Home Nasional Daerah INILAH PERMINTAAN MAAF GP ANSHOR GARIS LURUS

INILAH PERMINTAAN MAAF GP ANSHOR GARIS LURUS

0
SHARE

INILAH PERMINTAAN MAAF GP ANSHOR GARIS LURUS

KAMI SEGENAP JAJARAN GP. ANSHOR GARIS LURUS mengucapkan…: “permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas pembubaran pengajian Ustadz Felix Siauw di Masjid Manarul Islam Bangil, Sabtu (4/11/2017) oleh OKNUM BANSER “MERAH” (susupan PKI). Kami sangat mengecam keras atas tindakan tidak terpuji yang telah dilakukan oleh oknum-oknum susupan tersebut kepada saudara seiman, apapun madzhab, manhaj, ataupun ormasnya.”

Khittah GP Anshor adalah mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Anshor. GP Anshor harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Anshor, yakni sebagai penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang dipegang teguh setiap anggota GP Anshor (Garis Lurus).

Penyusup yang masuk ke dalam tubuh gerakan Islam bukanlah hal baru. Jika dulu ada Si merah yang disusupi PKI, maka hari ini ada NU merah yang juga disusupi Liberal & PKI. Tujuannya adalah merusak NU dari dalam agar umat Islam di luar NU membenci NU secara keseluruhan, dan akhirnya umat pun terpecah belah sehingga kekuatan Islam melemah (ini tujuan intinya). Yang jadi masalah, penyusup-penyusup tersebut sudah masuk ke tingkat elit NU, ini adalah pekerjaan berat kami selaku nahdliyyin untuk membersihkan NU dari para penghianat agama, bangsa dan negara.

GP Anshor Garis Lurus berkomitmen untuk selalu mendukung seluruh gerakan Islam di Indonesia, baik itu HTI, FPI, MMI, FUI, dan lain-lain yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu.

Jika menemukan NU “Merah”, jangan benci NU-nya, karena akhlaq mereka sangat jauh dari khittah NU. Sangat mudah untuk mendeteksi NU Merah, lihat saja cara mereka bicara, lihat akhlaq mereka dan lihat kemana mereka berpihak, apakah kepada Islam dan kaum muslim atau kepada penguasa dzolim? In syaa’ Allah masih banyak warga NU garis lurus yang senantiasa melakukan perbaikan di dalam tubuh NU.

Perlu kami informasikan juga bahwa kini website NU, fanpage facebook yang berbau NU, Banser, GP Anshor dan Gus-dur, mayoritas kini dipegang oleh penyusup-penyusup Liberal & PKI, maka jangan merasa aneh jika isinya nampak kontra terhadap Islam. Semoga umat tidak terpancing, dan Islam tetap bersatu. Bi idznillah…! Aamiin….

#GPAnsorGarisLurus
#BanserGarisLurus
#NUPutih
#NUGarisLurus
#CyberGarisLurus
#BersihkanNUdariLiberal
#BersihkanNUdariPKI
#IslamBersatu

Diepi lain Pakar Hukum Pidana Profesor Romli Atmasasmita dalam cuitannya di twitter menanggapi aksi pembubaran pengajian Felix Siauw oleh sekelompok ormas yang menamakan diri mereka Ansor dan Banser.

Profesor Romli menyarankan agar pihak yang keberatan dengan aksi sepihak tersebut melaporkannya ke polisi dengan menggunakan ajuan Perppu Ormas yang baru saja disahkan.

Profesor Romli juga menyebutkan bahwa Banser, Ansor dan kelompok yang ikut-ikutan membubarkan pengajian, bisa dibubarkan pemerintah.

“Lapor polisi pake Perppu Ormas yang baru disahkan. Itu sudah melanggar Pasal 59 ayat 3c jika ormas pelakunya. Jika perorangan dikenakan KUHP,” tulis Profesor Romli.

Berikut isi pasal 59 di Perppu 2/2017:

Pasal 59

(1) Ormas dilarang:
a. menggunakan nama, lambang, bendera, atau atribut yang sama dengan nama, lambang, bendera, atau atribut lembaga pemerintahan;

b. menggunakan dengan tanpa izin nama, lambang, bendera negara lain atau lembaga/ badan internasional menjadi nama, lambang, atau bendera Ormas; dan/atau
c. menggunakan nama, lambang, bendera, atau tanda gambar yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan nama, lambang, bendera, atau tanda gambar Ormas lain atau partai politik.(2) Ormas dilarang:
a. menerima dari atau memberikan kepada pihak manapun sumbangan dalam bentuk apapun yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan / atau
b. mengumpulkan dana untuk partai politik.(3) Ormas dilarang:
a. melakukan tindakan permusuhan terhadap suku, agama, ras, atau golongan;
b. melakukan penyalahgunaan, penistaan, atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia;
c. melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum dan fasilitas sosial; dan/atau
d. melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(4) Ormas dilarang:
a. menggunakan nama, lambang, bendera, atau simbol organisasi yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan nama, lambang, bendera, atau simbol organisasi gerakan separatis atau organisasi terlarang;
b. melakukan kegiatan separatis yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan/atau
c. menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY