Home Nasional Hankam Syarwan Hamid Sesalkan Anulir Mutasi di TNI

Syarwan Hamid Sesalkan Anulir Mutasi di TNI

0
SHARE

POROSNEWS.COM – Adalah 16 PATI yang Dianulir Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang daftarnya Berikut  ini :

1. Letjen TNI Edy Rahmayadi NRP 30442, Pangkostrad jabatan baru sebagai Pati Mabes TNI AD;

2. Mayjen TNI Sudirman NRP 30786, Asops Kasad jabatan baru sebagai Pangkostrad;

3. Mayjen TNI A.M Putranto, S. Sos. NRP 31102, Pangdam II/Swj jabatan baru sebagai Asops Kasad;

4. Mayjen TNI Subiyanto NRP 32290, Aspers Kasad jabatan baru sebagai Pangdam II/Swj;

6. Brigjen TNI Gunung Iskandar NRP 32736, Waaspers Kasad jabatan baru sebagai Waaspers Panglima TNI;

7. Kolonel Inf Agus Setiawan, S.E. NRP 1900010990668, Pamen Denma Mabesad jabatan baru sebagai Waaspers Kasad;

8. Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A. NRP 30404, Dankodiklat TNI jabatan baru sebagai Staf Khusus Kasad;

9. Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr (Han) NRP 8971/P, Dankormar jabatan baru sebagai Dankodiklat TNI;

10. Brigjen TNI (Mar) Hasanudin NRP 9320/P, Kas Kormar jabatan baru sebagai Dankormar;

11. Brigjen TNI (Mar) Nur Almsyah, M.Tr.(Han) NRP 9645/P, Danpasmar II Kormar jabatan baru sebagai Kas Kormar;

12. Kolonel (Mar) Edi Juardi NRP 9646/P, Asops Kormar jabatan baru sebagai Danpasmar II Kormar;

13. Brigjen TNI Edison Simanjuntak, S.I.P NRP 30431, Pa Sahli Tk. II Ekku Sajli Bid. Ekkudag Panglima TNI jabatan baru sebagai Staf Khusus Panglima TNI;

14. Brigjen TNI Herawan Adji, M. Si (han) NRP 30465, Dir F BAis TNI jabatan baru sebagai Pa Sahli Tk II Ekku Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI;

15. Kolonel Kav Steverly Christmas P. NRP 1900016361267, Pa Sahli Tk. II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI jabatan baru sebagai Dir F Bais TNI;

16. Kolonel Inf Syafruddin NRP 32602, Paban IV/Ops Sops TNI jabatan baru sebagai Sahli Tk. II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI.

Mutasi yang dianulir  ini mendapat tanggapan purnawirawan TNI dan menyesalkan sehingga dianggap pembatalan tersebut dinilai telah melecehkan Panglima TNI sebelumnya. Termasuk institusi TNI sendiri. Syarwan Hamid sesalkan sikap Panglima  Marsekal Hadi Anulir Putusan Gatot Nurmantyo.

Sebab, mutasi Pati TNI tersebut sudah melalui proses di Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi TNI (Wanjakti TNI), yang dihadiri oleh sejumlah pihak, di antaranya Kepala Staf Umum TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, serta Angkatan Udara, Irjen TNI, Kabais TNI, Lemhannas, Kemenko Polhukam, dan Kemenhan.

“Saya meyakini putusan pembatalan ini tidak serta merta keinginan dari Panglima TNI Hadi sendiri. Tetapi ada perintah khusus, apakah itu dari pimpinan tertinggi dan kelompok tertentu, yang menginginkan mutasi tersebut dibatalkan,” ujar Hamid lewat rilis yang diterima redaksi, Rabu (20/12/2017).

Menurutnya, pembatalan mutasi ini sama saja melecehkan atau penghinaan terhadap Panglima TNI sebelumnya. Termasuk melecehkan institusi TNI sendiri.

“Sebagai senior TNI, saya menyesalkan dan prihatin. Pembatalan mutasi Pati ini sangat tidak lazim di tubuh TNI,” tegas mantan menteri era Presiden BJ Habibie itu.

Lebih lanjut, purnawirawan letnan jenderal AD ini mengatakan, ia melihat ada skenario besar dalam pembatalan mutasi Pati secara cepat ini. “Ini bukan kelakukan lazim Panglima TNI. Dan tidak ada alasan moral dan tradisi dalam pembatalan mutasi di tubuh TNI pasca pergantian panglima baru,” tegas Hamid

Sementara, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menghormati ke putusan Panglima TNI baru Marsekal Hadi Tjahjanto yang membatalkan mutasi 32 Pati tersebut.

“Biar saja itu kewenangan dan hak preogratif Panglima TNI yang sekarang. Seperti yang saya sampaikan, saya tidak melantik agar beliau
bisa menganalisa lagi, walau beliau ikut rapat dan memutuskannya,” kata Gatot.

Seperti diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menganulir keputusan Panglima TNI sebelumnya Jenderal Gatot Nurmantyo  tentang mutasi Pati TNI. Melalui Surat Keputusan Nomor Kep/9821/XII/2017 tanggal 19 Desember 2017, Marsekal Hadi mengubah keputusan Panglima TNI sebelumnya bernomor Kep/982/XII/2017 tanggal 4 Desember 2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan Lingkungan TNI. Melalui keputusan itu, Hadi menyatakan mutasi terhadap 32 Pati TNI tidak ada.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Fahdhilah mengemukakan alasan bahwa keputusan Panglima Hadi itu diambil atas kebutuhan organisasi di mana Hadi mempunyai wewenang untuk menganulir keputusan Gatot Nurmantyo. “‘Kan Pak Gatot sendiri sudah sampaikan akan diserahkan ke Pak Hadi untuk dilakukan evaluasi,” kata Fadhilah. |PRS/RES

Komentar Anda

LEAVE A REPLY