Home EKONOMI Presiden Kecewa dan Marah Pertumbuhan Cuma 5%? Mau Kemana Sri Mulyani, Darmin,...

Presiden Kecewa dan Marah Pertumbuhan Cuma 5%? Mau Kemana Sri Mulyani, Darmin, Rini dan Tim Ekuin, Ambrol?

0
SHARE

Awal pekan ini Presiden  Jokowi dikabarkan melampiaskan kekecewaan dan kemarahannya kepada para menteri ekuin karena pertumbuhan ekonomi cuma 5%.  Sedangkan  omongan besar  Menkeu Sri Mulyani  Indrawati (SMI) dan Menko Darmin Nasution dan Tim Ekuin lainnya terbukti cuma ‘’verbalisme kosong’’ belaka. Ekonomi stagnan, daya beli rakyat  merosot dan  korupsi merajalela serta  harapan rakyat bagi kehidupan ekonomi yang lebih baik, semakin  suram dan menuju sirna.  Jangan jangan ambrol dan  kobol-kobol, gelap rasanya.. Demikian pandangan dan kabar  yang disampaikan oleh F Reinhard (peneliti  dan analis the New Indonesia Foundation)  dan Muslim Arbi, pengamat politik jebolan HMI ITB.

”Dalam sidang kabinet,  saya dengar sudah bukan rahasia umum lagi bahwa Jokowi dikabarkan marah dan kecewa  dengan bahasa ”sedemikian rupa” pada Menteri SMI, Menko Darmin, Menteri Kelautan Susi dan Mentan Amran karena prestasi mereka  tak jelas, buram  dan tidak cukup bukti yang kredibel,” kata kedua pengamat itu.

Bahkan  beberapa bulan lalu Jokowi  pernah menantang Menteri Keuangan Sri Mulyani  Indrawati (SMI) agar pertumbuhan ekonomi 2017 bisa mencapai 5,3 persen-5,5%. Namun Sri Mulyani mengelak dan mengaku hanya sanggup mencapai 5,1 persen walaupun Asia Development Bank meramalkan bisa tumbuh sampai 5,3 persen dan Bank Dunia meramalkan bisa tumbuh 5,2 persen.  Nyatanya, pertumbuhan  di bawah Darmin Nasuiton-Sri Mulyani sampai kuartal ini hanya 5%. Ekonomi stagnan dan daya beli rakyat merosot.

Ketidak sanggupan Sri Mulyani ini patut  dipersoalkan Jokowi dan dipertanyakan, sedangkan jurus-jurus  Sri Mulyani  untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi sudah habis atau bahkan gagal.  Bahasa tubuh dan omongan verbal SMI sendiri selaku Dewi Neolib masih kurang yakin akan tercapainya target 5,1 persen tersebut . Dan ternyata cuma tumubuh 5%.

Dengan hanya  tumbuh 5% segitu maka legacy Jokowi ke rakyat sudah punah, tak ada yang dibanggakan dan tergerus sudah kepercayaan rakyat pada Jokowi. Maka tak mengherankan kalau lebih  banyak rakyat yang kecewa pada kinerja Tim Ekonomi Kabinet dan akhirnya mensasar ke muka Jokowi sendiri.

Dan Jokowi jadi sasaran segala kecewa, protes, demo, kemarahan dan cacimaki public/rakyatnya sendiri. Duh, kasihan sekali Pak Jokowi Pertanyaannya: Sampai kapan Jokowi percaya Tim Ekonomi yang neoliberal, lembek, textbook dan  duplikatif  Bank Dunia/IMF  ini? |TIM KNFRT

Komentar Anda

LEAVE A REPLY