Home Nasional Daerah WOW…! Diduga Biaya Setnov Nabrak dan dibuat Videonya senilai Rp540 Juta

WOW…! Diduga Biaya Setnov Nabrak dan dibuat Videonya senilai Rp540 Juta

0
SHARE

PORSNEWS.COM – Setelah sikapi  AliaNsi Jurnalis Anti Sogokan (ANJAS) yang diketuai Adista Sipriariang secara tegas buat pernyataan atas kasus keterlibatan jurnalis salah satu televisi swasta yang diduga berkolaborasi dengan tersangka kasus korupsi E KTP Setya Novanto

kini beredar ada Estimasi budget dalam dunia Production House mungkin tahu semua hal ini, dan seelah diselediki kok  nyaris sama dengan kasusnya dengan runutan tabrakan sang ketua DPR yang tesangka itu. Jika ini benar maka baik dewan Pers maupu aparat hukum harus bisa menelusuri dengan dalam karena indikasi ini jika merujukANJAS yang menilai Bahwa dirasa perlu penegak hukum untuk turut memeriksa jurnalis terkait, perihal ada-tidaknya upaya menghalangi penyidikan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap tersangka korupsi. Sebab, keberadaan sang jurnalis dengan seseorang yang tengah diburu penegak hukum, langsung maupun tidak langsung, bisa diartikan sebagai upaya turut serta menyembunyikan orang yang diduga melakukan kejahatan. Sehingga berdasarkan KUHP, jurnalis terkait bisa turut dijerat hukum.

Di samping itu, ANJAS juga merasa perlu agar penegak hukum memeriksa asal-usul harta benda, deposito pada rekening jurnalis yang bersangkutan. Karena berdasarkan informasi yang beredar, jurnalis tersebut cukup dekat tersangka dan partai yang dipimpin. Dan dalam keseharian, ia diketahui memiliki harta benda yang nilainya tak wajar. Sehingga patut diduga, terdapat uang hasil dugaan korupsi yang dilakukan tersangka, yang mengalir kepada jurnalis tersebut.

Seluruh hal ini ANJAS minta, semata bertujuan agar citra jurnalis yang positif bisa terjaga. Sehingga peran jurnalis/media massa sebagai pilar demokrasi tetap layak disematkan.

Drama busuk itu terungkap juga. Diduga tak mau menghuni sel Setya Novanto mengeluarkan jurus pamungkasnya. Tersangka kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara dan rakyat Indonesia triliunan rupiah itu mengeluarkan jurus pura-pura kecelakaan.

Kamis malam 15 November 2017 Setya Novanto sudah bisa ditangkap karena KPK sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan. Namun beberapa jam sebelum ditangkap di rumahnya Novanto menghilang dengan alasan dibawa tamu misterius.

Akhirnya penyidik KPK dibawah pimpinan Aris Budiman pulang dengan tangan hampa. Lima jam mereka mencari Novanto gak ketemu. Juru bicara KPK Febry Diansyah sampai membujuk Novanto agar menyerahkan diri dan kemudian mengancam akan memasukkan politikus partai Beringin ini dalam DPO (Daftar Pencarian Orang).Kembali lagi bahwa jika ini benar. Sungguh orang-orang yang mengatur skenario untuk menyelamatkan Setya Novanto adalah orang-orang jahat yang hanya memikirkan kenikmatan uang tanpa memikirkan kejahatan Novanto terhadap uang rakyat Indonesia yang dirampoknya. Atau apakah jika Setnov di bui maka dia akan nyanyi dan akan banyak yang tersentuh. AMPUN!!!

|RED /RNZ

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY