Home Nasional Daerah Pelaut Senior: Saatnya Pelaut Diperhatikan Untuk Perspektif Visi Poros Maritim Dunia Presiden...

Pelaut Senior: Saatnya Pelaut Diperhatikan Untuk Perspektif Visi Poros Maritim Dunia Presiden Jokowi

0
Jubir Pelaut Senior, Teddy Syamsuri.

POROSNEWS.COM – Fokus pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang merupakan kebijakan Pemerintah sesudah menggenjot pembangunan infrastruktur adalah sangat tepat guna menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara merata dan seutuhnya, adalah harapan komunitas Pelaut Senior yang sekian lamanya merasakan nasib dan kehidupan sebagian besar profesi pelaut Indonesia masih termarjinalkan pada konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Juru Bicara Pelaut Senior, Teddy Syamsuri seraya memperingati Hari Maritim Nasional 21 Agustus 2018, dalam keterangannya kepada pers (24/8/2018) mengharapkan bahwa sudah saatnya Pemerintah memperhatikan nasib dan kehidupan kaum pelaut Indonesia jika ingin adanya perspektif visi Poros Maritim Dunia yang sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014 sudah dikampanyekan oleh Joko Widodo (Jokowi) dan secara konsisten dikumandangkan setelah terpilih menjadi presiden ke-7.

Di dunia ini dalam hal arus globalisasi perdagangan yang saling membutuhkan antar negara bangsa di dunia, menggunakan angkutan laut masih sangat dominan.

“90 persen arus perdagangan barang dan jasa internasional untuk memenuhi kebutuhan setiap negara, diangkut oleh tranportasi laut atau kapal laut”, ungkap Teddy yang juga Sekretaris Dewan Pembina Seknas Jokowi DKI Jakarta.

Siapa yang menggerakkan kapal dari pelabuhan muat menuju ke pelabuhan bongkar, adalah tenaga kerja profesional pelaut.

“Tanpa ada kaum pelaut yang mengoperasikan kapal, mustahil barang dan jasa yang saling dibutuhkan oleh setiap negara bangsa bisa terpenuhi. Sementara perusahaan perkapalan yang kantornya didarat hanya pemilik kapal dan pengadministrasi pemenuhan hak-hak dasar pelaut. Jabatan Captain yang menahkodai adalah jabatan sederajat kepala negara dari bendera kapalnya, dialah yang bertanggung jawab sepenuhnya termasuk mewakili perusahaan pemilik kapal” ujar Jubir Pelaut Senior yang juga Jubir Gerakan Spirit ’66 Bangkit (GS66B).

Yang menjadi titik lemah selama ini adalah paradoksnya suasana kebatinan kaum pelaut Indonesia yang terdahulu saat masih dibawah kolonial Belanda dan diperkerjakan di kapal-kapal Belanda seperti milik KPM, merasakan lebih baik pada konteks perhatiannya dan tingkat kesejahteraannya.

Sejak Presiden Jokowi yang asalnya dari Solo yang daerahnya tidak punya wilayah laut serta sarjananya dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) tapi berani menyuarakan visi Poros Maritim Dunia yang sekian lamanya Indonesia merdeka ‘ditabukan’ karena selalu mensanjungkan negara Indonesia sebagai negara agraris ketimbang mengakui sebagai negara maritim, disambut dengan suka cita yang sangat tinggi.

“Namun hampir kekuasaan Presiden Jokowi berumur 4 tahun, hak-hak dasar pelaut terhadap nasib dan kehidupannya dirasakan belum tersentuh oleh kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ini yang sungguh memprihatinkan dan menyesakkan ditengah harapan tinggi saat visi Poros Maritim Dunia dikumandangkan”, beber Teddy.

Sebab itu dan bertepatan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019 menggandeng KH Ma’ruf Amin sebagai Cawapresnya yang tinggal di bilangan Tanjung Priok Jakarta Utara, yang menjadi basisnya kaum pelaut Indonesia berdomisili, sangatlah naif jika sebagian besar kaum pelaut Indonesia yang ditambahkan keluarganya berpopulasi lebih dari 3 jutaan orang tidak mendukung, justru kemungkinan besar hak suaranya akan memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf” lanjutnya yang juga Ketua Umum Lintasan ’66 (Lembaga Informasi dan Komunikasi Pembangunan Solidaritas Angkatan 1966).

“Sebab itu agar suara kaum pelaut Indonesia tidak beralih atau menjadi golput, kami, Pelaut Senior sangat berharap kepada Pemerintah bil khusus kepada Presiden Jokowi, tolonglah perhatikan nasib dan kehidupan kaum pelaut Indonesia. Terlebih lagi demi suksesnya program Tol Laut pemerintahan Presiden Jokowi yang untuk pemerataan pembangunan dalam frame Indonesia centris sangat diprioritaskan, hendaknya juga memprioritaskan tenaga kerja profesi pelautnya yang jadi tulang punggung pergerakan Tol Laut serta garda terdepan untuk perspektif visi Poros Maritim Dunia” pungkas Jubir Pelaut Senior Teddy Syamsuri yang didampingi rekannya Hasoloan Siregar, Djoko Saliyono, M Amin Nabu dan Yus dari poskonya dibilangan Jatinegara Jakarta Timur.|RNZ/PRS

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.