Home Nasional Daerah Proyek Infrastruktur Kabupaten Barito Selatan di Bawah Kepemimpinan Eddy Banyak Bermasalah

Proyek Infrastruktur Kabupaten Barito Selatan di Bawah Kepemimpinan Eddy Banyak Bermasalah

0
SHARE

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Klaimantan Tengah dibawah pimpinan Eddy Raya Samsuri dalam pengelolaan keuangan daerah banyak kejanggalan dan berpotensi merugikan keuangan negara. Salah satu pos anggaran Pemerintah kabupaten Barito Selatan yang rawan disalahgunakan adalah terkait proyek infrastruktur.

CENTER FOR BUDGET ANALYSIS (CBA) MENEMUKAN BEBERAPA PROYEK INFRASTRUKTUR TERINDIKASI BERMASALAH, CONTOHNYA DALAM PROYEK PEMBANGUNAN JALAN YANG MASUK TAHUN ANGGARAN 2018.

“Proyek jalan yang dimaksud adalah Peningkatan Jalan MTU-Kelurahan Bangkuang-Teluk Timbau-Damparan (MTL) yang berada di bawah tanggung jawab dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUPR) pemerintah Kabupaten Barito Selatan,” ujar Direktur CBA Uchok Sky Khadafi kepada Redaksi, Kamis (28/6/18).

TIDAK TANGGUNG-TANGGUNG KATA UCHOK, ANGGARAN YANG DIGELONTORKAN EDDY RAYA SAMSURI KEPADA DINAS PUPR UNTUK SATU PROYEK INI SEBESAR RP 52 MILIAR. ADAPUN ANGGARAN YANG DIHABISKAN UNTUK PENINGKATAN JALAN MTU-KELURAHAN BANGKUANG-TELUK TIMBAU-DAMPARAN (MTL) SEBESAR RP 50,9 MILIAR.

“Perusahaan yang beruntung menjalankan proyek peningkatan jalan senilai puluhan miliar ini adalah Dutasatrya Adhipersada yang beralamat di Jl. Gatot Subroto Timur I No.11, kota Banjarmasin Kalimantan Selatan,”urainya.

Menurut data CBA Proyek ini terindikasi bermasalah karena dari nilai proyek yang disepakati pihak dinas PUPR dengan pemenang tender terbilang mahal jauh dari harga standar. Perlu diketahui nilai proyek yang diajukan Dutasatrya Adhipersada sebesar Rp 50,9 miliar sangat mahal, bahkan jika dibandingkan Perusahaan lain.

“Akibatnya, ditemukan potensi kerugian yang tidak sedikit mencapai Rp 7,3 miliar hanya untuk satu proyek saja. Dari satu kasus ini, juga mengindikasikan banyak proyek infrastruktur yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan di bawah kepemimpinan Eddy Raya Samsuri bermasalah,”jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan di tahun 2017 menjalankan proyek infrastruktur dengan anggaran sebesar Rp 350 miliar.

“Untuk itu CBA mendorong penegak hukum khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan membuka penyelidikan terkait proyek-proyek infrastruktur yang dijalankan Kabupaten Barito Selatan, khususnya Peningkatan Jalan MTU-Kelurahan Bangkuang-Teluk Timbau-Damparan (MTL),”tandas Uchok. |prs/RED

Komentar Anda

LEAVE A REPLY