Home EKONOMI Rembuk Nasional 98, 98 Not for Sale dan Beredar Proposal 10 M

Rembuk Nasional 98, 98 Not for Sale dan Beredar Proposal 10 M

0
SHARE
Proposal yang beredar dan panitia Rembuk Nasional 98/dok prs

POROSNEWS.COM – Aktivis dari Presidium Persatuan Pergerakan Andrianto akhirnya buka suara atas adanya rencana Rembuk Nasional 98. Ia memandang bahwa terkait Gerakan 98 yang diklaim sepihak itu menjadi sejumlah aktivis 98 yang tidak ikut Rembug Nasional tidak merasa terwakili

“Saya rasa sangat tidak pantas bila ada segelintir aktivis klaim gerakan 98.
Karena gerakan 98 yang termanifestasi dengan perubahan orde dari orba ke reformasi adalah kehendak rakyat,” ujar Andrianto kepada Redaksi POROSNEWS.COM Kamis, (28/6/18)

Dikatakan Andi bahwa ada akselarasi yang kuat dari semua komponen rakyat bahwa Suharto harus finish…Semua itu baik mahasiswa…buruh..tani…bahkan sejumlah elit ABRI dan POLRI.
“Jadi kita meragukan klaim 98,” tegasnya.

Andrianto juga menegaskan apalagi terbuka kedok yang ngaku 98 ujungnya tuk politik partisan dukung Jokowi yang track record di tahun 98 gak jelas, saat itu jokowi dimana?
“Policy Jokowi yang sangat neo liberalis sangat tidak selaras dengan gerakan 98,” bebernya.

Masih kata Andrianto apalagi aktivis yang hoby cuman klaim 98 itu ujungnya ada motif ekonomi dengan beredarnya proposal 10 M.
“Sangat tidak pantas dan matrialistik d tengah kehidupan rakyat yg susah saat ini,” tuturnya.

Proposalnya itu diajukan ke siapa? Kalau itu tak jauh dengan EO dong. Kalau ini kejadian?
“Ya, miris sekali,” katanya.

Mereka bisa di bilang opotunis? “Betul,”tandasnya.

Reaksi ini sebenarnya karena akan ada rencana Rembuk Nasional 98 pada 7 Juli  dan pada Minggu 3 Juni 2018, akan adakan konferensi pers di markas Pena 98 Kemang

Rembuk nasional ini pengakuannya merumuskan poin-poin yang nantinya akan menjadi rekomendasi. Karena rencana ini selain Andrianto ada juga aktivis 98 yang mengatakan secara tegas, 98 Not for Sale. Tidak dijual untuk kepentingan politik praktis, baik kepada pemerintahan yang sedang berkuasa maupun yang sedang ingin berkuasa.

Dengan dasar pemikiran di atas, kami segenap komponen 98 dan Kami Masih Melawan :
1. Menolak klaim tunggal ativis 98
2. Menolak pemberangusan istilah radikal dalam gerakan-gerakan kerakyatan.
3. Menghimbau kepada segenap pelaku gerakan 98 untuk terus mengawal nilai-nilai yang kita perjuangkan – sekalipun dengan sikap radikal.
4. Melakukan advokasi kepada korban-korban stigmasisasi radikal baik di lingkungan kampus perguruan tinggi maupun basis-basis perjuangan rakyat yang menuntut keadilan.
5. Mengawal siapapun pemerintahan yang berkuasa untuk berada dalam koridor nilai-nilai yang kami perjuangkan yang memungkinkan mereka membentuk pemerintahan melalui prosedur demokrasi yang adalah buah dari perjuangan kami.

seruan aktivis 98 ini disampaikan Juru Bicara:
Mangapul Silalahi, Sangap Surbakti, Nandang Wira, Agus Rihat
dan Edysa Girsang yang mengatakan “Kami Tetap Melawan” dan 98 Not for Sale

|PRS/AHM

Komentar Anda

LEAVE A REPLY