Home Nasional Hukum Pertemuan Prabowo-SBY, Bakal Kalahkan Jokowi-Gatot di Pilpres 2019?

Pertemuan Prabowo-SBY, Bakal Kalahkan Jokowi-Gatot di Pilpres 2019?

0
SHARE

POROSNEWS – Meski pertemuan Prabowo-SBY sudah berlalu, namun secara politik itu  sebagai fenomena yang menarik. Koalisi SBY dan Prabowo menuju Pilpres 2019 akan melahirkan kekuatan besar, dimana bisa saja saja Prabowo berduet dengan Agus Yudhoyono melawan Jokowi Gatot Nurmantyo atau Jokowi- Setnov.

Koalisi Prabowo- AHY mampu mengalahkan Jokowi jika pilpres berjalan jujur dan adil, ungkap seorang analis..

“Saya melihat pertemuan SBY dan Prabowo ini satu pembukaan yang akan memunculkan perkubuan politik yang hanya bisa diimbangi kombinasi Megawati dan Jokowi, puncaknya adalah 2019. Jika Jokowi terpilih kembali, tentu pemerintahan akan diteruskan. Jika Prabowo bisa mengalahkan, tentu yang di luar pemerintahan saat ini yang akan meneruskan,” kata founder Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA.

Denny lantas mengungkap peta politik nasional saat ini. Ia menyebut ada empat pusaran kekuatan politik yang kuat.

Presiden Joko Widodo kembali  menegaskan, ambang batas pencalonan presiden ( presidential threshold) sangat diperlukan untuk melahirkan presiden yang berkualitas serta memiliki dukungan mayoritas parlemen.

 

Hal ini disampaikan Jokowi menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyebut presidential threshold adalah lelucon untuk membodohi rakyat.

“Coba bayangkan, saya ingin berikan contoh, kalau 0 persen, kemudian satu partai mencalonkan, kemudian menang, coba bayangkan nanti di DPR, di parlemen,” kata Jokowi saat dicegat wartawan usai menghadiri peluncuran program pendidikan vokasi dan industri, di Cikarang, Jumat (28/7/2017).

Jokowi mengatakan, ia yang awalnya didukung 38 persen kekuatan parpol di parlemen saja kewalahan. Apalagi, jika presiden terpilih memiliki kursi yang sangat minim di parlemen.

“Ini proses politik yang rakyat harus mengerti, jangan ditarik-tarik seolah-olah presidential treshold 20 persen itu salah,” ucap Jokowi.

Kepala Negara juga mengingatkan, ketentuan presidential threshold sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional sudah disepakati bersama antara pemerintah dan DPR. (K)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY