Home Nasional Daerah MEIKARTA: “BANGUN DULU, IJIN KEMUDIAN”

MEIKARTA: “BANGUN DULU, IJIN KEMUDIAN”

0
SHARE

Belum lupa dari ingatan kita tentang reklamasi jakarta, kini muncul hal yang sama yaitu PEMBANGUNAN MEIKARTA.

Jika sempat membuka-buka halaman di sejumlah media cetak nasional, ada promosi kota yang akan dibangun oleh kelompok usaha milik taipan James Riady. Begitu juga jika berkunjung ke mal-mal yang dimiliki oleh Lippo Group, Anda akan mendapati kounter penjualan kota tersebut.

Ya, kota baru itu bernama MEIKARTA, terletak di kota Cikarang, Bekasi, kawasan yang tengah berkembang pesat dan dijanjikan akan menjadi kota paling modern, terindah dengan infrastruktur terlengkap di Asia Tenggara.

Proyek raksasa senilai Rp 278 triliun, pada tahap pertama lahan yang akan dibangun seluas 22 juta m2 untuk perumahan sebanyak 250 ribu unit dan dapat menampung 1 juta jiwa. Diharapkan Desember 2018 sudah siap huni.
Sekaligus membangun 100 gedung pencakar langit dengan tinggi masing-masing 35-46 lantai.

Di kawasan ini juga terhubung dengan berbagai moda transportasi yang kini tengah dibangun pemerintah, antara lain kereta api cepat Jakarta-Bandung.

TERNYATA, PEMBANGUNA MEIKARTA YANG BERJALAN SEJAK AWAL 2016 TAK SEDIKITPUN MENGANTONGI IJIN, HINGGA KINI..
TAK BISA MIKIR LAGI NICH..!

—0—

DAMPAK PILKADA JABAR 2018

Sikap keras Deddy Mizwar yang memperingatkan Lippo agar berhati-hati, jangan membuat “negara dalam negara” bisa menjadi signal kemana haluan politik LIPPO GROUP ini diarahkan.

Bila Deddy Mizwar sebagai calon Jabar 1 tak bisa dipengaruhi dan diajak bicara, maka sangat logis bila mereka melirik, atau jangan-jangan malah sudah mempersiapkan calon gubernur lainnya.

Politik dan bisnis memang tidak bisa disatukan,

Politik yang ideal, berbicara bagaimana melayani kepentingan warga sebanyak-banyaknya.

Sementara bisnis, berbicara bagaimana mendapatkan keuntungan dari warga sebanyak-banyaknya.

Dalam demokrasi langsung, praktiknya menunjukkan sebaliknya. Kebanyakan politisi berusaha mendapatkan dukungan dari warga sebanyak-banyaknya dan kemudian mengabdi kepada sekelompok kecil pengusaha yang sudah mengeluarkan banyak dana untuk membiayai kampanyenya.

Rakyat bodoh bilang, inilah DEMOKRASI OLIGARKI
Jika mencoblos nanti, perlu dipahami SIAPA CUKONG MEREKA.

(sumber data: hersubeno Arief)

ditulis dari FB Paskah Irianto

Komentar Anda

LEAVE A REPLY