Home Nasional Devisa Negara Terkuras, Import Dihentikan, Infrastruktur Terancam Mangkrak

Devisa Negara Terkuras, Import Dihentikan, Infrastruktur Terancam Mangkrak

0
SHARE

Adri Zulpianto, S.H
Koord. ALASKA

POROSNEWS – Besar pasak daripada tiang! Begitulah situasi negara saat ini. Infrastruktur terancam mangkrak, setelah Jokowi mengevaluasi pembangunan infrastruktur yang menguras uang negara karena bahan baku yg di import, sehingga akan mengakibatkan terkurasnya devisa negara akibat besarnya belanja negara terhadap bahan baku infrastruktur dan beban hutang negara, sedangkan nilai ekspor tidak mampu mengantisipasi ancaman defisitnya devisa negara.

Alaska (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran) yang terdiri dari Lembaga Kaki Publik dan Lembaga CBA, menilai bahwa setelah pengerjaan infrastruktur di evaluasi Jokowi ditengah ancaman defisit nya devisa negara, yg terus mengalami trend negatif di semester pertama tahun 2018, hal tersebut mendorong Jokowi untuk menghentikan import dalam  negeri.

Selain itu, kebijakan tersebut kemudian dijalankan untuk memilah bahkan menghentikan beban import bahan baku pembangunan infrastruktur dan import hal lain di dalam negeri adalah kepanikan pemerintah atas ulahnya.

Pemberhentian terhadap import bahan baku pembangunan infrastruktur jelas akan mengancam pembangunan infrastruktur itu sendiri, karena sebagian besar bahan baku masih di import dari luar negeri.

Alaska menilai, Jika import bahan baku dibatasi, maka pembangunan infrastruktur akan mangkrak, dan mundur dari target penyelesaian.

Mundurnya target penyelesaian pembangunan infrastruktur jelas akan membebani biaya pengerjaan. Untuk menanggulangi biaya pengerjaan tersebut, mau tidak mau pemerintah akan memberhentikan pembangunan infrastruktur menunggu hingga dollar kembali stabil, atau menunggu sampai devisa negara mampu kembali meroket.

Selain itu, negara tidak cukup siap untuk melakukan ekspor guna menekan trend negatif devisa negara. Karena  sedikitnya pangsa pasar dalam negeri yang mampu melakukan ekspor.

Yang perlu diperhatikan Sejauh ini, pengusaha sudah banyak yang gulung tikar, karena ketidakstabilan ekonomi dunia. Apabila keadaan tersebut ditambah dengan pembatasan import, maka industri yang membutuhkan bahan baku dari luar negeri pun akan menjadikan kondisi industri dalam negeri tambah nelangsa.

Melemahnya industri dalam negeri akan membuat para pembeli untuk memilih menabungkan uangnya di bank, ketimbang belanja di tengah pusaran dolar yang terus beranjak naik.

Kendati demikian, Alaska menilai bahwa Kebijakan penghentian import akan menguntungkan negara, karena dollar akan digiring masuk ke dalam negara Indonesia melalui eksport, tapi resikonya dalam negeri adalah melemahnya industri dalam negeri.

Sehingga, infrastruktur kemudian terabaikan, dan pemerintah akan fokus untuk menarik dollar ke dalam negeri guna menutup semua kerugian yang timbul akibat pembatasan import. PLN misalnya, kerugian akan meroket karena Batu bara yang mengalami perubahan harga demi menggenjot eksport.

ALASKA
(Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran)

*Lembaga Kaki Publik*
(Lembaga Kajian dan Analisis Keterbukaan Informasi Publik)

*Lembaga CBA*
(Lembaga Center for Budget Analysist)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY