Home Nasional Daerah OPM, BRIMOB & STAFSUS PRESIDEN

OPM, BRIMOB & STAFSUS PRESIDEN

0
SHARE

OPM, BRIMOB & STAFSUS PRESIDEN

Pos Brimob di Papua ditembaki. Tapi Stafsus Presiden minta Brimob jangan menyerang balik. Karena gerombolan OPM itu cuma minta kesejahteraan dan kemakmuran.

Haiiishh…!
Asal bukan Islam, gak masalah bikin onar.

Stafsus pak Presiden tau aja deh!
OPM mah gak bakalan kena label anti kebinnekaan. Tak mungkin juga digeruduk oleh Densus. Karena menembaki polisi kan bukan Radikal. Biasa saja itu.

Jadi tenaang aja pak Stafsus.
Kalau perlu, Brimob ditembak pipi kiri, kasih pipi kanan.

OPM kan bukan teroris, karena jidatnya gak lebih item dari warna badannya. Mereka gak piara jenggot. Gak ngajar ngaji atau koleksi buku2 agama Islam. Juga gak pake celana cingkrang.
So, dijamin kebal dari cap teroris.

Gak cuma dibiarkan. Kalau menengok sejarah, bukan gak mungkin jika kelak pelaku malah bakal diundang ke istana. Dianggep OPM adalah kita. Kayak Tagline jaman masih ada orang yg demen main ke gorong2 dulu.
Iya betul, macem pelaku pembakar masjid dulu itu. Mereka akan ditanya ada ketidakadilan apa disana. Mau kesejahteraan macem apa. Mereka akan dianggep kalangan sendiri, karena syarat2 nya kan sudah dipenuhi. Yaitu OPM bukan orang Islam. Wong gak ada orang Islam Papua yg ikut gerakan Papua Merdeka.

Kemarin waktu ada penggerudukan dan perusakan kantor Kemendagri oleh sekelompok orang Papua, Stafsus Presiden juga mendesak polisi supaya mereka dibebaskan. Jangan ditahan.
Kayaknya pak Stafsus asal Papua itu, kalau perlu diangkat jadi Komandan Brimob deh..! Biar lebih leluasa ngatur2. Anak buah akan makin dilarang menembak balik penyerangnya.
Hasilnya? Anggaran buat amunisi akan rendah. Tapi ongkos buat biaya peti mati, antar jenazah, uang duka dll, bakal naik tinggi.

☛☛☛ CATAT YA.
Ini tulisan bukan soal Brimobnya, Polisinya, atau Istananya. Tapi soal HAK DAN KEINGINAN RAKYAT MUSLIM UNTUK DIPERLAKUKAN ADIL DAN SETARA.

Tulisan di atas adalah kumpulan komen atau rangkuman pendapat masyarakat yg muncul di medsos, sejak 3 hari lalu pak Stafsus Presiden mengeluarkan statemennya itu.

SEBETULNYA PENDAPAT PAK STAFSUS ITU BAGUUUS SEKALI. PENUH DENGAN SIKAP BIJAK. YAITU PEMERINTAH DAN APARAT DIMINTA UNTUK MELAKUKAN PENDEKATAN PERSUASIF DAN KEMANUSIAAN KEPADA RAKYATNYA YANG MEMBERONTAK. JANGAN MEMBALAS KEKERASAN DENGAN KEKERASAN.

TAPI KETIKA PERLAKUAN ITU HANYA KHUSUS DIBERLAKUKAN KEPADA NON MUSLIM, MAKA PENDAPATNYA MENJADI ANOMALI. ABNORMAL. DIMANAKAH KEADILAN..?

Untung OPM BUKAN ISLAM. Kalau tidak, sudah habis mereka. Jangankan orang Islam berani menembaki Brimob, pengalaman mencatat: Ketika orang Islam sudah dicurigai, Siyono yang cuma guru ngaji saja bisa ditangkap dan mati.

Agi Betha

Komentar Anda

LEAVE A REPLY