Home Nasional Hukum Kasus SKK Migas: Pencekalan dan Kesaksian Bohong, dan Pembungkaman Pelatih Golf

Kasus SKK Migas: Pencekalan dan Kesaksian Bohong, dan Pembungkaman Pelatih Golf

0
Rudi_Rubiandini-2013-08-14_540_355_100POROSNEWS.COM – Kasus suap kepada  Rudi Rubiandini telah banyak yang dicekal, bahkan telah menjadi saksi di Persidangan, namun mereka anehnya banyak yang berbuat bohong dan bersaksi  berbeda dengan BAP, sungguh tak elok orang-orang ini saat dipersidangan. Ada juga yang tak pernah bersaksi-sampai akhir masa sidang karena sakit, yaitu Kepala Divisi Komersial Gas SKK Migas, Popi Ahmad Nafis yang telah dilakukan pencegahan ke luar negeri oleh KPK, kabarnya paska dinyatakan di cekal dan dicopot jabatannya Popi Nafis yang punya banyak peran dalam suap Rudi kini Stroke dan di rawat di RSPAD
Sebelumnya, dalam penanganan proses penyidikan kasus suap ini, KPK melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap empat orang pada 14 Agustus 2013 lalu. Mereka adalah Kepala Divisi Operasi SKK Migas Iwan Ratman, Kepala Divisi Komersialisasi Minyak Bumi dan Kondensat Agus Sapto Raharjo Moerdi Hartono, Kepala Divisi Komersial Gas Popi Ahmad Nafis dan Presiden Direktur PT Parna Raya Group Artha Meris Simbolon. 
Untuk Iwan ia juga telah memberikan kesaksian palsu atas pernah memberikan uang ke Rudi melalui Deviardi sebesar 5o ribu dolar, dan diamembantah, sementara Deviardi mengakui terima da Rudi mengetahuinya, hal ini terungkap dalam persidangan Selasa (18/3). 
Presiden Direktur PT Parna Raya Group Artha Meris Simbolon apalagi ia membantah rekamannya yang mengakuinya mirip, sementara Deviardi menyebut itu suara dirinya dan Meris. 
Ada juga  KPK telah mencegah dua orang lagi pada 28 Agustus 2013 lalu yaitu pimpinan PT Zerotech Nusantara, Febri Prasetyadi Soeparta yang sebenarnya adalah sumber dari kasus SKK Migas ini. Mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini mengaku tidak mengenal nam Febri yang disebut-sebut sebagai orang dekat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir. 
Padahal dalam persidangan dan sesuai BAP Deviardi, Rudi disuruh ketemu Febri dan mengambil uang dari “setoran” Boy Thohir untuk Rudi dimana Febri adalah suruhan Bos Adaro itu. Dan Ardi disuruh oleh Rudi agar bertemu Febry di Singapura. Lalu transaksi pun terjadi disingapura. (baca BAP Deviardi yang sangat jelas di KPK). Namun lagi-lagi Febry yang sudah dicekal itu belum tersangka juga, bahkan dia memberikan kesaksi palsu saat sidang (11/3) lalu di Tipikor padahal dibawah sumpah.
Bahkan anehnya lagi Rudi juga mengaku tidak kenal Febry padahal Rudilah yang mengenalkan Deviardi ke Febry di Lapngan Golf Gunung Geulis. “Enggak kenal, kalau sama Boy Tohir kenal. siapa yang tidak kenal konglomerat besar seperti dia,”kata Rudi usai menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, jakarta, Selasa, (11/3).  
Dalam kasus ini, sejumlah saksi  telah diperiksa KPK dan dijadikan saksi di persidangan. Akan tetapi, disebut-sebut tersangkut kasus ini, yaitu Boy Thohir yang menjabat Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk pernah setor uang US$ 700 ribu.
Uang tersebut merupakan tanda terima kasih atas proyek gas Panca Amara Utama, anak perusahaan PT Surya Esa Perkasa Tbk. Surya Esa mengakuisisi Panca Amara pada 2011 dan Boy Thohir duduk sebagai Presiden Direktur.
Masalah gas untuk Panca Amara yang tak kunjung kelar sejak 2010 inilah yang dicoba diurus Febri, orang dekat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir. 
Sebuah tulisan di situs www.pertamina-ep.com pernah mencatat nama Febri sebagai Assistance to Director Presiden Direktur PT Adaro Indonesia. Namun tulisan di situ milik anak usaha pertamina itu kini lenyap…entah kenapa?
Febri pun  mendekati Rudi Rubiandini. Berdasarkan keterangan Febri kepada KPK, pada 15 Juli 2013, Rudi menelepon dan memintanya datang ke lapangan golf Pondok Indah. Secepat kilat ia meluncur ke kawasan elite di Jakarta Selatan itu. Di sana telah berkumpul delapan orang, termasuk Rudi dan disana ada Deviardi pelatih Golf yang dianggap paling dipercaya Rudi untuk urusan pengelolaan uang Rudi dari sejumlah setoran, dan ini catatan keuangan sudah ada di KPK. Lantas kenapa Febry tidak mengaku, apakah intervensi orang SKK Migas berusaha melindungan Febry? Jawabnya kemungkinan benar. 
Kini Febri Prasetiadi Soeparta tetap tidak ngaku  soal pemberian uang yang jadi pemicu suap Rudi Rubiandini maka jika demikian atas pengakuan palsu itu Presiden Direktur PT Zerotech, Febri Prasetiadi Soeparta yang membantah dirinya telah memberikan uang sebesar 700 ribu dollar Amerika Sertikat kepada kepada Kepala SKK Migas nonaktif, Rudi Rubiandini, melalui Deviardi. menjadikan Boy Thohir yang disinyalir menitipkan ke Febri itu akan aman.
