Home Nasional Hukum Farhat Laporkan Prabowo Cs, Hasto: Itu Murni Tindakan Pribadi

Farhat Laporkan Prabowo Cs, Hasto: Itu Murni Tindakan Pribadi

0
SHARE
foto: istimewa

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengklarifikasi laporan terhadap 17 politikus yang digugat Farhat Abbas ke Badan Reserse Kriminal Polri.

Menurut Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto, laporan Farhat tersebut atas nama pribadi, bukan mewakili timses. Ia menyebut, penggugat yang datang dari Komunitas Pengacara Indonesia Pro-Jokowi tersebut hanya klaim semata.

Sebelumnya, Farhat melaporkan Prabowo Subianto dan 16 nama lain atas dugaan ujaran kebencian serta penyebaran berita bohong atas rekayasa penganiayaan Ratna Sarumpaet.

“Itu murni tindakan pribadi, atas inisiatif pribadi dan tidak mewakili tim kampanye Jokowi-Kyai Ma’ruf,” kata Hasto ketika dikonfirmasi, Rabu 3 Oktober 2018 yang dilansir Vivanews

Hasto menjelaskan arahan Jokowi selaku calon presiden kepada tim kampanye agar tidak terlalu fokus menanggapi tindakan hukum yang dilaporkan orang per orang terhadap drama penganiayaan Ratna. Hanya saja, peristiwa tersebut perlu dimaknai dan dikoreksi bersama bahwa fitnah dan hoaks buruk bagi kualitas demokrasi.

Menurutnya, tindakan Ratna serta penggiringan opini dari rekayasa penganiayaan itu menghilangkan rasa kemanusiaan. Sebab, saat ini kondisi masih memprihatinkan di tengah korban gempa di wilayah Sulawesi Tengah.

“Seluruh tim kampanye tetap fokus membantu pemerintah di dalam menangani korban bencana alam di Donggala dan Palu. Mereka melakukan tindakan anti kemanusiaan dengan mengganggu skala prioritas bangsa yang seharusnya berbela rasa membantu korban bencana,” kata Hasto.

Sebelumnya, Farhat yang membawa beberapa orang dan menamakan dirinya Pengacara Indonesia Pro Jokowi (Kopi Pojok) melaporkan 17 nama politikus berkaitan dengan penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.

Mereka yang dilaporkan di antaranya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama tiga kadernya, Rachel Maryam, Arief Puyono, Habiburokhman dan Fadli Zon. Laporan itu pun diterima Bareskrim dengan nomor polisi LP/B/1237/X/2018/BARESKRIM. Para terlapor dianggap menyebarkan berita bohong yang merugikan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Farhat menganggap, para politikus beramai-ramai menggunakan berita Ratna untuk menjatuhkan Jokowi. Adapun di luar lima nama itu ialah Rizal Ramli, Nanik Deang, Ferdinand Hutahaean, Natalius Pigai, Fahira Idris, Hanum Rais, Said Didu, Eggy Sudjana, Captain Firdaus, Dahniel Anzar Simanjuntak dan Sandiaga Uno. |VN/RED

Komentar Anda

LEAVE A REPLY