Home Nasional Daerah Inilah Curhatan Mantan Pemred Republika Tentang Teroris

Inilah Curhatan Mantan Pemred Republika Tentang Teroris

0
SHARE

Tulisan Nasihin Masha, mantan Pemred Republika, alumni Fisip Unsoed:

Inti tujuan terorisme adalah bisnis senjata, melemahkan suatu bangsa dan negara, dan akhirnya mengeksploitasi kekayaan suatu bangsa dan negara.

Awal mekarnya wabah terorisme saat ini adalah serangan thdp twin towers di New York. Salah satu fragmen perencanaan serangan itu justru terjadi di Kuala Kumpur. Tak ada Indonesia di sana. Namun mengapa kemudian Indonesia jd ajang pertarungan teroris? Dan kita jg tau tokoh utamanya adalah dr Malaysia, yakni Dr Azahari dan Noordin M Top. Lalu mengapa Malaysia justru aman dr terorisme? Dan mengapa mrk berbiak di Indonesia?

Para teroris tsb berasal dr jaringan Alqaidah yg dipimpin Usamah bin Ladin. Mrk adalah ex pasukan internasional yg diorganisasi oleh Rabithah Alam Islami dan dilatih oleh CIA serta dipersenjatai oleh Barat. Saat itu dlm masa Perang Dingin. Afghanistan diduduki Soviet. Amerika dan Barat bersekutu dg dunia Islam utk mengusir Soviet dari Afghanistan. Di antara pasukan internasional itu berasal dr Malaysia dan Indonesia. Setelah Soviet terusir dr Afghanistan mrk kembali ke negaranya masing2. Lalu terjadi Perang Teluk. Berawal dr aksi Saddam Husein menyerbu Kuwait. Lalu Barat mengambil momen itu utk menempatkan pasukan di Saudi dan negara2 Arab lainnya. Dari sanalah drama bermula.

Teroris hakikatnya spt kuda yg dibutakan oleh kacamata kulit dan dikendalikan tali kekang. Mrk orang2 yg sakit jiwa dan sakit pikiran. Dicekoki paham yg salah. Jd mrk sangat tergantung pd pemegang tali kekang.

Mahathir, pemimpin Malaysia saat itu, paham benar dg situasi saat itu. Tak lama setelah terjadi tragedi 911, ia kumpulkan para ulama. Lalu ia mengultimatum agar para teroris keluar dr Malaysia. Sebagian lari ke negeri lain, sebagian lari ke Indonesia. Dan mekarlah wabah teroris tsb di Indonesia.

Indonesia adalah negeri korup dan negeri yg selama 32 tahun mempermainkan nyawa penduduknya utk bisnis senjata dan utk jenjang karier. Perang melawan terorisme dijadikan ajang utk itu. Karena itu jangan harap terorisme akan berakhir di Indonesia. Dana asing terus mengalir, demikian pula APBN. Lalu bgmn mengakhirinya?

Pertama, tak ada ampun utk teroris. Pisahkan mrk dg masyarakat. Jangan biarkan ada paham yg membenarkan terorisme. Kedua, butuh pemimpin yg bisa menjaga kedaulatan bangsa dan negara di atas semuanya sambil bisa deal dg pedagang senjata agar terorisme tak lg hidup di Indonesia. Ketiga, basmi oknum yg menjadikan terorisme sbg komoditas.

Aksi terorisme di Indonesia sdh bukan lagi sekadar perselingkuhan bisnis senjata tp jg pertarungan oknum laknat utk mengejar kuasa dan harta. Para teroris yg terus beranak pinak hanyalah kuda berkaca mata kulit dan bertali kekang yg sakit jiwa dan sakit pikiran.

Saatnya publik menyadari tentang esensi terorisme dan mengetahui esensi mata rantainya. Apalagi kini sdh muncul teroris rantai baru dr ISIS yg jg dibidani Barat utk bisnis minyak di Irak dan Suriah.

Kita mmg butuh pemimpin spt Mahathir yg bisa menggebah terorisme tanpa mengorbankan masa depan bangsa dan negaranya.

Smg pemahaman saya ini keliru dan soal terorisme melulu krn paham yg salah dr para teroris. Mohon dikoreksi.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY