Home Nasional Hukum Pertanyaan dr.Zulkifli S Ekomei tentang Impor Senjata Api dan Amunisi di Impor...

Pertanyaan dr.Zulkifli S Ekomei tentang Impor Senjata Api dan Amunisi di Impor PT. Mustika Duta Mas untuk Korps Brimob Polri

0
SHARE

POROSNEWS – Pertanyaan mengejutkan dan beredar ramai di media social Whataps (WA) dr Zulkili S Ekomei ini mempertanyan soal impor senjata. berikut isinya:

Mohon klarifikasi pihak berwenang terhadap info ini, biar jelas, saya, dr.Zulkifli S Ekomei, sebagai warga negara Republik Indonesia pemegang KTP : 3276100105560001, berhak mendapat informasi sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik.

Perihal : Impor Senjata Api dan Amunisi yang Di Impor oleh PT. Mustika Duta Mas dan akan Distribusikan Ke Korps Brimob Polri.

I. Fakta-Fakta
Pada hari Jum’at tanggal 29 September 2017 Pukul 23.30 WIB bertempat di Gudang UNEX Area Kargo Bandara Soekarno Hatta Telah tiba impor senjata Api dan Amunisi yang diimpor oleh PT. Mustika Duta Mas yang akan didistribusikan ke Korps Brimob Polri dengan menggunakan Pesawat Charter model Antonov AN-12 TB dengan Maskapai Ukraine Air Alliance UKL-4024, Dapat dilaporkan sbb :

a. Pesawat charter model Antonov An-12 TB dengan maskapai Ukraine Air Alliance UKL 4024 dengan data pengirim ; Arsenal JSCO 100 Rozova Dolina STR, 6100 Kazanlak Bulgaria, dengan alamat penerima ; Bendahara Pengeluaran Korps Brimob Polri Kesatriaan Amji Antak Kelapa dua Cimanggis, Indonesia. Pesawat tersebut memuat senjata api dan amunisi yang diimpor oleh PT. Mustika Duta Mas untuk didistribusikan ke Korps Brimob Polri.

b. Adapun urutan kegiatan antara lain:
1. Pkl 23.30 WIB Pesawat Landing di Bandara Soekarno Hatta,
2. Pkl 223.45 WIB Unloading barang mulai
3. Pkl 01.25 WIB Unloading barang selesai, barang digeser ke Kargo Unex.

c. Adapun data barang sbb ;

1. Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46mm sebanyak 280 pucuk. Dikemas dalam 28 box (10 pucuk/box), dengan berat total 2.212 kg.

2. Amunition Castior 40mm, 40x 46mm round RLV-HEFJ with high explosive fragmentation Jump Grenade, dikemas dalam 70 box (84 butir/box) dan 1 box (52 butir), total 5.932 butir (71 box) dengan berat 2.829 kg.

d. Hingga saat ini rekomendasi Kabais TNI terkait ijin masuk impor barang tersebut belum diterbitkan, meskipun sudah diajukan berdasarkan Surat Dankorps Brimob Polri kepada Kabais TNI Nomor B/2122/IX/2017 tanggal 19 September 2017.

e. Pihak Korps Brimob Polri tidak akan mengambil barang tersebut sebelum terbit rekomendasi dari Bais TNI dan Proses Kepabeanan selesai, dan saat ini barang diendapkan di Gudang UNEX Area kargo Bandara Soekarno Hatta menunggu rekomendasi dari Bais TNI.

II. Catatan : Selama kegiatan berjalan tertib dan aman, perkembangan situasi akan dilaporkan pada kesempatan pertama.

|PRS/RED

Komentar Anda

LEAVE A REPLY