“(Pemberian uang tersebut) tidak benar yang mulia,” ujar Febri saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Simon G Tanjaya, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (28/11).
Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Tati Hardiyanti langsung melakukan konfrontir kepada Deviardi kenapa uang tersebut diserahkan di Singapura, padahal bisa dilakukan pada pertemuan di Cilandak Town Squre (Citos) Jakarta Selatan?.
Menurut Deviardi, sebelum pertemuan antara dirinya dengan Febri di Singapura, sempat terjadi pertemuan antara dirinya, Febri dan Rudi Rubiandini di lapangan golf.
“Sebelum di Citos, terlebih dahulu ketemu dilapangan golf. Lalu Febri mengatakan untuk datang ke Singapura untuk memberikan sesuatu untuk pak Rudi,” ucap Deviardi.
Namun, Febri tidak membantah, bila di negeri singa itu, dirinya bertemu dengan Deviardi dan sempat melakukan santap sahur bersama disana. Akan tetapi, Febri bersikukuh tetap membantah telah memberikan uang sebesar 700 ribu dollar Amerika Serikat kepada Deviardi.
Sebelumnya, Deviardi mengaku bahwa uang 700 ribu dolar amerika yang diamankan KPK ketika penangkapan Rudi Rubiandini, berasal dari Febri bukan Bos Kernel Oil Singapura, Widodo Ratanachaitong.
Dari mana uang itu? Diberitakan sebelumnya bahwa Ardi ke Singapura disuruh Rudi untuk membawa uang yang menyebutkan uang itu berasal dari Boy Thohir, dan Ardi harus bertemu utuasannya Febri. Jika Febri tak mengaku maka Boy Thohir –yang diketahui pernah nyetor dana Kampanye  2009 buat SBY ini– akan aman. 
Mana yang benar pelatih Golf atau Febri?
Peran Deviardi sebagai pelatih golf memang sangat central dalam kasus suap di tubuh SKK Migas. Bahkan sejumlah penasehat Hukum Rudi mencoba membungkam Ardi, tapi sayang Ardi sudah jujur dan menyerahkan semua catatan ke KPK.  
Kendati demikian, Deviardi bukanlah pelaku utama dalam kasus suap tersebut melainkan ikut serta dalam penyertaannya dengan kata lain apa yang dilakukan Deviardi murni berdasarkan ketidaktahuan. Dan atas perintah Rudi Rubiandini
Pernyataan di atas disampaikan oleh penasehat hukum Deviardi, Efendi Saman saat berbincang usai sidang Selasa (4/3) di Tipikor Jakarta.
“Wajar saja kalau Deviardi nanti akan buka-bukaan dengan kasus ini. Itu di luar dugaan. Karena ia menjalankan tugas tanpa tahu apakah uang itu adalah terindikasi suap atau tidak. Hubungan sama Rudi juga sekedar hubungan kemanusiaan biasa tidak ada kaitannya dengan poisisi jabatan di SKK migas. Ia juga bukan pengusaha. Ia tidak ngerti migas apalagi berbisnis, ia hanya pelatih Golf yang dimanfaatkan Rudi untuk jadi Kurir,” katanya. 
Effendi kemudian menjelaskan bahwa transaksi tersebut bermula kepercayaan Deviardi kepada Rudi. Kliennya pun  sempat bertanya uang-uang itu uang apa? Sebagian dijelaskan oleh Rudi, bahwa  uang itu halal yang tidak perlu  dicurigai. 
“Baru dia tahu uang itu ternyata uang suap. Makanya dia akhirnya kenal dengan Kernel, dia tahu Boy Thohir, Febry, Jero Wacik, dia juga dapat informasi dari Widodo bahwa Widodo punya kolega cukup baik di Istana,”tandasnya. 
Dijelaskannya bahwa kliennya yang satu tahun jadi pelatih Golf Rudi sejak Rudi menjadi Wamen itu adalah orang yang rajin mencatat setiap informasi dari Rudi maupun koleganya. Termasuk mencatat apa suruhan Rudi untuk mengambil uang suap itu.
“Apa yang ia berikan informasi yang didapatkan, lalu disampaikan lagi. Tapi Ia tidak ikut rapat di SKK Migas dimana pun. Tidak heran kalau Deviardi tahu banyak hal. Karena dia akrab dengan siapapun,”kata dia.
“Orang yang main golf itu jujur, ada barang ketinggalan tidak pernah hilang, pejabat pun percaya pada pelatih golf,”tambahnya.
Untuk urusan Febri sangat panjang dimana dia sebenarnya punya peran penting di kasus Migas, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Waryono Karno awalnya dicekal kini sudah tersangka
lalu ada Herman Afif sudah dicekal juga, Bapaknya Merish Morihat Simbolong dan sudah dipanggil bersaksi tak pernah datang ada juga anggota DPR Sutan Bathoegana dan Tri Yulianto yang sudah dicekal ke luar negeri, keduanya tidak mengaku padahal Rudi memberikan uang pada Tri atas suruhan Sutan. 
Nah apakah kasus SKK Migas hanya sampai di Simon Rudi dan Ardi yang divonis..ini namnya tidak Adil…Ayo KPK bagaimana ini, dan semoga pada sidang hari ini (25/3) yang akan mengahdikan saksi forensik suara dan saksi ahli bidang pencucian uang akan terungkap. Semoga. Tabik.(MD/PNC/WANGI) 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.