Home Nasional LENGKAP SUDAH PENGHIANAT NEGARA

LENGKAP SUDAH PENGHIANAT NEGARA

0

Rini Jual Aset, Sri antek Kapitalisme Jago Ngutang… LENGKAP SUDAH PENGHIANAT NEGARA

Catatan: Arief Gunawan/ wartawan senior

KALAU televisi kita makin mengajarkan pemirsa untuk ‘’belilah’’ dan ‘’makanlah’’ melalui iklan-iklan yang mendorong hasrat hidup konsumtif, maka menteri-menteri di kabinet seperti Rini Sumarno dan Sri Mulyani mengajarkan ‘’juallah dan mengutanglah’’.
Sebab mereka tidak punya cara atau tidak ingin menempuh cara lain yang cerdas untuk menyelamatkan penerimaan negara.

Juallah aset-aset bangsa, mulai dari yang ada di dalam kandungan bumi, hingga jembatan, pelabuhan, Bandara, sampai jalan tol. Mengutanglah dan lakukanlah pengetatan potong anggaran (austerity), sehingga struktur APBN kita prioritas utamanya adalah bayar utang, selanjutnya pendidikan, dan baru kemudian infrastruktur.

Bagaimana kok bisa cara-cara fatal yang memerosotkan marwah dan wibawa bangsa seperti itu dibiarkan terus berlangsung? Apakah Presiden Jokowi diberikan informasi hoax oleh menteri-menteri tersebut?

Seperti diketahui dalam beberapa hari terakhir ramai diberitakan sejumlah aset negara yang jumlahnya cukup banyak mulai dari pelabuhan, jalan tol, jembatan, hingga Bandara ditawarkan kepada swasta-asing-aseng untuk dijual atau diberikan hak pengelolaan.
Yang terbaru terbetik kabar Bandara Soekarno-Hatta sedang ditawarkan kepada swasta-asing-aseng untuk dijual, atau diswastakan hak pengelolaannya.

Berikut ini adalah aset-aset milik negara yang disebut-sebut sedang dalam proses untuk dijual:

1. Tol Kanci-Pejagan, Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu), Tol Bali Mandara, Tol Pasuruan-Probolinggo, Tol Batang-Semarang, Tol Solo-Ngawi.

2. Pelabuhan Manokwari, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Ternate, Pelabuhan Pantoloan, Pelabuhan Pare Pare, Pelabuhan Kendari, Pelabuhan Biak, Pelabuhan Fakfak, Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Merauke.

3. Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Raden Inten II Lampung, Bandara Sentani Jayapura, Bandara Juwata Tarakan, Bandara Mutiara Palu.

Berbahaya sekali kalau negeri ini terus dikelola oleh menteri-menteri yang lancung, yang tidak memiliki visi dan keberpihakan kepada bangsa dan negerinya sendiri karena tidak memiliki kemampuan problem solver.
Sekarang saatnya Presiden Jokowi untuk mengusir (mereshuffle) mereka dari kabinet, apalagi dalam sisa waktu pemerintahan yang hanya tinggal dua tahun ini presiden masih memiliki kesempatan waktu yang cukup untuk memperbaiki kinerja pemerintahan dan menaikkan elektabilitas menjelang Pilpres 2019. *
Maksud Pemerintah menaikkan daya listrik (over suplay) ke masyarakat adalah agar masyarakat memasak pakai listrik
Suatu saat nanti LPG akan hilang
Sebelum ini terjadi, turunkan jokowi

NSD

Selamat pagi Indonesia , negara yg senantiasa hanya bisa menaikkan harga -harga dan tarif , kali ini rupanya diam -diam menaikkan Elpiji 12 Kg , sebesar Rp 10 ribu per tabung.
Sementara Elpiji yg 3 Kg yg dipakai rakyat banyak makin langka alias susah dicari .
Kapan hari Menteri ESDM, Ignatius Jonan , mendorong rakyat menggunakan kompor listrik, karena over suplay daya listrik.
Ironi sebuah negeri, gas dijual murah ke LN , rakyat sekarang dipaksa suruh banyak-banyak memakai listrik karena over suplay. Kenapa over suplay?karena listrik -listrik swasta punya pengusaha Tiongkok yg patungan dengan para pejabat sdh pada jadi dan menghasilkan listrik, dan PLN harus membeli listrik mereka. Jadi ibarat rakyat biasa makan satu piring sekarang harus makan tiga piring tapi tdk gratis , harus bayar. Makanya listrik 450, 900 dan 1300 akan dihapus. Ujungnya rakyat didorong pakai listrik yg banyak termasuk utk masak. Paham kan alurnnya?

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.