Home Nasional Hukum Puisi Esai Denny JA Tentang Survei Capres 2019

Puisi Esai Denny JA Tentang Survei Capres 2019

0

*Puisi Esai Denny JA Tentang Survei Capres 2019*

Hai Penyair Esai Survei….Terima kasih kau telah bikin survei yang mengejutkan. Tak tahu kenapa surveimu kali ini bak puisi esai yang bau itu. Esai tak makna dan tak juga menarik dibaca. Sibuk dengan puisi esai dan ingin diakui sebagai penyair. Sejumlah pihak menolak ada puisi esaimu. Namun kau tetep dengan mengilanya mengerahkan sejumlah kekuatan fulus agar justifikasi penyair esai bisa kau sandang. Bikin acara di Taman Ismail Marzuki dan sibuk menerbitkan buku esai puisi nyaris seluruh provinsi di nusantara. Gerakan menolak banyak dimana-mana. Di Jabar bahkan sejumlah penyair menolak penyair Esai ini.

Penyair itu proses kekuatan alam, penyair adalah proses perjalanan panjang. Bukan fulus dan klaim menjadikan legitimasi penyair esai. Dasar survei fulus boleh tapi dasar penyair adaah proses.

Nah esaimu…terbaru adalah survei Puisi Esai Denny JA Tentang Survei Capres 2019 yang aneh dan absurd. Sehingga wajar ada Azwar Siregar bersama Widya Andini Rahayu menulis Sepatu Butut Buat Denny JA.

Tulisan Azwar Siregar bersama Widya Andini Rahayu menohok tak tahu apa jawaban Anda karena nampaknya Anda tak menjawab atau mungkin pura-pura tak tak tahu atau mungkin tak mau jawab. Apalagi dituliskan soal Anda takut  Pajak Bisnisnya akan dikorek habis. Berikut isi lengkap Sepatu Butut Buat Denny J.A

Azwar Siregar bersama Widya Andini Rahayu.
~ Sepatu Butut Buat Denny J.A~

Denny J.A tiba-tiba merilis survey yang membuat kodok-kodok diselokan tertawa bahagia kegirangan.

Pasangan Koruf 52.2 % dan pasangan PAS hanya 29.5 persen dan sisanya konon belum memutuskan.
Tentu saja hasil survey ini bagi saya justru sangat mengejutkan, karena seharusnya hasil surveynya Pasangan Koruf bisa 100 persen.
Satu hal yang masyarakat belum paham dan mungkin tidak diberi-tahukan secara transparan, saya yakin survey dengan jumlah 1200 responden ini khusus untuk kalangan Jokower sendiri.

Jadi bagaimana bisa Koruf cuma dapat 52 persen?
Berarti banyak Jokower yang sudah waras dan taubatan nasuha.
Hampir separuh… Alhamdulillah ya.

Sekarang saya akan membuka gelapnya permainan survey ini.

Menurut Info yang saya terima, Denny J.A sendiri sekarang sedang terikat kontrak dengan salah satu Ketua Parpol terkorup nomor dua dinegeri ini.

Angkanya…?, kurang lebih 3 juta Dolar atau 43, 7 Miliar !!!

Silahkan Denny J.A bantah, tapi berdasarkan sumber saya, angka segitu yang diajukan Denny ke Pak Prabowo Subianto lewat Sumber Terpercaya.

Bahkan Denny menyampaikan sampai 3 kali dia dipanggil LBP agar tidak membantu Pak PS atau Pajak Bisnis Denny akan dikorek habis.

Biasalah, permainan sandera-menyandera dan memegang “Kartu AS” kawan dan lawan adalah hal lumrah di gelapnya perpolitikan bangsa ini.

Bai de wei, saya belum membuka berapa uang Foke yang anda habiskan bung !!!

Jadi tolong berhenti dengan propoganda hasil lembaga survey-mu Den yang sesat dan menyesatkan.
Karena cuma setan yang sesat dan bertugas menyesatkan manusia.

Anda bukan setan kan?

