Home Nasional Daerah Mochammad Sa’ban Hanif Pengunggah Video Dukun yang Serang Deddy-Dedi Dilaporkan ke Polisi

Mochammad Sa’ban Hanif Pengunggah Video Dukun yang Serang Deddy-Dedi Dilaporkan ke Polisi

0

POROSNEWS.COM – Sebuah video tentang ritual gaib yang dilakukan salah satu lansia bernama Endang sempat viral di media sosial. Video tersebut menggambarkan bahwa dukun tersebut seolah-olah mendukung pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Namun, video tersebut ternyata rekayasa. Endang mengaku disuruh beberapa orang untuk melakukan ritual di dalam gua. Tak disebutkan untuk tujuan apa, orang yang menyuruhnya lalu merekam dan menyebarluaskan video ritual dalam gua tersebut dengan keterangan yang tendesius menyerang pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Bahkan, dalam pengakuan Endang. Ia diberi upah Rp200 ribu untuk melakukan ritual yang bahkan ia tak tahu untuk apa. Ia hanya diberi tahu hanya untuk mengantarkan ziarah, dan bahkan segala perlengkapan ritual sudah dipersiapkan tim tersebut.

“Saya tadinya enggak mau, tetapi ada uang Rp200 ribu yang saya terima. Akhirnya, saya lakukan saja. Terus terang pak, saya tidak membawa apa-apa ke lokasi itu. Semua sudah siap begitu saja,” aku Endang.

Menanggapai kasus yang mendera Endang, tim pasangan Deddy-Dedi melaporkan pengunggah video permohonan dukungan makhluk gaib di Pilgub Jabar. Dia diketahui bernama Mochammad Sa’ban Hanif dan merupakan salah satu relawan pendukung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Laporan tersebut dilayangkan ke Polda Jawa Barat pada Senin 18 Juni. Kuasa hukum tim Deddy-Dedi Hotma Agus Sihombing memberikan keterangan atas hal tersebut.

“Video black campaign itu pertama kali diunggah Mochammad Sa’ban Hanif. Berdasarkan data dari akun Facebook-nya, dia seorang anggota relawan Gurka. Atau, Gerakan Untuk Ridwan Kamil,” katanya, di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (21/6/2018).

Surat tanda terima laporan pun sudah dipegang tim Deddy-Dedi. Dugaan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik disematkan kepada terduga dengan nomor laporan LPB/565/VI/2018/Jabar.

“Pak Endang yang berakting menjadi dukun dalam video itu sudah mengakui kesalahannya. Dalam keterangan kepada kami, beliau mengatakan disuruh oleh salah satu tim paslon di Pilgub Jabar. Kami tidak ingin menuduh, tetapi boleh tafsirkan sendiri. Sebab, ini merupakan serangan politik,” katanya.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui jika banyak kampanye hitam yang mendera dirinya. Setelah dianalisa, pelaku kampanye haram tersebut berasal dari simpul yang sama. Isu hoax yang sengaja digulirkan diantaranya busung lapar anak remaja, jembatan mangkrak dan pembangunan masjid.

“Saya bingung, mereka itu warga kota, terdidik dan tahu aturan. Tetapi kenapa selalu menghinakan orang kampung. Abah Endang yang tidak tahu apa-apa diminta jadi dukun. Kemudian, muncul lagi pada aspek pembangunan, katanya jembatan ratusan miliar mangkrak. Saya kok aneh, kapan saya menganggarkan jembatan ratusan miliar,” katanya.

Meski kampanye hitam itu merugikan dirinya, dia mengaku tetap membukakan pintu maaf bagi pelaku. Dia mengimbau kepada siapapun untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mencederai demokrasi.

“Saya memaafkan itu secara personal. Kalau saya tahu rumahnya, saya akan datang, silaturahmi,” ujarnya.

Sementara itu Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyesalkan kampanye hitam yang menyerang pasangan cagub/cawagub Jabar nomor urut 4, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi, melalui tayangan video yang berisi ritual mistis.

Isu berbau SARA ini bahkan disebarkan melalui media sosial oleh pelaku kampnye hitam yang disinyalir merupakan pendukung salah satu pasangan calon saingan Deddy-Dedi. “Kampanye hitam itu keji. Bagaimana kalau pemimpinnya tukang fitnah, penebar hoak atau penyebar ujaran kebencian, bagaimana kalau pemimpinnya tukang pemecah belah?” ujarnya.

Ia mengajak semua pihak untuk belajar dari sejarah, bahwa pemimpin yang bermodalkan penyebaran fitnah akan membuahkan dosa yang harus ditanggung oleh masyarkat. Dengan begitu, segala bentuk kampanye hitam harus dilawan, bahkan dilaporkan kepada aparat hukum jika keterlaluan.

“Politik is about peception, politik itu soal persepsi. Maka harus segera diklarifikasi. Kalau sudah viral, bahkan klarifiksinya mungkin tidak dibaca,” katanya.

Sementara itu Cagub Jabar nomor urut 4, Deddy Mizwar (Demiz) menyesalkan munculnya kampanye hitam tersebut. Namun pihaknya tidak tinggal diam, pelaku penyebar fitnah tersebut sudah dilaporkan dan ditangkap aparat Kepolisian Jawa Barat.

“Pelaku sudah dilaporkan ke Polda Jabar, namanya Hanif Muhmmad. Dia suka nongkrong di GIM (Gedung Indonesia Menggugat). Terungkapnya kasus ini merupakan berkah dari doa dan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan,” ungkap Demiz.|KHA/OKEZONE/JUARA/RED

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.