Home Nasional Daerah Potensi kerugian Negara Puluhan Milyaran Proyek Rumah Susun di Aceh Oleh Kementerian...

Potensi kerugian Negara Puluhan Milyaran Proyek Rumah Susun di Aceh Oleh Kementerian PUPR Basuki Hadimuljono , KPK Harus Bergerak

0
SHARE
UCHOK SKY KHADAFIY /POROSNEWS

Potensi kerugian Negara Puluhan Milyaran Proyek Rumah Susun di Aceh Oleh Kementerian PUPR Basuki Hadimuljono , KPK Harus Bergerak.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat pada tahun 2018 melakukan lelang Pembangunan Rumah Susun di seluruh Propinsi Aceh Darusalam.

Sebagian dari paket tersebut adalah Pembangungan Rumah Susun 1 dengan HPS (Harga Prakiraan Sendiri) sebesar Rp.13.3 miliar, dan Pembangunan Rumah Susun 2 dengan HPS sebesar Rp.12.8 miliar, dan Pembangunan Rumah susun 8 dengan HPS sebesar Rp.8.9 miliar.

Jadi total 3 paket diatas dengan jumlah HPS Sebanyak Rp.35.1 milyar ini dimenangkan oleh 3 Perusahaan yang sangat berpotensi merugikan keuangan Negara sebesar Rp.2.4 milyar. karena kelompok kerja II memilih perusahaan yang menawarkan harga yang paling tinggi dan mahal.

selanjutnya, yang paling aneh yang dilakukan oleh kelompok kerja Unit Layanan Pengadaan kelompok II Nanggroe Aceh Darussalam Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat adalah dalam penentuan perusahaan yang menang lelang ini. Ternyata ada perusahaan punya catatan buruk pada tahun 2016 tidak bisa mengerjakan dengan baik pekerjaannya , contohnya di Pesantren Madinatuddiniyah Babussalam Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireun, Aceh Utara sesuai batas waktu dalam kontrak , menurut info yang beredar bahwa perusahan tersebut diwajibkan mengembalikan potensi kerugian negara , bahkan ada perusahan yang dimenangkan tidak pernah punya pengalaman membangun rumah susun , entah kalau dibuat seolah olah pernah mendapat subkontrak , sehingga hal inilah yang menjadi target yang harus diverifikasi ulang oleh Kementerian PUPR.

Kemudian Pembangunan Rumah Susun 1 yang dimenangkan oleh PT.Riskaindo Jaya, yang ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp.886 juta. Sedangkan

Pembangunan Rumah Susun 2 yang dimenangkan oleh PT. Kana Harapan Jaya, juga berpotensi merugikan negara sebesar Rp.970 juta, Dan Pembangunan Rumah susun 8 dimenangkan oleh PT.Putra Nanggroe Aceh dengan potensi kerugian Negara sebesar Rp.641.6 juta.

Maka dari penjelasan diatas, kami dari CBA (Center For Budget Analysis) meminta kepada Mentari Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat, Basuki Hadimuljono untuk membatalkan ketiga lelang tersebut karena diduga adanya kongkalikong. Dan selanjutnya diminta KPK untuk segera turun tangan untuk memeriksa kelompok kerja Unit Layanan Pengadaan kelompok II Nanggroe Aceh Darussalam Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat.

Jakarta, 17 Maret 2018

Uchok Sky Khadafi

Direktur CBA

Komentar Anda

LEAVE A REPLY