Home Nasional Hukum Pendukung Tuntut Jokowi Usut Kasus Kekerasan Terhadap Ratna Sarumpaet

Pendukung Tuntut Jokowi Usut Kasus Kekerasan Terhadap Ratna Sarumpaet

0
SHARE

Para pendukung Ratna Sarumpaet yang tergabung dalam Komite Solidaritas Ratna Sarumpaet dan Demokrasi, mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera menentukan sikap terhadap kasus dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet. Hal itu disampaikan oleh Wakil Anggota DPR RI Fahri Hamzah yang juga tergabung dalam komite tersebut.

“Saya hanya ingin menyerukan kepada Presiden Jokowi, agar saudara sebagai Presiden RI punya kata-kata dalam melindungi demokrasi, melindungi kebebasan berpikir dan berpendapat, sesuai amanah dari UUD 1945,” kata Fahri di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018).

Fahri mengatakan Ratna Sarumpaet tidak pantas diperlakukan dengan kejam seperti itu. Sebab, sebagai wakil dari para aktivis, Ratna tidak digaji dengan uang negara. Menurutnya Ibu dari Artis Atiqah Hasiholan tersebut hanya  seorang seniman dan seorang wirausaha.

“Orang yang karena keahliannya, tidak saja dihormati di Indonesia, tapi juga ditempat-tempat lain,” katanya. Karena itu Fahri melanjutkan, apabila Jokowi tidak mengambil sikap dalam kasus ini, maka dia pantas disebut sebagai orang yang durhaka terhadap bangsa Indonesia. Apabila hal itu terjadi, maka Jokowi tidak pantas lagi menjadi presiden.

“Dia tidak layak menjadi pemimpin negeri ini, ini adalah momen penolakan bahwa bangsa Indonesia tidak bisa diteruskan dipimpin dengan cara seperti ini. Dengan itu, kita mengatakan berhentilah kau Jokowi, kau jangan pimpin kami lagi. Ancaman terhadap kebebasan berpendapat adalah pengkhianatan terhadap konstitusi kita.Hanya satu cara kawan-kawan, lawan,” teriak Fahri.

Penggerak Komite Solidaritas Ratna Sarumpaet dan Demokrasi, Hariman Siregar menegaskan akan terus mengawal kasus yang menyebabkan bagian muka dan kepala Ratna rusak. Dia meminta agar masyarakat bersatu untuk menuntaskannya.

“Saya whatsapp beberapa kawan saya yang jadi menteri di kabinet ini, saya katakan apakah ini yang kalian mau? Meraka bilang tidak, silahkan bongkar. Kita jangan berhenti untuk bongkar ini,” kata Hariman dengan tegas.

“Karena kalau ini tidak jelas, dan karena Ratna orang politik, pasti akan menimbulkan kecurigaan bahwa yang melakukannya adalah pemerintah saat ini,” lanjutnya.

Ratna Sarumpaet diculik dan dipukul oleh tiga orang tanggal pada 21  September di sekitar Bandara Husein Satranegara, Bandung. Saat itu usai acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah Hotel, Ratna naik taksi dengan peserta dari Sri Langka dan Malaysia.

Taksi yang ditumpangi oleh Ratna dihentikan agak jauh dari keramaian. Saat kedua temannya turun  dan berjalan menuju Bandara, Ratna langsung ditarik tiga orang ke tempat gelap lalu dipukul dan diinjak. Setelah itu, Ratna dilempar ke pinggir jalan, sehingga bagian samping kepalanya robek dan wajahnya lebam.

Selain Fahri dan Hariman, hadir dalam acara ini adalah Eggi Sudjana, Husni Umar, Asmadewi, Nely Siringoringo, Inge, Ferdinan Hutahaen, Habiburohman, Ustad Sambo dan beberapa tokoh 212, dan puluhan ibu-ibu yang ikut mendukung Ratna Sarumpaet.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY