Home EKONOMI Aduh…Sebenarnya Tidak Pantas, Tersangka Korupsi e-KTP Akan Bacakan Teks Proklamasi di HUT...

Aduh…Sebenarnya Tidak Pantas, Tersangka Korupsi e-KTP Akan Bacakan Teks Proklamasi di HUT RI 72

0
SHARE

POROSNEWS  – Wakil Ketua DPR-RI, Agus Hermanto, mengatakan, status tersangka dari Ketua DPR RI, Setya Novanto, belum mengubah agenda pembacaan teks proklamasi pada 17 Agustus nanti. Saat ini, kata dia, belum ada perubahan rencana terkait siapa yang akan membacakan teks proklamasi menggantikan Setya Novanto.

“Hari ini apakah keputusan itu sebelum kita terima pemberitahuan, tapi yang jelas segala sesuatu pasti disesuaikan dengan keadaan yang ada,” ujar dia saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (7/8).

Agus menjelaskan, polemik terkait pembacaan teks proklamasi ini akan disesuaikan juga dengan hal-hal yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, termasuk status tersangka yang ditetapkan KPK pada Setya Novanto. Agus mengatakan, akan dipastikan acara peringatan kemerdekaan berjalan dengan baik dan sesuai koridor hukum.

“Yang jelas kita semua mengikuti aturan dan koridor yang ada,” jelas dia.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini menjelaskan, untuk status tersangka Setya Novanto sendiri sudah dijelaskan dalam undang-undang MD3. Selama dari Fraksi Golkar tetap mempertahankan Setya Novanto, kata dia, semuanya tentunya sesuai koridor undang-undang terpenuhi,

“Sehingga tentu kita tidak bisa masuk wilayah itu yang berhak masuk ke wilayahnya itu adalah fraksi partai Golkar. Sesuai aturan kita tidak bisa masuk ke wilayah-wilayah yang bukan wilayah kita,” ujar dia mengakhiri.

Kalangan publik menilai tidak pantas Setnov yang tersangka korupsi e KTP baca teks prokalmasi sebab Jokowi bakal dicela publik dan jadi tertawaan rakyat.

“Pak Setya (Novanto) kan nanti baca teks proklamasi, jadi beliau perlu tahu caranya,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno seusai acara geladi bersih upacara peringatan kemerdekaan, di Istana Merdeka, Sabtu siang.

Pratikno menuturkan, upacara peringatan kemerdekaan RI akan dihadiri oleh pejabat negara dan elemen masyarakat lainnya. Upacara tersebut akan dimulai pukul 10.00 WIB pada Senin (17/8/2015).

Ditemui secara terpisah, Novanto mengaku siap membacakan teks proklamasi saat upacara nanti. Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut berharap upacara berjalan lancar tanpa kendala apa pun.

“Ya, sudah dilakukan sebaik-baiknya dan mudah-mudahan semua berjalan lancar, aman, dan tertib,” ucap Novanto.

Pantaskah?

Kontroversi pun mencuat terkait pembacaan teks proklamasi oleh Setya Novanto. Pasalnya, status Novanto saat ini adalah tersangka dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.

“Bagaimana kita ini akan menghargai bangsa dan negara  Indonesia, kalau penguasa yang punya hak atas semua peristiwa di istana membuat yang sakral menjadi  tidak berharga. Publik bakal mencela Jokowi-JK dan rakyat pun mentertawakan Jokowi-JK kecerobohan/kelalaian semacam ini,” ungkap peneliti Freedom Foundation, M.Fatur.

Lebih lanjut Fatur yang jebolan UIN Jakarta mengatakan, pelajaran apa yg ingin kita ceritakan pada anak -anak bila dalam catatan sejarah peristiwa Sakral Peringatan Kemerdekaan Indonesia,  ternyata teks proklamasi dibacakan oleh seorang tersangka kasus mega korupsi?

“Teks proklamasi saat Indonesia Merdeka dibacakan oleh Bung Karno, apakah Bung Karno dan para pejuang kemerdekaan tidak nangis di alam sana kalau melihat teks kemerdekaan dibacakan seorang tersangka korupsi?” katanya.

“Maafkan kami  Bung Karno dan juga para Pahlawan, kami rakyat Indonesia yg mencintai Indonesia dengan sungguh -sungguh ini tidak bisa menjaga kehormatan bangsa ini, karena saat ini negara ini dikuasai oleh orang -orang yg tidak mengerti arti kehormatan bangsa dan negara yg engkau perjuangkan dengan darah, air mata dan nyawa,” demikian Fatur dalam rilisnya. |mr/km/KFRT

Komentar Anda

LEAVE A REPLY