Home PEMILU Hasil Survey, PKPI dan PBB Pesimis Berlabuh di Senayan

Hasil Survey, PKPI dan PBB Pesimis Berlabuh di Senayan

0

PKPIPBBPOROSNEWS.COM –  Hasil survei teranyat Jaringan Suara Indonesia (JSI) menyimpulkan, ada 10 dari 12 partai peserta Pemilu Legislatif (Pileg) yang mampu melangkah ke Senayan, lantaran lolos ambang batas Parlemen (Parlementary Threshold/PT).

Adapun urutan parpol berdasarkan elektabilitas versi JSI adalah PDI Perjuangan (21,2 persen), Golkar (15,4 persen), Gerindra (10,1 persen), Demokrat (7,7 persen), PKB (6,7 persen), PAN (5,5 persen), Hanura (5,3 persen), PPP (4,6 persen), NasDem (3,8 persen), PKS (3,7 persen), PKPI dan PBB masing-masing meraup 0,8 persen.

“Tidak ada partai yang dicoblos 12 persen dan potensi suara tidak sah 2,5 persen,” kata Direktur Eksekutif JSI, Widdi Aswindi saat mempresentasikan hasil riset lembaganya di kantor JSI, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (6/4).

Sejumlah faktor yang mempengaruhi rendahnya keterpilihan PBB dan PKPI dalam Pileg mendatang, terang Widdi, karena dua parpol itu tak mendapatkan limpahan suara signifikan dari 15 persen responden yang menyatakan akan merubah pilihannya dalam 9 April mendatang dari sejak disurvei.

Kedua, indeks penilaian kedua partai tersebut cukup rendah, yakni PBB dengan 5,42 persen dan PKPI hanya 5,15 persen. Ketiga, jika dibulatkan 100 persen dari 26 persen responden yang merasa dekat dengan parpol, partai pimpinan Sutiyoso mendapat 1,7 persen dan partai yang dikepalai MS Kaban tak lebih dari 0,7 persen.

Keempat, hanya 0,8 persen responden mengaku, ada caleg atau tim sukses dari PKPI yang melakukan pendekatan sementara PBB hanya diakui 0,5 persen. “Kemudian dari iklan, tingkat diketahui oleh publik rendah (PBB di 24,7 persen dan PKPI 18,1 persen) dan hanya 55 persen yang suka iklan PBB dan 51,1 persen suka iklan PKPI,” jelas dia.

Survei JSI itu digelar pada 24-30 Maret lalu yang melibatkan 1.200 responden dengan teknik sampling multistage random sampling. Pengambilan data menggunakan wawancara tatap muka dengan panduan kuesioner. Kemudian, quality control sebesar 20 persen dari total sampel dimonitoring selama wawancara berlangsung dan 20 persen dari total sampel didatangi kembali setelah proses wawancara selesai. Adapun margin of error sekira 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (FHS/PN)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.