Home Nasional Hukum GOLKAR, MEIKARTA & RIDWAN KAMIL

GOLKAR, MEIKARTA & RIDWAN KAMIL

0
SHARE

KURSI KETUM GOLKAR PERTARUNGAN TERBERAT MEIKARTA

Meikarta, baca Lippo Group juga ikut bertarung dalam perebutan kursi Ketua Umum Partai Golkar, setelah Setya Novanto ditingkatkan statusnya menjadi tersangka dan menjadi tahanan KPK sejak hari Jumat 17 November 2017.

Meikarta akan berusaha sekuat tenaga untuk tetap mempertahankan genggamannya di Partai Golkar lewat kubu Setya Novanto, yaitu PLT Idrus Marham, Nusron Wahid dan Theo Sambuaga. Sementara Airlangga Hartarto didukung Wapres Jusuf Kala di kubu lain.

Perebutan kursi Ketua Umum Partai Golkar, kali ini sangat mengkuatirkan Lippo Group, karena menyangkut kepentingan Meikarta kedepan, sebab bisa jadi kalau kubu Wapres Jusuf Kalla dimana didalamnya ada Erlangga Sutarto dan motor penggerak pleno DPD Dedi Mulyadi memenangkan kursi Ketua Umum, maka dukungan kepada Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur Jawa Barat akan dianulir dan dialihkan kepada Kang Dedi Mulyadi Ketua DPD 1 Golkar Jawa Barat, yang juga adalah Bupati Purwakarta.

Kenapa Meikarta ikut bertarung dalam perebutan Jabatan Ketua Umum Golkar, tidak lain daripada tetap melanjutkan lobby mereka selama ini untuk mendukung Ridwan Kamil maju sebagai Jabar 1, tentu untuk kepentingan bisnis Meikarta kedepan.

Meikarta terbongkar soal perijinan proyek raksasa mereka yang belum memperoleh IMB, lewat ciutan Wagub Jawa Barat saat ini Deddy Mizwar. Ciutan Wagub tersebut besar mempengaruhinya terhadap kelangsungan bisnis Lippo Group kedepan di Meikarta.
Tentu hal ini tidak akan dibiarkan begitu saja, maka sudah barang tentu pula pertaruhan terbesar Meikarta yang dikomandoi James Riady akan berjibaku habis-habisan untuk ikut memastikan bahwa jabatan Ketua Umum Partai Golkar tetap aman dalam kendali mereka, serta dukungan terhadap Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur Jawa Barat tetap aman.

Kalau melihat kondisi diatas maka, arus uang akan mengalir deras dalam pertarungan perebutan kursi Ketua Umum Partai Beringin pada medio desember 2017 nanti.

Jakarta 01/12/2017
Novy Viky Akihary

Komentar Anda

LEAVE A REPLY