Home Nasional Tri Dianto: SMRC Lembaga Survei SMRC Diragukan Independensinya

Tri Dianto: SMRC Lembaga Survei SMRC Diragukan Independensinya

0

partaiDPOROSNEWS.COM – Hasil survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) yang menempatkan Partai Demokrat (PD) sebagai partai politik paling populer dibawah PDIP dan partai Golkar tentu saja membuat banyak pihak bertanya-tanya.
Bagaimana tidak, ditengah keterpurukan dan krisis kepercayaan publik yang luar biasa atas kinerja partai penguasa yang terlibat berbagai praktik dan skandal korupsi tersebut. Namun, dalam hasil survei SMRC, partai besutan Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ditempatkan pada posisi 3 teratas.

Menanggapi hal tersebur, mantan Ketua DPC, Cilacap Partai Demokrat yang juga fungsionaris ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Tri Dianto mengatakan,  jika lembaga survei SMRC adalah lembaga survei yang diragukan independensinya.
“Jangan-jangan  lembaga ini lembaga nya elit partai Demokrat, dahulu digunakan dari awal untuk mengusur Anas Urbaningrum dan sekarang digunakan untuk bikin opini seakan partai demokrat partai terbaik,” kata pria asal Cilacap, Jawa Tengah saat dihubungi PorosNews. Com, Jakarta,

Lebih lanjut, pelantun lagu ‘Cintamu Bukanlah Untukku’ tersebut menambahkan, dugaan jika SMRC bekerja dibawah komando PD, khususnya SBY bukan tanpa alasan.

Penilaian Tri Dianto semakin dikuatkan dengan publikasi survei SMRC pada tanggal 3 Februari tahun 2013 lalu dengan tajuk ‘Kinerja Pemerintah dan Partai, Tren Anomali 2012-2013’. Dalam survei tersebur dijelaskan  bahwa elektabilitas Partai Demokrat berada pada angka 8,3 persen dan jauh tertinggal dengan tingkat elektabilitas dan popularitas partai-partai politik lain.

Sebab musabbab melorotnya tingkat elektabilitas dan popularitas PD adalah banyaknya kasus korupsi yang menimpa kader inti. Hasil survei SMRC itu juga yang dijadikan dan dimanfaatkan
‘gerombolan sengkuni’ untuk mendesak agar Anas Urbaningrum bertanggung jawab dan mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.

“Jadi saya sekali lagi katakan bahwa SMRC itu ya lembaga survei yang khusus digunakan untuk membunuh lawan-lawan politik elit partai demokrat,” tutup pengusaha Jamu tradisional tersebut.

Untuk diketahui, pada tanggal 3 April 2014 lalu, SMRC baru saja mempublikasikan hasil survei teranyar.

Adapun jumlah responden sebanyak 2.050 orang. Survei tersebut dilakukan  dengan teknik complex sampling dan margin of error sekitar 2,2 persen. Salah satu pertanyaan yang terlontar dalam kuesioner tersebut adalah  apa partai yang dipilih responden  bila pemilu diadakan sekarang (26-29 Maret 2014). Hasilnya, PDIP (20,9 persen), Golkar (16,1 persen), Gerindra (10,5 persen), Demokrat (9,9 persen), PKB (8,5 persen) dan sisanya partai-partai lain.

Sementara itu, Ketua DPR RI yang juga fungsionaris PD, Marzuki Alie, dalam pesan singkat via black berry messenger kapada wartawan juga menyampaikan hal serupa. Jika PD diklaim mempunyai tingkat elektabilitas dan popularitas dimata publik.

“Masih ada waktu, mudah-mudahan yang  belum menentukan pilihan, akhirnya kembali ke Demokrat,” katanya singkat.

“Baru saja dirilis hasil survei SMRC tentang elektabilitas PD dan berikut hasilnya, sambung Marzuki.  PDIP: 16,5%2. Golkar: 15%3. Partai Demokrat: 10,4%4. Gerindra: 8,6%5. PKB: 7,7%6. PPP: 5,5%7. PAN: 4,8%8. PKS: 4,5%9. Hanura: 4,1%10. NasDem: 3,8%11. PBB: 1,2%12. PKPI: 0,3% Sementara itu, jumlah responden yang tidak memilih adalah 17,7%,” tutup Marzuki.(PNC/JALU)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.