Home EKONOMI Daya Beli Pejabat Sedang Menguat

Daya Beli Pejabat Sedang Menguat

0
SHARE
Salamudin Daeng/IST

Oleh: Salamuddin Daeng

BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi kwartal ketiga 2017 hanya mencapai 5,06 %. Jangan terkecoh dengan point 06 di belakang. Jangan dikira 5,6 % ya.

Lemahnya daya beli masyarakat merupakan faktor utama penyebab pertumbuhan ekonomi yang rendah. Itu dikatakan oleh berbagai lembaga penelitian yang kredibel.

Mengapa? Karena 55 % sampai 60 % pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Ketika daya beli rumah tangga melemah, maka melemahlah pertumbuhan ekonomi.

Sebetulnya ini masalah sederhana. Hanya karena masyarakat kurang belanja karena masyarakat tidak punya uang. Masyarakat menjaga uang mereka untuk kebutuhan dasar dan pokok saja. Asal bisa nyambung hidup.

Untuk mengatasi masalah ini juga sederhana. Kelompok yang punya daya beli kuat harus didorong untuk belanja banyak banyak. Siapa mereka yakni para pejabat negara, presiden, para menteri, parapejabat BUMN,  kontraktor pemegang mega proyek.

Kelompok di atas saat ini pasti tengah menguat daya belinya hasil dari keuantungan berlipat ganda baik dari gaji, tunjangan,  keuntungan proyek proyek besar dan lain sebagainya. Seharusnya kelompok ini bisa belanja lebih banyak untuk membantu negara dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Untuk bisa belanja banyak maka harus sering sering menjalankan pesta pora, apakah dengan cara menikahkan anak, ponakan atau lain lain. Atau menikah lagi. Gak apa apa kalau itu bisa membantu pemerintahan ini meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Para ekonom pasti setuju jika presiden dan pembantu pembantunya menyelengarakan pesta pora setiap hari. Ini adalah jalan keluar untuk mengatasi daya beli masyarakat yang sedang melemah dengan menggantikanya dengan daya beli penguasa atau pejabat negara yang sedang menguat.***

Komentar Anda

LEAVE A REPLY