih dua jam, Kamis (27/7/2017)  di Puri Cikeas, Bogor, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggelar jumpa pers. Kepada wartawan, keduanya menyatakan keprihatinannya atas kondisi demokrasi di Indonsia saat ini.

Tidak seperti yang diprediksi sejumlah kalangan, SBY menyatakan pertemuan itu bukan untuk menggalang koalisi baru. Namun SBY mengakui jika kedua pemimpin partai politik ini akan terus menjalin komunikasi yang lebih baik.

“Pertemuan kami pada malam hari ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang sangat luar biasa,” ujar SBY yang mencotohkan beberapa kali pertemuan antara dirinya dengan Jokowi, serta Prabowo dengan Jokowi dan sebagainya.

“Barang kali yang menjadi luar biasa mungkin pertemuan ini terjadi setelah pada tanggal 20 Juli yang lalu dalam rapat paripurna DPR RI, Partai Gerindra Partai Demokrat, PAN dan PKS berada dalam satu kubu,” kata SBY.

Namun pertemuan itu pantas menjadi berita besar karena kedua tokoh sama-sama menginginkan pertemuan ini setelah adanya perkembangan politik di DPR.  “Kami bertemu dengan niat dan tujuan yang baik mudah-mudahan rakyat mengetahuinya dan negara juga mendengarkannya,” kata SBY.

Dalam pertemuan itu akhirnya juga dicapai kesepakatan kedua pemimpin partai politik untuk terus mengawal demokrasi di Indonesia.

“Kami bersepakat untuk terus mengawal negara ini, mengawal perjalanan bangsa Indonesia dalam kapasitas kami, dari posisi kami agar perjalanan bangsa ini mengarah kepada yang benar.  Agar Apa yang dilakukan oleh negara benar-benar untuk kepentingan rakyat,” kata SBY.

SBY juga mengingatkan apabila yang dilakukan negara dan pemerintah benar tepat sesuai dengan kepentingan rakyat, maka mereka dukung tapi jika tidak tepat, tidak benar dan apalagi melukai dan mencederai rakyat, maka SBY akan memberikan koreksi kritisi secara tegas dan terang .

“Kami juga memikirkan bagaimana sebuah gerakan moral dilakukan oleh gerakan politik tapi juga gerakan moral gerakan ini diperlukan manakala perasaan dan kepentingan rakyat dicederai,” kata SBY.

SBY dan Prabowo hingga akhir pertemuan tidak menyatakan akan membentuk koalisi. Namun keduanya sepakat untuk selalu menjadi penyeimbang bagi pemerintah.

“Saya gunakan kesempatan ini untuk menyampaikan pandangan-pandangan ataupun hal-hal yang saya anggap penting dari apa yang saya sampaikan ini saya harus mengatakan bahwa power must not go uncheck,” kata SBY.

Ia juga mengingatkan apabila pemerintah sudah melakukan abuse of power maka seperti halnya negara di dunia dan di Indonesia, penggunaan kekuasaan melampui batas maka rakyat akan memberikan koreksinya. “Ini sebagai bentuk kesetiaan kami kepada negara kepada pemerintah kepada pemimpin kami,” ucap SBY. |breakingnews/PRS

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.