Home Nasional Daerah Membongkar Konsep “KORUPSI BUKAN REJEKI BRO!

Membongkar Konsep “KORUPSI BUKAN REJEKI BRO!

0
SHARE

POROSNEWS.COM – DI sebuah pertemuan ada seorang yang akan di rekrut untuk sebuah Partai Baru. Ia tanpa sengaja menceritakan bahwa partai baru itu punya konsep Bagus. Apa konsepnya?

“KORUPSI BUKAN REJEKI BRO!”  itu konsepnya. Kami langsung terperangah. Karena konsep itu bukan punya Partai Baru itu. Lantas siapa yang punya. Yang punya adalah seorang seniman rupa dari sudah malang melintang didunia Advertising sebagai kreator. Kami menyebutkan dengan kreator, maklum kita sama sama pernah kerjasama. Secara konsep kami sering diskusi. Dan bahkan sejumlah karya kita saling kritik. Tiba waktu kitas diskusi soal negeri yang sangat masiv dengan KORUPSI, bukan masiv oleh KREATOR.

Mungkin juga kreator korupsi ada yang olah. Tapi buat apa agar terhindar dari jebakan OTT mungkin saja bisa. Kan simbolnya banyak bulai sapi, apel Washington, Duren dll. Tanpa mengurangi rasa hormat tulisan ini ditujukan kepada partai baru yang katanya mengusung konsep  “KORUPSI BUKAN REJEKI BRO!”. Jika saja mau mengunakan itu artinya Anda telah melakukan kejahatan intelektual. Kami serukan ini kenapa karena konsep yang “KORUPSI BUKAN REJEKI BRO!” kenapa bisa dipakai untuk landasan setiap yang mau melamar jadi komunikasi di partai baru itu.

Lukisan Menteri Hanif dilukis karya Turino dengan Tag: Korupsi Bukan Rejeki Bro

Segala bentuk konsep jika mengunakan “KORUPSI BUKAN REJEKI BRO!” kami akan gugat dan kami adalah pemilik paten dari ide genius seniman Turino dan tim yang telah membuat konsep “KORUPSI BUKAN REJEKI BRO!”. Sejumlah karya telah dibuat. Jika masih melakukan plagiat pasti kami akan lawan.

Kurator Taufan S Chandranegara. untuk Turino ini isinya:

Masih adakah nurani bening seperti di Pancasila itu? Ada. Di keyakinan pada kepastian “Nation Building”. Semoga tak sekadar menjadi slogan atau yel-yel besar dihenbus angin dalam ajang aklamasi kepentingan, tak berpihak pada rakyat pembentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekadar menjadi spanduk mengotori kota. Sekadar asosiatif jungkir balik persuasif pada opsi promo aksi; Itu bukan nurani Pancasila.

Nurani Pancasila adalah “Korupsi Bukan Rejeki Bro”, itu bukan sekadar slogan untuk ajang aksi reaksi pada sistem kekuasaan. Itu adalah suara nurani salah seorang rakyat, bernama, Turino Priyoatmojo, asal Solo Jawa Tengah, lahir 20 January 1961, seorang kreator seni komunikasi di ranah pemerintahan kontemporer Indonesia. Memberi info, mufakat, hakikat, makrifat bahwa korupsi wajib dibasmi.

Turino akan siap dengan Tokoh-tokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia di ajang pameran seni komunikasi dengan tema “Korupsi Bukan Rejeki Bro”, dengan kecepatan dan ketepatan visual di kalimat baca perdetik. Turino ingin bersama cita-cita negara dan bangsanya, bahwa rantai kejahatan korupsi, bersistem, sembunyi, di nadi sektoral laci-laci kekuasaan, wajib musnah, dibasmi oleh “Garuda Pancasila”.

Selama 3 tahun, Turino Priyoatmojo, menyiapkan konsep, pikiran-pikirannya, menuju cita rasa komunikasi pameran ini, bersama tim kinerjanya, valid dan pasti. Turino hanya ingin mengambil haknya sebagai anak bangsa, turut serta membantu Negara Kesatuan Republik Indonesia, menyuarakan ketidak adilan, pencurian hak-hak generasi bangsanya oleh “kejahatan kolektif korupsi atau koruptif”.

Semua orang tahu, termasuk, Turino Priyoatmojo bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan milik golongan, atau isme-aliran apapun. Indonesia adalah Pancasila, UUD 1945 dan Kebinekaannya. Jika masih ada para pengkhianat korupsi-provokatif-koruptif itu, mereka termasuk golongan “pencari rejeki dengan korupsi”. Apakah Indonesia rela? Tidak. Tapi jangan sekadar mengatakan “tidak”. Faktakan dan basmi.

Demikian pernyataan lawan plagiat pencuri konsep kreatif dalam kampanye.

Salam jangan curi karya orang untuk kepentingan olitik tak sehat

#IndonesiaCERDAS.

MERDEKA!!!!

MANAGEMEN SENI  TURINO Priyoatmojo

081289981227

Komentar Anda

LEAVE A REPLY