Home Nasional Daerah Pelaut Senior Sesalkan PP KPI Semaikan Diskriminasi SARA Terhadap Pelaut Anggotanya

Pelaut Senior Sesalkan PP KPI Semaikan Diskriminasi SARA Terhadap Pelaut Anggotanya

0

POROSNEWS – Pada hari Sabtu, 9 Juni 2018 beredar pesan singkat (sms) jika organisasi serikat pekerja Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) akan gelar buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan buat pelaut yang perlu mendapat santunan dari organisasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah.

Dalam pesan singkatnya diselenggarakan di Hotel Mercure Jl Cikini Raya Jakarta Pusat, saat bulan Ramadhan memasuki waktu Lailatul Qadar, yang tentunya pahala yang dijanjikan Allah SWT berlimpah akan mengangkat nama baik organisasi KPI yang sekian lamanya tidak bisa berbuat banyak untuk kepentingan pelaut Indonesia.

Atasnama dan mewakili Pelaut Senior Hasoloan Siregar (Solo) menyambut baik dan berencana bersama komunitas Pelaut Senior akan hadir.

“Sekalipun dalam memperjuangkan penyelamatan organisasi KPI, tapi karena niat baik organisasi KPI akan adakan Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim serta Pelaut, maka momentum tersebut patut diapresiasi dan beberapa orang diantara kami dipastikan akan hadir,”ujar Solo.

Sayangnya sampai dekat waktunya pada hari itu hal gelar buka puasa bersama dan santunan anak yatim serta Pelaut tidak terkonfirmasi. Solo sampai kontak ke pihak Hotel Mercure Cikini tapi dijawabnya meragukan.

“Akhirnya diputuskan untuk membatalkan kehadiran kami, Pelaut Senior diacara Buka Puasa Bersama organisasi KPI tersebut,” beber Solo.

Hari ini, Selasa (12/6), juru bicara Pelaut Senior Teddy Syamsuri menerima pesan singkat dari seorang pelaut yang menyatakan jika dirinya sungguh menyayangkan dan menyesalkan pembatalan acara berbuka puasa bersama dan pembagian paket lebaran kepada pelaut oleh organisasi KPI hanya dengan alasan karena dikhawatirkan pesertanya membludak.

Menurut pelaut pengirim pesan singkat itu, alasan tersebut tidak sebanding dengan laporan keuangan disaat serah terima jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) merangkap Bendahara KPI dari tangan Mathias Tambing kepada I Dewa Nyoman Budiasa.

Disebutkan keuangan organisasi KPI tersimpan di Bank BUMN dan Bank Swasta di Jakarta bernilai sekitar Rp 128 milyar.

Pelaut ini menjelaskan jika sudah sejak lama diketahui bahwa organisasi KPI pimpinan Mathias Tambing sangat membenci pelaut anggota yang beragama Islam dan berani mendzolimi dengan berbagai cara.

“Pembatalan acara tersebut oleh Presiden KPI Mathias Tambing merupakan penghinaan terhadap ummat Islam, pasalnya penerimaan kontribusi KPI bersumber dari 95 persen pelaut anggota yang beragama Islam,” tutur Teddy dalam rilisnya yang diterima Redaksi, 12/6/2018.

Menggunakan organisasi KPI untuk menyakiti perasaan pelaut yang mayoritas beragama Islam, menurut sang pelaut tersebut, merupakan kejahatan luar biasa yang harus ditindak tegas dan diusut tuntas oleh pemerintah.

Dari pesan singkat tersebut juga sangat disayangkan oleh Teddy Syamsuri, sebab organisasi KPI sejak lahirnya tahun 1966 saat bernama organisasi Persatuan Pelaut Indonesia (PPI) tidak pernah ada diskriminasi karena beda suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Menurut Jubir Pelaut Senior Teddy Syamsuri, saat usai Kongres Luar Biasa (KLB) KPI bulan Desember 2017 di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta Pusat, telah terpilih Mathias Tambing menjadi Presiden adalah beragama Kristen, terpilih I Dewa Nyoman Budiasa menjadi Sekjen merangkap Bendahara adalah beragama Hindu, sangat tidak menguntungkan bagi organisasi KPI yang pelaut anggotanya mayoritas beragama Islam.

“Namun sejak KLB KPI tahun 2017 dan dengan keterpilihan Pengurus Pusat (PP) KPI yang tidak ada yang beragama Islam, sebenarnya tidak mempermasalahkan namun akan tetap PP KPI hasil KLB itu ditolaknya oleh kami, komunitas Pelaut Senior,” ungkap Teddy.

Hal kemudian muncul isu SARA atas pembatalan acara Buka Puasa Bersama dimaksud menurut Teddy Syamsuri, “Biarlah pelaut sendiri yang menilainya. Bahkan silahkan untuk menggugat hal yang dirasakan adanya kebencian Presiden KPI Mathias Tambing bahkan terkesan mendzolimi pelaut yang beragama Islam, sebagai hak pelaut yang dijamin oleh konstitusi negara,” pungkasnya.| AM/PRS

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.