Home Nasional Daerah Modus Politik Penguasa untuk 2019

Modus Politik Penguasa untuk 2019

0
SHARE
Tengku Zulkifli Usman

Modus Politik Penguasa untuk 2019:

Ajak PKS masuk koalisi Jokowi, ditolak!

Ajak Prabowo koalisi sebagai cawapres Jokowi, ditolak!

Rangkul Ulama dan para stakeholder alumni 212, jangan sampai kita terkecoh.

Ingin menguasai mesjid mesjid dengan langkah awal keluarkan daftar dai islam terstandar 200 orang, langkah panik dan kampungan!

Skandal E Ktp tercecer, saya sudah katakan, bahwa skandal ini kalau dalam teori politik negara ketiga termasuk langkah awal indikasi intervensi asing dalam pilpres RI tahun depan.

Pemberian THR dan Gaji ke 13 dadakan menjelang lebaran, padahal selama 4tahun berkuasa, nasib guru masih memprihatinkan dalam banyak bidang, ini suap politik secara gak langsung saat kondisi dapur rakyat banyak gak ngebul, mari cerdas, terima THR nya, tetap tolak mereka di kotak suara.

Terkuaknya gaji pejabat BPIP yang selangit, BPIP sendiri secara konstitusi tidak terlalu dibutuhkan.

BPIP ini terkesan sebagai upaya penggemukan koalisi pro rezim dan untuk menekan pihak oposisi dengan alasan klasik isu radikal dst.

Merebaknya isu terorisme di tahun tahun politik patut dicurigai sebagai salah satu senjata untuk issue politik market.

Hal begini sudah jadi rahasia umum di negara dunia ketiga yang lain di dunia, ingat bom sinai mesir menjelang pilpres mesir lalu, tujuan utama petahana as sisi waktu itu untuk dapat dana dan dukungan dalam pilpres mesir dari amerika, israel, saudi dan emirat.

Merapatnya banyak Jenderal ke blok Jokowi, setidaknya ada 8 sd 10 Jenderal Top saat ini berada di sekitar Jokowi, modus ini hampir sama dengan cara SBY menjelang pilpres 2014 lalu.

Diangkatnya tokoh vokal dalam bidang komunikasi dan staf khusus Presiden, untuk melawan kerasnya tekanan oposisi yang juga vokal seperti Fahri Hamzah dan Fadli Zon, dalam hal ini Jokowi mengangkat 4 staf khusus plus Staf Ahli Ali Mochtar Ngabalin.

Media media besar juga lembaga lembaga survei besar saat ini hampir semua sudah “dibeli” Jokowi, tujuannya sangat jelas, 2019 ada monopoli opini besar besaran.

Semua kekuatan ini adalah oligarki besar, dan saya masih yakin, bahwa oligarki besar tetap bisa ditumbangkan oleh rakyat yang cerdas.

Suara rakyat adalah suara tuhan, saya mengajak rakyat untuk bangkit melawan secara cerdas dan konstitusional, katakan TIDAK untuk Rezim ini 2 periode.

Katakan TIDAK kepada oligarki besar ini, yang mampu menumbangkan oligarki “raksasa” negatif ini hanya rakyat yang cerdas dan idealis, plus tokoh yang berani juga bernyali.

2019, apapun usaha mereka untuk memaksa berkuasa kembali, oligarki besar ini harus tumbang, suara dan kedaulatan rakyat tetap harus menang.

Tengku Zulkifli Usman.
Pemerhati Sosial Politik, Jakarta.

#2019GantiPresiden
#2019GantiKacung
#2019PulangkeSolo

Komentar Anda

LEAVE A REPLY