Kasihan bangsa ini khususnya masyarakat awam yang masih percaya dengan rilisan hasil lembaga-lembaga survey kalian yang dirilis sesuai pesanan dan berdasarkan bayaran.
Seharusnya margin error 10 sampai 20 persen di Pilgub DKI dan Pilkada Jawa Barat sudah lebih dari cukup sebagai alasan untuk membubarkan lembaga bisnis kotor berkedok ilmu statistik milik kalian.
Kalau mau survey jujur, ayo saya dampingi dan kita survey bersama di pasar-pasar tradisional dan wilayah netral.
Tidak usah terlalu resmi, cukup teriakkan Koruf dua periode.

Kalau tidak ada tomat busuk yang melayang ke muka anda, saya akan menulis permintaan maaf di status saya selama tiga bulan berturut-turut.

Tapi kalau ternyata ada sepatu berbau busuk yang mampir ke mukak mu itu, saya cuma minta satu : Berhentilah jadi Penipu !!!
# STOPsurveyTipu_tipu
# KomunitasKomunikasiCintaIndonesia
# TirikYaluk

Lalu pada hari ini di WAG ada juga MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (NSEAS ) berikut kami lampirkan:

TANGGAPAN SAYA TENTANG
SURVEI LSI DENNY JA

Sejak LSI Deny JA ini mempublikasikan “hasil survei” elektabiltas Pasangan Capres-Wacapres di medsos, 20 Agustus 2018, sejumlah teman japri minta saya menanggapi kebenaran hasil survei ini. Perlu diketahui, hanya LSI Denny JA yang sangat cepat dan sudah buat survei setelah deklarasi Capres-Wacapres 10 Agustus lalu. Akhirnya saya mencoba memenuhi permintaan japri tsb. Inilah tanggapan saya:

Hasil survei LSI Denny JA ini TAK MASUK AKAL alias palsu dan sangat mungkin berbohong secara metodologis karena:

1. Waktu pengumpulan data sejak deklarasi Capres-Cawapres hanya 7-8 hari atau sekitar seminggu. Secara metodologis, masih ada kegiatan kompilasi data dan analisis data. Jika survei benar, masih dibutuhkan sekian hari utk survei 20 % terhadap responden terpilih utk cheking kebenaran kerja Tim Surveyor di lapangan. Seminggu pasti tidak cukup waktu memenuhi syarat metodologis untuk survei opini publik atau polling nasional. Jadi, Mustahil.! Kecuali dikerjakan hanya di kamar komputer sendirian, alias fiksi.

2. LSI ini ngakunya waktu survei pd akhir Agustus
Padahal kini baru tgl 20, belum akhir Agustus. Mustahil lagi.

3.Pd Mei 2018 LSI ini klaim telah survei dgn hasil elektabilitas Jokowi 46 %. Lalu, Juli 2018 klaim buat lagi survei: ekektabilitas Jokowi naik lagi menjadi 49,30 %. Kini 20 Agustus umumkan naik lagi menjadi 52,2 %. Sangat unik dan tak lazim krn kebanyakan lembaga survei klaim, selama 2018 elektabilitas Joko terus menurun hingga di bawah 40 %.

Sementara, Litbang Kompas klaim, elektabilitas Jokowi justru menaik (sama dgn LSI),
dari 42,5 % (April 2015) ke 55,9 % ( April 2018).

Dari sejumlah survei, hanya 2 lembaga ini klaim, elektabilitas Jokowi meningkat dan di atas 45 % yakni LSI Denny dan Litbang Kompas. Hanya dua lembaga itu berani klaim, elektabilitas Jokowi meningkat.

Tiba2 kini elektabilitas Jokowi sudah 52,2 % versi LSI. Artinya, ada kontribusi Ma’ruf Amin selaku Cawapres Jokowi sekitar 2 %. Padahal pengaruh Ma’ruf terhadap kenaikan elektabilitas Jokowi sangat kecil, jika tak boleh dinilai tidak ada karena ” jeruk makan jeruk” pilih Ma’ruf jadi Cawapres Jokowi. Hasil polling sejumlah lembaga via medsos Jokowi-Ma’ruf segera setelah deklarasi membuktikan hal itu. Lalu, darimana datang angka 52,2 % itu? Sangat mungkin dari Penulis Hasil Survei LSI itu sendiri. MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (NSEAS )

Nah semoga saja dengan dua tulisan ini menjadi paham ya esai survei Denny JA itu aneh dan absurd. Jadi hendaknya

-AA, orang indonesia-

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.