Home Nasional Daerah Rp10 Triliun Uang Besar, Aset DKI Ini Kemana Raibnya?

Rp10 Triliun Uang Besar, Aset DKI Ini Kemana Raibnya?

0
SHARE

POROSNEWS.COM – Aktivis dan pakar hukum EFfendi Saman mengatakan, bahwa kemarn terbongkar setoran PT APL sebesar 1,6 Triliun ke Pemprov DKI yang harus diungkap oleh KPK.
“Kini muncul lagi 10 Triliun Aset DKI yang harus di lacak kemana peruntukannya, uang itu besar kemana bisa raib tak jelas,” ujar ketua KomNas RIM kepada Redaksi Porosnews Selasa, (28/11).

Saman menambnhakan mulai terbongkar satu persatu siapa lu dan yang terlibat persekutuan jahat yang berpotensi merugikamn uang Rakyat.

“BPK dan KPK Wajib menindaklanjuti data dan harta kekayaan Pemprop Jakarta dan diduga bisa disalahgunakan sebelumnya oleh oknum,” tegas Saman.

Sebelumnya disebutkan bahwa BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta menyebut ada aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang harus ditindaklanjuti. Nilai dari aset-aset tersebut mencapai Rp 10 triliun. Selain itu, ada pula 6000 temuan BPK terkait laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta. Pemprov DKI menargetkan mendapat nilai wajar tanpa pengecualian (WTP) terkait aset dan laporan keuangan pada penilaian BPK selanjutnya.

“Dua atau tiga tahun lalu, ada hasil sensus aset. Pemprov DKI harus menindaklanjuti aset sekitar 10 triliun karena keberadaannya belum ditemukan,” kata Kepala BPK Perwakilan DKI, Syamsudin.

BPK merekomendasikan agar Pemprov DKI menelusuri aset-aset tersebut, utamanya yang berbentuk aset tetap seperti tanah dan bangunan. Dengan demikian, pada audit keuangan daerah di tahun anggaran 2017, hasil tindak lanjutnya bisa menjadi bahan koreksi BPK terkait permasalahan aset di DKI Jakarta.

Semnetra Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengatakan luar biasa PR besar. Saya akan kasih update setiap minggu dan juga fokus areanya satu adalah aset.

“Dua adalah temuan BPK, dan ketiga adalah menyatukan koordinasi sehingga SKPD itu punya solusi agar permasalahan ini agar 5 bulan ini bisa diselesaikan,” jelas Sandiaga.

Sandi juga menargetkan untuk menindaklanjuti 6000 temuan BPK terkait laporan keuangan Pemprov DKI. Di antaranya terkait item-item seperti lahan di Cengkareng, Jakarta Barat, Rumah Sakit Sumber Waras, serta pengadaan UPS.

“Terkait itu perlu diambil keputusannya segera. Saya dapat tugas dari Pak ANies agar item-item besar ini tertangani dengan baik dari segi hukumnya maupun akuntansinya, sehingga temuan ini bisa dikategorikan ‘ditindaklanjuti’ oleh BPK,” kata Sandi.

Nah loh jadi siapa sih yang main? |RED

Komentar Anda

LEAVE A REPLY