Home Nasional Daerah Aduh… Ridwan Kamil Masih “Jomblo-pol”

Aduh… Ridwan Kamil Masih “Jomblo-pol”

0
SHARE

POROSNEWS – Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 makin hangat dibicarakan, sang walikota Bandung  Ridwan Kamil yang semula diusung partai Nasdem terlunta lunta, ia masih saja “JombloPol” alias Jomblo Politik.

Hingga saat ini RK masih mencari jodoh untuk menjadi wakilnya, sudah Bima Arya dipinang, UU Ruzamul Ulum, dan lain-lain, tapi semuanya belum pasti,Bima bahkan menolaknya. Ia memilih berjuang dalam Pilwalkot Bogor 2018.

Dalam satu kesempatan RK mengatakan “Kriteria sederhana yaitu punya kepemimpinan kedua punya elektabilitas,”

Ia menjelaskan jika pasangannya hanya memiliki satu aspek (kepemimpinan atau elektabilitas) maka akan tampak sulit untuk berkoordinasi dengannya.

“Kadang punya kapasitas (kepemimpinan) tapi tidak terkenal, atau terkenal tapi tidak punya kepemimpinan kan susah kalo punya modal beken saja,” tambah Ridwan Kamil.

Ia mencoba berkomunikasi dengan beberapa partai agar memuluskan langkahnya menuju Pilgub 2018. “Dalam waktu dekat, sudah finalisasi dengan PKB. Namun kan kursinya masih kurang, sehingga perlu komunikasi dengan partai lain,” tambah Ridwan Kami.

“Tidak hanya dengan satu atau dua orang tapi juga dengan partai-partai lain,” ujarnya.

Ditolak Demokrat

Gelisahnya RK soal Pilgub Jabar 2018 ini semakin nyata karena saat di Cianjur saja acara sosialisasi sepi pengunjung, belum dukungan tidak terlalu kuat dari partai yang saat ini baru mendapatkan dukungan pasti dari Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dikabarkan akan deklarasikan dukungan pada 9 September 2017 akhir pekan ini.

Sejumlah media pada Selasa,(5/9/17) ramai menulis Partai Demokrat diprediksi berpeluang memberikan dukungan bagi RK untuk Pilkada Jabar 2018 mendatang, mungkin juga ada opini agar Partai Demokrat yang belum menentukan arah koalisi dalam peta Pilkada Jabar kepincut RK, hal ini sah saja. Pernyataan ini sebenarnya juga ada pesimisnya jika RK mengatakan kalau Demokrat gabung juga bagus. Tapi kalau tidak juga ada PKB dan PPP, jadi genap 21 (kursi) kan, katanya di Unisba.

Tim REDAKSI mencari tahu apa benar ada rencana RK bertemu dengan Presiden ke 6? Dari lingkaran Partai Demokrat (PD) dan lingkaran dalam Cikeas redaksi mendapatkan informasi yang A1 yang diperoleh lumayan mengejutkan. Kemungkinan tipis bisa bertemu kembali.

“RK memang sedang berusaha untuk ketemu tapi sepertinya kita sudah tidak,”kata sumber kami dengan tegas disampaikan lewat saluran Whatsapp (WA) Rabu, (9/6/2017)

Sumber kami juga mengatakan dulu sudah pernah ketemu, namun tidak sepakat karena kita ngajuin wakil dia tidak mau. Ya bubar, jelas sumber tadi.

“Jika sekarang mau lagi, tapi kita sepertinya tidak akan dukung,” tegas sumber kami yang belum mau disebutkan namanya itu.

Jadi benar nih tidak akan dukung RK?

“Iya betul, kita tidak dukung, jagoan Partai Demokrat kan ada juga, Nanti kita tetap coba dorong, namun semua tergantung eskalasi politik. Jika memungkinkan dapat pasangannya kita dorong Kader Demokrat,”jelasnya.

Siapa jagoan Demokrat pastinya banyak yang tahu dan silakan terka siapa dia?

|PRS/JBH/TJ/JBS/MD

Komentar Anda

LEAVE A REPLY